![]() |
| Far magazine edisi 16, Desember 2011 |
Berawal dari ikut ayahnya yang seorang pemadam kebakaran latihan melewati halang rintang, David Belle kemudian mengaplikasikan teknik-teknik tersebut di lingkungan sehari-hari di Prancis sana. Dari situ lah, Parkour sebagai seni berpindah tempat yang mengutamakan efisiensi dan efektifitas berkembang. Hingga kini, disiplin ini sudah ditularkan nyaris ke semua negara, termasuk di Indonesia.
Parkour mulai dikenal Indonesia mulai masuk di tahun 2007. Di tahun pertamanya Malang, Bandung, Yogya, Surabaya dan Jakarta menjadi lima kota pertama yang mulai menggeluti kegiatan Parkour ini. Melalui obrol-obrol lewat forum di dunia maya akhirnya mereka bersatu membentuk Parkour Indonesia. Dari situ lah 17 Juli 2007 pun dimantapkan sebagai hari jadi Parkour Indonesia. Kini, nyaris disetiap kota-kota besar di Indonesia memiliki organisasi parkournya.
Di Jakarta sendiri, komunitas Parkour-nya dimulai oleh segelintir orang saja. Di antaranya adalah Fadli dan Daniel. Dari segelintir orang tersebut, kini mereka sudah menarik peminat lebih banyak. Menurut pendataan yang dilakukan pada Mei kemarin, ada sekitar 60 anggota tetap yang tergabung. Kalau dihitung jumlah orang ikut berlatih, Daniel menyatakan jumlahnya bisa lebih dari seribu orang. Menariknya lagi, para anggota ini tidak dibatasi umur dan jenis kelaminnya. Bahkan anak kelas 1 SD pun pernah gabung latihan.
