indie
Tampilkan postingan dengan label indie. Tampilkan semua postingan

21 September 2014

#Artikel - Self-Published Your Photobook and Be Happy



Di era kemajuan teknologi, industri percetakan dan sosial media ini, rasanya tiap pehobi fotografi perlu menjadikan penerbitan buku fotonya sendiri sebagai pencapaian. Selain akan membahagiakan diri sendiri, ini penting untuk memperkaya referensi fotografi.


Kalau kita berkunjung ke toko buku dan melihat rak koleksi buku-buku fotografi, pasti yang banyak kita temui adalah buku-buku panduan teknik fotografi. Mulai dari panduan fotografi dasar, teknik pencahayaan, hingga panduan menguasai digital imaging dalam waktu singkat. Sementara buku fotografi yang berisi kumpulan karya foto dengan tema tertentu dari seorang fotografer sedikit sekali mengisi rak. Kalau pun ada pasti harganya mengejutkan. Kebanyakan harganya di atas Rp 300 ribu. Niat untuk mengoleksi buku foto, memperkaya referensi foto, dan mengapresiasi karya fotografer pun mau tak mau harus ditunda. 

27 Januari 2013

Hari ke-23: Indie yang Tak Selalu Independen


Ada yang menarik dari term indie yang hidup di budaya kita kini, terutama di kalangan anak muda. Setahu saya—dan ternyata dibenarkan oleh penjelasan dari Wikipedia—indie adalah bentuk pendek dari independence atau independent alias kemandirian. Kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan daya sendiri, tanpa atau minim bantuan dari pihak lain. Tapi, nyatanya, sekarang istilah indie itu sudah bergeser pemaknaannya. Indie selalu merujuk kepada gerakan atau kelompok yang seolah mengandung selera seni tersendiri, bergaya eksentrik, dan pastinya tidak mainstream. Padahal, sebenarnya ada istilah yang merangkum semua ketidakbiasaan dan atau resistensi itu, yaitu alternatif.    

Kira-kira, apakah penyebabnya? 
© blogrr
Maira Gall