04 Juli 2021
Hilir-Mudik di Sarang Duka
15 Juni 2021
Kemenangan Kecil Ramadan: Turunin Berat Badan
Saat Ramadhan kemarin, gue bertekad untuk cerita soal ini sebulan setelah lebaran demi ngasih waktu untuk diri gue membuktikan gue bisa mempertahankan berat badan yang cukup ideal ini. Dan hasilnya bagus. Berat gue sekarang berkisar 66-67 kg. Naik sekilo dari bobot teringan gue pas puasa, turun 5 kg dari berat badan gue sebelum puasa. Sebuah pencapaian!
Gue inget banget sebelum operasi kaki, sekitar awal April, berat badan gue 72 kg. Itu adalah bobot terberat gue dan bertahan cukup lama. Udah dari 2018 kayaknya berat gue berkisar di atas 70. Gak gembrot-gembrot amat. Tapi udah cukup membuat gue terlihat gombyor di beberapa bagian tubuh seperti pipi, leher, dan tentu saja, perut.
20 Mei 2021
Yang Melaju Ketika Sepeda Digowes
Setiap kali pergi sama keluarga naik mobil di akhir pekan, kami sering ngomentarin banyaknya orang yang bersepeda. Kami kaget dengan meledaknya hobi ini. Apalagi harga sepeda yang berseliweran itu mahal-mahal. Setiap kali melihat pesepeda mewah di Jakarta, gue ngerasa ngeliat DP KPR melayang-layang di jalan.
Gak jarang juga tuh kami ngomentarinnya pake nada ngejek. Dasar pesepeda musiman~
Padahal oh padahal, gue adalah salah satu orang yang tiba-tiba suka sepedaan gara-gara pandemi ini.
15 Mei 2021
Sorry, Gue Minta Maaf
Lebaran adalah momennya kita jadi orang yang sangat murah hati. Akan ada banyak orang yang meminta maaf lahir dan batin, dan kita akan memberikannya dengan sangat mudah. Tanpa pikir panjang.
Kita semua ingin menjadi bagian orang-orang yang menang dan kembali fitrah di hari lebaran. Kesalahan yang belum dimaafkan itu seperti noda yang gak dicuci.
Tapi pernah gak sih, sebelum kirim ucapan mohon maaf lahir dan batin, atau menjawab permohonan itu, kita mengingat-ingat lagi kesalahan apa yang perlu dimaafkan?
Di situasi kayak gini, gue jadi mikir kalau kata "I'm sorry' itu lebih baik dari pada "minta maaf". Kata "sorry" mengandung penyesalan. Jadi, kita berusaha dulu menyadari dan mengakui kesalahan yang sudah kita lakukan.
09 Mei 2021
Truk Lebaran di Antara Lapang-Sempitnya Jalan
Lebaran ini gue kepikiran untuk bikin project iseng-iseng berhadiah. Gue seneng banget bisa melakukan ini. Jadi keinget masa-masa gue aktif berkirim kartu pos.
Ya, jadi gue menyiapkan hampers untuk temen-temen deket gue di tim kantor. Awalnya cuma kepikiran untuk kirim kue buatan nyokap aja. Tapi, kok, gue ngerasa kurang personal. Gue pengin nambahin sesuatu yang bener-bener buatan gue. Dari gue untuk mereka.
02 Januari 2021
Bersepeda ke Depok
Gak ada yang lebih bangsat di 2020 daripada nonton berita tentang Wuhan udah bebas Corona tanpa vaksin, pas gue lagi di rumah sakit abis nganter bokap-nyokap ke UGD rumah sakit rujukan
Pas di depan UGD, mamah masih bilang kalau dia gak ngerasain gejala berat. Ia mau dirawat cuma demi meredakan kecemasan keluarga. Kalo isolasi mandiri di rumah terus tiba-tiba sakitnya berat, siapa yang bisa bantu? kalau di rumah sakit kan ada perawat.
Nyatanya, selama di rumah sakit, keadaan mamah berangsur-angsur berat. Baru juga semalem, mamah udah gak bisa ngangkat telpon kami karena kewalahan menghadapi demamnya.
21 April 2020
Ibadah Petang
17 Januari 2020
Nama Anak
Nama depan Rania sudah ditentukan namanya bahkan sebelum kami menikah. Rima yang punya ide. Ia sangat mengagumi sosok Ratu Jordania. Jika punya anak perempuan, Rima mau pake nama ratu tersebut. Selain itu, kata Rania dalam bahasa Arab berarti 'ratu' sama persis dengan nama depan Rima.
Gue setuju dengan usul Rima. Selain karena artinya itu, nama Rania enak didengar. Dan belum banyak ada yang pakai.
Kemarin setelah Rania lahir, mamah gue nanya. "Nanti Rania dipanggilnya apa?"
01 September 2019
Hobi Baru
Gue punya dua hobi baru di rumah, yaitu menyiram tanaman dan membakar sampah.
Hobi pertama biasa gue lakukan di halaman depan rumah. Hampir setiap pagi dan sore atau malam.
Gue dan Rima punya taman kecil. Awalnya cuma tanah kosong saja. Lalu kami tanami rumput di seluruh permukaan. Di sekelilingnya kami taruh tanaman-tanaman hias dengan warna-warna yang kami suka. Ada cemara kecil juga di tengah yang tingginya nggak bertambah-tambah sampai sekarang
Sekitar tiga bulan lalu, kami sempat malas mengurus taman. Di masa itu, taman kami sering ditumbuhi rumput liar dan tanaman tak diharapkan lainnya. Tanaman hias yang kami beli malah kering dan layu. Sampai-sampai kami nggak tahu bagaimana rupa bunganya.
19 Agustus 2019
Dua R
Nama itu gue pilih bukan untuk menyiasati nama akun yang sudah diambil orang. Dua R adalah inisial nama gue (dan juga Rima).
Nah, obsesi terhadap nama dengan dua huruf konsonan itu muncul sejak gue baca Rumah Kaca (Tetralogi Buru). Tokoh utama novel itu adalah Pangemann. Dalam beberapa kalimatnya, ia menekankan bahwa namanya harus menggunakan dua N.
06 Desember 2018
Syarat Nikah Selain Cinta: Ganteng!
Udah sering banget Rima dan mamah kompak ngomel karena menurut mereka muka gue kusam.
"Rizki udah sering cuci muka pake sabun, kok."
"Nggak cukup. Kalau mau nikah harus facial," kata mamah suatu waktu. Facial sebelum nikah itu seolah wudhu sebelum solat, ya? hmm
Sore tadi sebelum berangkat, gue memastikan ke Rima sambil berharap pemakluman. Haha.
"Neng, seberapa harus aku facial?"
"1000%"
"Baique. Aku pergi sekarang nih. Minta ditemenin mamah."
05 Desember 2018
Almost But Not Quite There
Kalo ada yang merhatiin, di Instagram gue sering ngepost foto dengan caption "Almost but not quite there."
Lewat foto, gue pengen nyoba mencurahkan excitement sekaligus anxiety yang gue rasain selama berada di masa 'hampir sampai' ini.
Seluruh foto gue ambil sejak Februari 2018
Tadinya mau gue buat zine dan jadi suvenir terbatas di nikahan, tapi ternyata males ngurus cetak-cetakannya. pisss
12 November 2018
Tentang Menjadi Bapak #2
29 Oktober 2018
Kesepakatan Rrumah #31
"Ini pernikahan, bukan pesta ulang tahun. Jangan kayak anak kecil Nggak boleh maunya asik sendiri, mesti mikirin banyak orang."
30 September 2018
Tentang Menjadi Bapak
07 Juli 2018
Tanggal Cantik
Jadi, gue dan Rima hari ini punya rencana untuk survei satu tempat resepsi. Sebuah masjid di bilangan Cinere.
Namun, rencananya bertambah di pagi hari. Rima ngajak mampir ke sebuah gedung di Pondok Labu untuk test food sebuah jasa katering yang paling murah yang kami temui.
06 Juli 2018
"Ayat-ayat Cinta, Mah, Lewaat..."
05 Juli 2018
Menceritakan Rencana Nikah Ke Teman Dekat
Gue sempat bercita-cita untuk menyembunyikan rencana pernikahan dan baru memberi tahu orang banyak saat sudah dekat waktunya saja. Pertama, biar surprise. Kedua, biar gue terbebas dari perasaan bahwa gue mesti begini-begitu dalam mempersiapkan pernikahan. gue mau gue dan pasangan bener-bener menjiwai (rencana) pernikahan kami benar-benar dulu sebelum akhirnya orang tahu. Pun, ada resiko kita ketimpa jinx kalau menceritakan rencana.
Tapi menyembunyikan itu susah, ternyata.
Atau lebih tepatnya, menceritakan rencana pernikahan itu ternyata berfaedah. Bikin lebih enteng dan mantep. Asal ke orang yang tepat ceritanya kali ya.
Gue sudah membuktikannya. Satu persatu temen dekat gue ceritain juga akhirnya. Gue cerita ke Dea, Abriani, Jeanett, Hira, Adi dan yang paling seru adalah saat cerita ke temen sebaya, yaitu Tito serta Lodar.
04 Juli 2018
Kesepakatan #64: Menunda Cerita Ke Media Sosial
"Hah. apaan lagi?"
"Setelah nikah, aku nggak mau kita langsung update apapun di media sosial. Cerita-ceritanya kita tunda sampe, hmm, dua minggu setelahnya. Gimana gimana?"
"Ih, emang kenapa sih?"
"Aku nggak mau aja kita pamer kebahagiaan sekilas-sekilas. Kalaupun mau cerita, cerita yang utuh. Dengan ngasih jarak dua minggu, kita punya waktu untuk mengolah momen-momen pernikahan kita dulu."
"Deal"
*ps: Nomor kesepatakan dipilih acak. Bukan sebuah urutan.











