Friday, August 24

Pariwisata ke Pulau Pari (bagian 2)

Bagian kedua dari seri Pariwisita ke Pulau Pari ini bakal diisi oleh parade foto dari benih film seluloid. Karena akan terasa hambar kalau dicampur dengan rangkaian foto digital - nuansa warnanya berbeda - maka foto-foto ini pun dipisahkan. hehe. Selamat dinikmati. :D


Pariwisata Ke Pulau Pari




Jika kota diibaratkan sebagai rumah, maka ia mesti membutuhkan taman belakang yang terpisah dari ruang kerja, bahkan ruang keluarga,  sebagai tempat para penghuninya mencicipi udara segar dan meretas kebosanan dengan pemandangan alam. Beruntungnya, Jakarta termasuk kategori rumah yang ideal. Jauh di utaranya, rumah Jakarta dianugerahi ‘taman belakang’ yang super indah oleh Sang Arsitek. Tak cuma hijau tanaman yang bisa kita cicipi, sebentang luas laut biru nan jernih, pantai berpasir putih lembut dan udara segar hembusan angin sepoy siap  jadi sepaket wahana rekreasi di gugusan taman Kepulauan Seribu. Pulau Pari adalah salah satu petak tamannya yang saya kunjungi kemarin, Rabu-Kamis, 22-23 Agustus 2012.   

Lewat pintu utara Jakarta yang berlabel Muara Angke, kita bisa menumpang kapal-kapal kayu dengan ongkos Rp 26-30 ribu. Tak butuh waktu lama, cukup dengan satu jam setengah kita sudah bisa mendaratkan langkah pertama di surga dunia seluas 94,57 hektar yang menjadi bagian dari kecamatan Kepulauan Seribu Selatan itu.

Wednesday, August 1

Alien Alien asal Clark Kent: Cerita Pengalaman Dikenalkan dengan Alien

 “Dulu sekali di Mesir, saya pernah hilang. Inilah hasilnya. Jangan tanya berapa lama saya hilang karena saya tidak tahu (…) Saya ditemukan pingsan di gurun, beberapa meter dari reruntuhan kuil dekat Luxor, telanjang bulat dengan gambar-gambar ini”

Itu adalah kutipan penjelasan awal yang diberikan oleh Kell mengenai tato 617 simbol yang terukir di sekujur tubuhnya. Berbeda dengan biasa, tato pada tubuh Kell disebutkan memang terukir sangat presisi. Bahkan, pekat hitam warnanya pun seperti diglasir sehingga tampak  sangat berkilat.

Sekumpulan orang yang menyimak pun jelas terkesima. Selain bertanya-tanya apakah makna dari 617 simbol itu, satu tanda tanya besar lainnya adalah kenapa Kell bisa menghilang?

“it was alien,” dengan singkat Kell pun menjawab. Kali ini, Dee Lestari dalam seri kedua Supernova, Akar, tidak begitu menggambarkan persis seperti apakah ekspresi Kell saat menjawabnya. Tanpa ada penjelasan lebih lanjut apakah Kell berbohong atau tidak.

Mendengarnya pun, para pemirsa di ruangan itu nggak ada yang menimpalinya dengan rentetan pertanyaan lagi. Alien seolah menjadi sebuah jawaban yang nggak usah diragukan lagi kengacoannya. Kira-kira seperti itulah apa yang ada dibenak setiap orang yang menyaksikan ceramah Kell saat itu. Termasuk Bodhi, si tokoh utama dalam novel.

Lalu, kalau kalian menjadi salah satu orang yang mendengar pernyataan Kell tadi, apakah kalian percaya?