30 April 2010

Menghadiahkan Diri Sendiri


Misi kawan, saya numpang seneng yah. Ini saya baru aja beli kamera baru, demi menghadiahkan diri di hari lahir saya sendiri, 28 April kemarin. Adalah kamera Rangefinder yang memang udah saya inginkan sedari beberapa bulan kemarin. Ini semua karena memang saya lagi suka snapshot. Ternyata menikmati keajabain dan keterkejutan dengan apa yang terekam di film negatif membawa kepuasan tersendiri. betapa oh betapa..

Tak peduli ini merk apa, yang penting ini bisa dipake moto.  Tapi untuk sekedar  info, ini kamera merk Ricoh GX 1, saya beli di Bandung dengan uang hasil ngejual barang dulu. Tapi nggak perlu saya beritahukan kalau harga barang ini 300rb? Ya emang sepertinya nggak perlu.

Nah, nggak lengkap kalo ngomongin kamera tanpa ngomongin hasil jepretannya. Yap, tunggu saja, saya lagi sedang telah membeli satu roll film untuk menjajal kamera ini.

......


Semoga saya tidak menjadi sombong dengan menceritakan kesenangan saya ini.
Semoga Tuhan menjadikan saya tidak menyia-nyiakan alat ini. Semoga amin

.

27 April 2010

Semua Ini Gara-Gara Pertemuan Saya Dengan "Diana"

ini lensa Fisheye Diana nya
ini converter alias adaptor nya.
Tadi saja iseng main ke Lomo Store di Jalan Bumi. Ternyata benda yang saya kira cuma ada di Internet bisa ada di sana. Yap, di sana saya melihat converter lensa Lomo Diana untuk ke kamera Nikon, artinya dengan alat itu kita bisa memakai lensanya Lomo Diana di kamera konfesional (baca: SLR)

Setelah diliat, harga converternya adalah 185.000. kabar baiknya, ternyata Diana juga punya lensa Fisheye yang dijual terpisah, harganya 500.0000. Itu artinya kita bisa moto dengan efek fisheye di kamera SLR dengan harga 685.000. Padahal kalau kita beli lensa fisheye untuk SLR bisa sampe 4 jutaan.. Hmmm, jadi tertarik.


Apalagi baru saja saya menghabiskan satu roll bersama tante Diana ini, juga dengan lensa fisheye nya. Hasilnya sangat puas, walau gagal sih.hahaha. Jadi semakin penasaran untuk menerapkannya  di kamera SLR. toloongggggg!!!!


ini hasil terbaik dari kamera Diananya yang pake lensa fisheye:

26 April 2010

"Yang Ditonton Mah Udah Kemana-mana, Kita Mah masih Disini!"

Waktu senggang emang paling asik kalo kita abisinn untuk nonton tv sambil selonjoran dan bermalas-malasan. Apalagi untuk anak kecil yang masih belum punya banyak pikiran, nonton TV bisa sangat menyenangkan. Sambil pelan-pelan melupakan kalau besok ada PR.

Tapi hal seperti itu nggak pernah akan dibiarkan oleh seorang ibu. Bermalas-malasan adalah hal yang harus dibuang jauh-jauh. Nah, hampir semua orangtua selalu mengatakan hal yang sama ketika nyuruh anaknya berhenti nonton TV.

Begitu juga dengan ibu saya, dia selalu berkata seperti ini "Ngapain nonton TV mulu, nggak maju-maju, yang ditonton mah udah kemana, kita masih di sini, males-malesan. Udah sana belajar!"

Tapi setelah barusan saya pikir-pikir, ada benarnya juga yah perkataan itu. Coba deh, orang yang kita tonton itu pasti dapet honor banyak untuk tampil di Tv, sementara kita yang nonton nggak dapet apa-apa kecuali hiburan serta waktu yang terbuang. 

Kita sibuk mengamati perkembangan hidup para selebriti di acara infotainment, sementara mereka tau kita aja nggak kan. Padahal kita udah perhatian sama mereka.


ya, ini hanya sedikit pemikiran, nggak mesti diadopsi semuanya. Intinya mah, jangan keseringan nonton Tv dan ayo bergerak!


.

25 April 2010

Daily Snapshot on Car Free Day - April

18 April 2010

Di Selipan Dompet, Tempat Secuil Memori Perkuliahan Itu Tersimpan, Usang.

Bagaimana kalau bangun tidur di bukan malam ini saya jadikan saja garis mulai untuk melakukan reformasi pikiran.
Mencari lalu memungut kembali secuil memori tentang perkuliahan yang sempat saya simpan diselipan dompet. Sayangnya, keadaannya sudah cukup usang dan sulit untuk dibuat menjadi jernih lagi.

Bukan lagi tulisan-tulisan dalam majalah yang dilahap mulai saat ini, juga bukan lagi anak-anak SMA yang bakal dijumpai beberapa saat ini. Melainkan tulisan-tulisan yang membentuk sindikat perteorian bermarkas dalam buku. kita sama-sama tau kalo rasanya  yang pait membuatnya susah ditelan mata dan dicerna pikiran. Juga, kawan-kawan di kampus sana beserta orang-orang pintar yang ingin dipanggil sebagai dosen.

Kali ini pun saya membuka New File pada Microsoft Words, tapi bukan tanpa spasi seperti tiga bulan ini. Melainkan sengaja merenggang jarak dua spasi. Jadi terlihat panjang, tidak seperti artikel-artikel dua halaman yang bisa dikerjakan tiap minggunya.


tak ada bis yang biasa lewat sebelum memulai pekerjaan selain Bismillah, maka saya beri dia jalur.

16 April 2010

Short Vacation

"....."

"....."

"....."

"....."

"....."

"....."

11 April 2010

Semua Bermula Dari Cewek BBB.

Sedikit gua mau berbagi, di paruh kedua PKL gua di Hai gua pindah divisi ke majalah cetak (sebelumnya di Hai-Online). Nggak pake lama, segambreng kerjaan langsung diberi ke gua. Saat itu adalah fenomena cewek BBB yang menjadi topik lepas di Hai.

Alih-alih mau ngetes kemampuan gua menulis, sang redaktur pun menugaskan gua untuk menulis laporan utama beserta profil tiga cewek BBB. Dengan kata lain ini adalah pengalaman pertama gua bikin artikel panjang untuk di Hai. Gua yang bisa nulis karena hobi aja tanpa ilmu jurnalistik pun langsung minder plus jiper dibuatnya. Tapi itu nggak berarti gua nggak coba, sebisa mungkin gua coba untuk bikin artikel tersebut.

berbekal wawancara dan observasi langsung ke beberapa anak SMA akhirnya setelah  sekian hari  tulisan yang gua cicil-cicil itu pun beres juga.


Kalimat "Lumayan bagus juga ki tulisan lo" dari bapak redaktur yang nggak perlu dikasih tau lagi namanya itu sangat jadi penghargaan bagi gua. Terima kasih Hai untuk kesempatannya..  hehe..


nih kalo mau liat buktinya..

27 Maret 2010

Hampir Saja Parkiran Berubah Jadi Penginapan

"Mas/Mbak lain kali kalo parkir paralel jangan di rem tangan ok" Security


itu adalah sepenggal kalimat yang ditulis besar-besar dengan spidol di kertas lecek. Saat itu saya jelas udah melihat kertas  itu ada di kaca depan mobil gua.
sebelum lagi gua yang masih jalan terpincang-pincang disamperin sama bapak-bapak yang keliatan sangat gelisah nelpon-nelponin orang yang ada di phone book nya. Ujuk-ujuk dia bertanya 
"mobil mas yang mana?"
"yang itu, avanza item,"

tanpa banyak basa-basi, dia langsung melangkah cepat.

"ada apa pak?" saat itu gua sebenernya udah bisa nebak alasannya, tapi gua masih nggak percaya.. 
"itu mobil mas direm tangan, saya ga bisa keluar," jawabnya dengan nada tinggi. 
"HAH.. masa...trus bapak udah lama nunggu?"
"hampir saya nginep disini."
"waduh..." 

sambil jalan terpincang-pincang gua langsung ke mobil, sambil pura-pura santai, padahal takut. takut nggak enak sama si bapak itu. karena mobilnya benar-benar terjebak sama mobil gue yang parkir paralel tepat di depannya. Dan saat itu adalah jam 9 malam, entah udah dari kapan dia nungguin pemilik mobil avanza ini. karena gua udah parkir disana dari jam 3 sore.

"kalau parkir di sini hati-hati mas," umpatnya sambil masuk ke mobil. 
"Grrr.."


Beginilah Kata Spiderman...

"Untuk bisa melakukan yang benar terkadang kita harus merelakan segala hal, termasuk impian kita"


Kira-kira begitulah yang dikatakan Spider-Man  kepada Dr Octavius di akhir cerita. Saat itu Dr Octavius bersih kukuh untuk mempertahankan energi temuannya, padahal jika dilanjutkan energi tersebut bakal menyita hampir setengah nyawa masyarakat kota. Akhirnya Dr Octopus pun tergerak untuk menenenggelamkan temuannya, sekaligus menenggelamkan mimpinya yang udah dibangun dari waktu lama. 

Begitu juga Peter Parker yang bertekad untuk terus menjadi penyelamat kota walau harus mengiklaskan orang yang dicintainya, Mary Jane. Segala cara dia lakukan agar MJ nggak tau perasaan sesusngguhnya Parker. Walau sempat MJ menyatakan cinta tapi Peter malah menolak. 

"Spiderman punya banyak musuh, dan aku nggak mau kamu kena resikonya," kata Parker pada MJ. 

Ya, emang mungkin begitulah hidup, butuh pengorbanan kalau kita mau ngelakuin sesuatu yang benar. Tapi untuk bisa berkorban seperti itu mungkin cuma orang-orang macam Spiderman aja yang bisa. Mereka yang punya jiwa heroik. Orang-orang biasa kayak gua ini mah masih jauh dari kata itu, hidup aja masih mau enaknya doang bahkan nggak peduli dengan kebenaran. 

Hidup ini penuh resiko di setiap sisinya. Entah jalan mana yang kita pilih, pasti cepat atau lambat kita bakal ketemu dengan rintangan. Kita nggak bisa mengelak, juga mundur menolak. 

Hidup ini sungguh terlalurisky!


20 Maret 2010

Music for Life: Dashboard Confessions


mungkin karena udah lama nggak dengerin lagu DC, gua jadi suka lagi lagunya. Ini salah satu singlenya. Walau gua nggak begitu tau makna sebenernya tapi ada kutipan lirik yang gua suka.

"Don’t turn away
Dry your eyes, dry your eyes
Don’t be afraid
Keep it all inside, all inside
When you fall apart
Dry your eyes, dry your eyes
Life is always hard"

Iya, hidup emang berat. Masa iya mau enaknya aja. kita, manusia kan selalu nuntut keadilan. Begitu nya kehidupan, antara musibah dan berkah itu pasti seimbang.  

kita berani menghadapi kebahagian dalam keseharian, begitunya musibah, kita juga harus berani dan harus bisa bertahan.




A Plain Morning



lagu ini selalu mengingatkan gua pada temen gua Pungkas  yang meninggal di gunung McKinley, Alaska  saat lagi bergabung dalam ekspedisi pendaki gunung. Dia kesana ngebawa nama Indonesia pren. Dia meninggal dalam perjalanan turun dari puncak. Udah sangat dekat dengan tujuan. mengharukan. 

It's colder than it ought to be in March
and I still got a day or two ahead of me
till I'll be heading home,
into your arms again.
And the people here are asking after you.
It doesn't make it easier. (easier)
It doesn't make it easier to be away.(to be away)

I'd like to hire a plane.(a plane)

I'd see you in the morning, (morning)
when the day is fresh.
I'm coming home again. (I'm coming home again)
Coming home again. (again)
Coming home again. (again)
When the day is fresh,
I'm coming home again.(I'm coming home again)

Coba dengar dan resapi lagu ini saat kalian berada jauh dari kekasih, terpisah laut dan negara deh. Saat lagi kangen-kangenya terkadang kita pengen pulang apapun yang terjadi. kalau bisa nyewa pesawat deh untuk bisa terbang ke rangkulannya. hahaha.


19 Maret 2010

....

kita terlalu asik berdansa dijalan yang gelap. Menciptakan terang dari bara nafsu semata. Tanpa sadar pelan-pelan takdir menuntun kita ketempat awal kita bermula. Membenturkan badan kita pada kenyataan, ditengah jalan.

Seiiring itu lonceng berbunyi mengusik lalu memaksa orang-orang yang terlupakan kumpul melingkar dibalik tirai. Berhamburan mereka datang, melucuti sedikit demi sedikit dosa yang sudah kita tabung.

Lalu dibawanya kita ke pengadilan. Namun sayang tidak berujung pada kesimpulan. Semua kembali bias, buram seperti malam.


Kita tidak dipenjara. Hanya saja kaki kita dirantai dengan panjang yang dibatasi.


mari melangkah bersama di masa yang baru ini.

Bersahabat dengan kenyataan, agar sekalipun aku hilang, aku akan hilang bersamamu!
.

18 Maret 2010

been to Medan

Saatnya meluangkan waktu untuk berbagi cerita tentang perjalanan dua minggu lalu. Yap, Terjawab sudah pertanyaan seperti apakah Medan itu. Saya sukses dipilih redaksi untuk berangkat ke Medan meliput kegiatan road show  Nge-BeAT Bareng Haiskulizm ke lima sekolah di kota Medan dari tanggal 26 Feb – 06 Maret. Walau sekolah kunjungannya Cuma lima tapi kami berada di sana Sembilan hari, berarti apa? Berarti banyak waktu luang bisa dimanfaatkan untuk melucuti kota Medan.

Selain saya ada Maul, teman sekampus yang juga bekerja di Hai, bedanya dia berada di bagian promosi. Saat itu adalah Jumat, 26 Februari, kami meluncur dari Jakarta menggunakan pesawat.

Perlu kalian tahu, ini adalah kali pertama saya tahu betapa enaknya dinas keluar kota, nggak perlu ribet mikirin ongkos, tiket udah disediain, pokoknya tinggal bawa barang bawaan dan jalan deh!. Nggak perlu repot-repot mikirin penginapan dan transportasi, semua udah disediakan. Nginep di tempat yang bagus, supir dan mobil pun udah tinggal panggil. Berasa bos deh di sana. Selain itu ada juga ongkos alias upah yang diberikan berdasarkan jumlah hari kita berada di luar kota. Sedap...
Uh, suatu sambutan yang mewah diberikan langit sore itu, bulan datang terbit lebih cepat. Mengiringi si Singa Udara terbang membawa gua dan penumpang-penumpang lain.
Pemandangan setibanya gua di Bandara Polania, Medan. Dua staff penerbangan terlihat sedang menadahi air asi. Mungkin dia iri sama bayi, yang bisa merebut jatahnya dari si istri.:D
 Ini dia kunjugan pertamanya, SMA Nusantara, kabarnya sih sekolah ini udah keluar dari kota Medan, di pinggirannya lah. terbukti dengan kelakuan para warga sekolahnya. Hahaha. Suatu perkenalan yang mengagetkan. Kalimat “eh ada Afgan,” sangat bikin gua jengah sekali sampe akhirnya gua lepas kaca mata. Haha. Fuk lah..
Disini juga gua memulai sok-sokan ngomong pake logat sana, memanggil dengan sapaan aku dan kawu. Tapi tetep ketara bedanya.
"bang, asli Medan?" tanya seorang siswa
"bukan, kenapa emang?" jawab gua dengan logat yang ditarik.
"Oo pantas logat cakapnya beda."

 Anak-anak sekolah sejenis ini pun gua temuin lagi di SMA Hang Tuah yang terletak deket sama pelabuhan, udah ketebak dong kelakuan orang-orang pelabuhan kayak apa. Ya, tebakan kalian salah, walau tampang emang serem, tapi di sana banyak gua temuin cowok kemayu. Salah satunya anak ini:
kalau mau baca cerita tentang sekolah ini  klik ini

mirip-mirip dikit sama Zoey Dischannell, haha. Doi anak SMA Immanuel, cakep ya..

kurang lebihnya itu tentang sekolahnya, selain SMA Nusantara gua juga ke SMA Immanuel, SMA Dharma Pancasila, SMA Hang Tuah Belawan dan SMA 3 Medan. SMA 1 Medan juga sempet gua kunjungi untuk sekedar menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. hehehe.. kalau mau baca tentang liputan per sekolah, langsung aja klik ini hehe. promosi dikit.  


Gua menyempatkan diri untuk datang ke acara ini. Acara yang digelar oleh mahasiswa Hukum USU. Lumayan untuk gua liput trus dinaikin di Hai-Online. Nggak cuma itu, di sini gua juga sukses dikenalin dengan anak-anak band kota Medan, ada Age dari band shoegaze Corine Conception, juga ada Denny alias Gebols dari band melodic DOSN. Gua ngobrol banyak ama mereka, seru lho. Si Denny hoki banget jack! Doi punya istri orang bule, cakep banget. haha.


Selain DOSN, gua juga sempet ngobrol-ngobrol ditemani hujan sama band hardcore straight edge Martyrs. Mereka baik-baik banget sob, sampe rela nyamperin gua ke bandara pas mau pulang cuma untuk ngasih Tshirt mereka. keep rock and keep positive guys!

bersambung dulu... 

12 Maret 2010

Salah naik mobil malunya memang terlalu yah?!!!!

Sore tadi, beberapa menit tadi adalah hujan di sini.
Dan saya masih belum menemukan kacamata saya dimana.

Saat itu saya hujan2an turun dari mobil untuk mampir ke sebuah toko,
Set set set.. selesailah, dan saya langsung menuju mobil putih seperti yang saya tumpangi tadi.

"Tok-tok-tok," saya mengisyaratkan supaya pintu cepat dibuka, karena nggak tahan dingin banget ujannya.

Dibukalah sama orang di dalam yang sepertinya sibuk mainini hape, saat itu saya belum liat muka si orang, apakah benar itu supir saya atau bukan


Lalu saya duduk, dan berkata sambil mengusap-usap kepala, “ayo bang, saya Cuma liat-liat sebentar tadi,” ujar saya ke orang di sebelah..

Saat itu terasalah emang empuknya tempat duduk berasa bedanya, begitu jug dengan interior mobilnya..

Daaannn begitu juga dengan orang yang disebelah saya. Ternyata dia bukan supir saya.
Saat itu saya duluan yang sadar “eh saya salah naik mobil bang,”

“eyyyyaaaaa,, macam mana anak ini, ada-ada saja,” ujar si bapak yang sepertinya juga baru sadar kalau di mobilnya ada orang tak dikenal.

Kontan saya langung berlari, menuju mobil putih lainnya yang ada di sebelah depan. Menembus hujan, juga menembus rasa malu dan lucu yang amat sangat..


saat itu adalah 5 Maret yang lalu.
dan saya masih di kota Medan..

26 Februari 2010

Lepas sebentar dari hingar bingar.



Mari kita ke sasar..
lepas sebentar dari hingar bingar

Menuju tempat yang belum ada ku pijak. 
biar diri tambah bijak.

satu jam setengah terbang dari Jakarta,
menyembunyikan liburan disela-sela kerja. 
ya, mari kita ber-akhir pekan.
menikmati malam di kota Medan.
cukup berjalan nggak usah berlari, 
saya di sini sepuluh hari.

Bersenang-senang melucuti waktu,  
bersusah-susah menahan rindu.

07 Februari 2010

Cerita Seru PKL Season 1 (biar kaya film2 korea)

Dari semua hal yang gua alamin di sini gua cuma mau bilang kalau kerjaan ini gua suka dan ini seru.


       Terhitung dari tanggal 18 Januari berarti Sudah ganjil 5 hari gua PKL. Di suasananya yang bebas dan terlihat banyak waktu luang di kantor tapi entah mengapa gua merasa hari-hari kemarin padet banget. Sampai baru sekarang gua bisa buka blog dan klik New Post.

 “Wah, lu Pedagang Kaki Lima ki? Emang hidup jadi pedagang itu susah, enjoy aja.. jadi PKL dimana emang lu?

SAYA LAGI SEDANG TELAH AKAN melaksanakan Pelatihan Kerja Lapangan.  Iya sih seharusnya namanya PKK, Pelatihan Kerja Kantoran.  Yah, tapi begitulah namanya. Gua PKL di redaksi majalah Hai, tempat kerja  yang udah gua idam-idamkan sedari dulu. Huff, untuk itu gua bersyukur banget sama Allah yang udah denger harapan gua, padahal gua cuma berbisik.

Lebih tepatnya gua ditempatkan di Hai-Online, majalah Hai versi web. Tapi itu bukan masalah besar. Gua memilih untuk PKL ditempat ini selama tiga bulan. Yap gua memilih, memang kalau ketentuan dari kampus, PKL cukup hanya sebulan saja, namun ternyata di Gramedia Majalah ga nerima kalau magang Cuma se-sebentar itu, “ilmunya ga dapet.” Kalau kata orang HRDnya. So, gua pilih periode yang terlama. Biar gua puas, masa iya gua yang udah berharap banget bisa jadi bagian di Majalah Hai tapi cuma PKL sebentar.

Walau job desk gua di sini ga begitu sesuai dengan kuliah, tapi gua sangat menikmati, yah karena memang gua udah suka pekerjaan ini.

emang lu jadi diposisiin dimana ki.?

29 Januari 2010

"City Paint"

Lets paint this city of pain.

17 Januari 2010

Finding Helvetica...


Setelah nonton film dokumenter Helvetica, jadi tertarik untuk mengamati font-font yang ada di jalanan.. Di film dokumenter tersebut di katakan bahwa "helvetica is everywhere."but...
© blogrr
Maira Gall