Friday, April 30

Menghadiahkan Diri Sendiri


Misi kawan, saya numpang seneng yah. Ini saya baru aja beli kamera baru, demi menghadiahkan diri di hari lahir saya sendiri, 28 April kemarin. Adalah kamera Rangefinder yang memang udah saya inginkan sedari beberapa bulan kemarin. Ini semua karena memang saya lagi suka snapshot. Ternyata menikmati keajabain dan keterkejutan dengan apa yang terekam di film negatif membawa kepuasan tersendiri. betapa oh betapa..

Tak peduli ini merk apa, yang penting ini bisa dipake moto.  Tapi untuk sekedar  info, ini kamera merk Ricoh GX 1, saya beli di Bandung dengan uang hasil ngejual barang dulu. Tapi nggak perlu saya beritahukan kalau harga barang ini 300rb? Ya emang sepertinya nggak perlu.

Nah, nggak lengkap kalo ngomongin kamera tanpa ngomongin hasil jepretannya. Yap, tunggu saja, saya lagi sedang telah membeli satu roll film untuk menjajal kamera ini.

......


Semoga saya tidak menjadi sombong dengan menceritakan kesenangan saya ini.
Semoga Tuhan menjadikan saya tidak menyia-nyiakan alat ini. Semoga amin

.

Tuesday, April 27

Semua Ini Gara-Gara Pertemuan Saya Dengan "Diana"

ini lensa Fisheye Diana nya
ini converter alias adaptor nya.
Tadi saja iseng main ke Lomo Store di Jalan Bumi. Ternyata benda yang saya kira cuma ada di Internet bisa ada di sana. Yap, di sana saya melihat converter lensa Lomo Diana untuk ke kamera Nikon, artinya dengan alat itu kita bisa memakai lensanya Lomo Diana di kamera konfesional (baca: SLR)

Setelah diliat, harga converternya adalah 185.000. kabar baiknya, ternyata Diana juga punya lensa Fisheye yang dijual terpisah, harganya 500.0000. Itu artinya kita bisa moto dengan efek fisheye di kamera SLR dengan harga 685.000. Padahal kalau kita beli lensa fisheye untuk SLR bisa sampe 4 jutaan.. Hmmm, jadi tertarik.


Apalagi baru saja saya menghabiskan satu roll bersama tante Diana ini, juga dengan lensa fisheye nya. Hasilnya sangat puas, walau gagal sih.hahaha. Jadi semakin penasaran untuk menerapkannya  di kamera SLR. toloongggggg!!!!


ini hasil terbaik dari kamera Diananya yang pake lensa fisheye:

Monday, April 26

"Yang Ditonton Mah Udah Kemana-mana, Kita Mah masih Disini!"

Waktu senggang emang paling asik kalo kita abisinn untuk nonton tv sambil selonjoran dan bermalas-malasan. Apalagi untuk anak kecil yang masih belum punya banyak pikiran, nonton TV bisa sangat menyenangkan. Sambil pelan-pelan melupakan kalau besok ada PR.

Tapi hal seperti itu nggak pernah akan dibiarkan oleh seorang ibu. Bermalas-malasan adalah hal yang harus dibuang jauh-jauh. Nah, hampir semua orangtua selalu mengatakan hal yang sama ketika nyuruh anaknya berhenti nonton TV.

Begitu juga dengan ibu saya, dia selalu berkata seperti ini "Ngapain nonton TV mulu, nggak maju-maju, yang ditonton mah udah kemana, kita masih di sini, males-malesan. Udah sana belajar!"

Tapi setelah barusan saya pikir-pikir, ada benarnya juga yah perkataan itu. Coba deh, orang yang kita tonton itu pasti dapet honor banyak untuk tampil di Tv, sementara kita yang nonton nggak dapet apa-apa kecuali hiburan serta waktu yang terbuang. 

Kita sibuk mengamati perkembangan hidup para selebriti di acara infotainment, sementara mereka tau kita aja nggak kan. Padahal kita udah perhatian sama mereka.


ya, ini hanya sedikit pemikiran, nggak mesti diadopsi semuanya. Intinya mah, jangan keseringan nonton Tv dan ayo bergerak!


.

Sunday, April 18

Di Selipan Dompet, Tempat Secuil Memori Perkuliahan Itu Tersimpan, Usang.

Bagaimana kalau bangun tidur di bukan malam ini saya jadikan saja garis mulai untuk melakukan reformasi pikiran.
Mencari lalu memungut kembali secuil memori tentang perkuliahan yang sempat saya simpan diselipan dompet. Sayangnya, keadaannya sudah cukup usang dan sulit untuk dibuat menjadi jernih lagi.

Bukan lagi tulisan-tulisan dalam majalah yang dilahap mulai saat ini, juga bukan lagi anak-anak SMA yang bakal dijumpai beberapa saat ini. Melainkan tulisan-tulisan yang membentuk sindikat perteorian bermarkas dalam buku. kita sama-sama tau kalo rasanya  yang pait membuatnya susah ditelan mata dan dicerna pikiran. Juga, kawan-kawan di kampus sana beserta orang-orang pintar yang ingin dipanggil sebagai dosen.

Kali ini pun saya membuka New File pada Microsoft Words, tapi bukan tanpa spasi seperti tiga bulan ini. Melainkan sengaja merenggang jarak dua spasi. Jadi terlihat panjang, tidak seperti artikel-artikel dua halaman yang bisa dikerjakan tiap minggunya.


tak ada bis yang biasa lewat sebelum memulai pekerjaan selain Bismillah, maka saya beri dia jalur.

Sunday, April 11

Semua Bermula Dari Cewek BBB.

Sedikit gua mau berbagi, di paruh kedua PKL gua di Hai gua pindah divisi ke majalah cetak (sebelumnya di Hai-Online). Nggak pake lama, segambreng kerjaan langsung diberi ke gua. Saat itu adalah fenomena cewek BBB yang menjadi topik lepas di Hai.

Alih-alih mau ngetes kemampuan gua menulis, sang redaktur pun menugaskan gua untuk menulis laporan utama beserta profil tiga cewek BBB. Dengan kata lain ini adalah pengalaman pertama gua bikin artikel panjang untuk di Hai. Gua yang bisa nulis karena hobi aja tanpa ilmu jurnalistik pun langsung minder plus jiper dibuatnya. Tapi itu nggak berarti gua nggak coba, sebisa mungkin gua coba untuk bikin artikel tersebut.

berbekal wawancara dan observasi langsung ke beberapa anak SMA akhirnya setelah  sekian hari  tulisan yang gua cicil-cicil itu pun beres juga.


Kalimat "Lumayan bagus juga ki tulisan lo" dari bapak redaktur yang nggak perlu dikasih tau lagi namanya itu sangat jadi penghargaan bagi gua. Terima kasih Hai untuk kesempatannya..  hehe..


nih kalo mau liat buktinya..