majalah Hai
Tampilkan postingan dengan label majalah Hai. Tampilkan semua postingan

07 Januari 2013

Hari ke-6: HAI yang Selalu Menyapa Pria untuk Merayakan Masa Mudanya


Dalam serial cerita Lupus terbitan 1995 yang berjudul Interview Duran-Duran, dikisahkan, Lupus SMA yang jadi kontributor Majalah HAI, diberi tawaran untuk hengkang ke Hongkong menyaksikan konser band idolanya, Duran Duran. Tawaran itu diberikan oleh mas Iwan, Wakil Pemred majalah Hai saat itu, karena ia tahu Lupus sudah paham betul seluk-beluk band tersebut. Maklum, majalah Hai dapet kesempatan eksklusif untuk mewawancara band yang cukup nge-hip di era 90-an itu, jadi Lupus bakal jadi garda depan majalah Hai untuk memburu cerita langsung dari para personilnya.

Sontak Lupus pun girang. Tanpa babibu, ia menerima tawaran itu. Walau mas Iwan nggak menggratiskan ongkos pesawat, Lupus nggak patah arang, bersikeras ia berusaha untuk cari tambahan uang untuk beli tiket pesawat, yang saat itu, menurut bukunya, seharga USD 600. Bantuin Maminya bikin kue bahkan sampai ikut kerja di bengkel abangnya Boim.  Tak lama, berangkatlah Lupus bersama dua orang awak Hai, Denny, wartawan Hai yang merasa minder untuk wawancara Duran Duran dan Sute sang fotografer.
© blogrr
Maira Gall