Monday, January 23

Kartu Pos Bersuara



Apa sih esensi dari mixtape itu? pamer lagu kesukaan kita ke khalayak banyak sekalian mencitrakan diri lewat jenis musik serta band yang membawakan lagu-lagunya?  terlebih lagi, dari sekian banyak mixtape yang di-share kawan-kawan di blognya, kebanyakan isinya lagu-lagu yang tidak terkenal. Segmented banget. Terlalu personal. Apa sih maunya?

Sekiranya, itu lah hal-hal yang saya terus pertanyakan dulu, sebelum November kemarin. Sebelum saya merasakan sendiri betapa seru dan pentingnya berbagi lagu kesukaan kepada orang lain. Saya mencoba mendengarkan mixtape yang diberikan oleh seorang kawan, dari lagu pertama sampai lagu terakhir saya putar tanpa jeda, pun saya putar berurutan. Hasilnya, saya suka!

Monday, January 2

Ketika Kiamat Menjadi Hal Yang Menyenangkan!

Ada dua hal yang menjadi ritual kita, masyarakat urban, di akhir Desember tiap tahunnya: mengulas kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama setahun ke belakang  dan mempersiapkan diri dengan sejumlah rencana untuk menghadapi pergantian angka tahun. Nah, dalam mempersiapkan diri untuk tahun 2012, ramalan suku maya yang menyatakan datangnya kiamat sedikit banyak mempengaruhi persepsi dan sikap kita tentang tahun ini. Jika pada awal beredarnya – medio 2009 – isu ramalan datangnya kiamat terdengar sebagai hal yang menyeramkan, kini isu terdengar hanya sebagai sesuatu yang popular, terlebih lagi ketika kita melihat karya-karya ilustrasi komunitas Gambar Selaw (Galaw) dalam pameran Apocalypse 2012 Mixtape, seketika kiamat menjadi hal yang menyenangkan. Haha..  

Pameran yang diadakan pada  29 Desember 2011 – 11 Januari 2011  di Ruangrupa Shop, Tebet, Jakarta ini menampilkan sejumlah karya drawing  (gambar tangan) yang merespon isu datangnya kiamat di tahun 2012. Alih-alih menjadi takut, pemirsanya malah dibuat tertawa terpinggal-pinggal dengan guyonan khas anak muda urban yang diterapkan pada sejumlah karya. Sulaiman Said misalnya, menampilkan gambar seseorang memakai peci, celana digulung dan berbaju koko sedang memegang bendera NU (Nahdatul Ulama), sementara disebelahnya terlihat tangan yang terkapar melepaskan bendera bertuliskan M. Di atas kedua orang itu ada tulisan “Kalo Kiamat yang Muhamadiyah Mati Sehari Lebih Cepet Dari yang N.U”. Haha. Kita pasti sudah sama-sama paham maksud dari humor ini.