Saturday, June 23

Getting Far For Another Reason (+bonus Mixtape)


Peribahasa berkata bahwa terkadang gajah yang ada di pelupuk mata bisa tak terlihat, sementara semut yang di seberang lautan bisa tampak.  Saya nggak begitu tertarik dengan arti yang ditawarkan oleh buku-buku pelajaran yang mengaitkan peribahasa ini dengan kemunafikan kita dalam melihat mana kebenaran dan kesalahan. Apalagi kalau mengingat gajah yang dipilih menjadi metafora dari kesalahan. Padahal kan gajah itu binatang yang – kalau menurut film kartun -  adalah binatang baik dan lucu. Haha.

Ketika saya tiba-tiba mengingat peribahasa ini pun justru saya nggak ingat dengan apa makna umumnya itu. Perspektif yang dipandang oleh renungan saya justru tertuju pada konsep jauh dan dekat. Lucu yah, bisa-bisanya  gajah yang besar dan dekat tapi nggak terasa keberadaannya. Sementara semut yang mini dan nyaris nihil nan jauh di sana justru bisa begitu intim dengan pandangan mata kita yang terbatas. Saya pun jadi bertanya, apa benar dekat bisa membuat kita menjadi intim dan menjauh bisa membuat kita lupa?

Monday, June 18

Brightspot Babies

Biasanya alasan saya ingin memotret bayi-bayi adalah karena ekspresinya yang lucu dan lugu. Tapi, saat berkunjung ke Brightspot kemarin saya menemukan hal seru lainnya, yaitu relasi antara bayi dan orangtua mereka yang masih muda yang asik berburu barang pemenuh hasrat gaya hidup dan fashion di sebuah bazar yang erat dengan citra urban, kekinian, dan keren.

 a curated market of all things cool. Begitulah bunyi slogan dari bazar periodik yang sudah memasuki gelaran kedelapannya ini. Rasanya, bukan cuma barang konsumsinya saja yang dikurasi disini, tetapi juga para pengunjungnya.

Seru deh pokoknya. Jadi bisa membaca pola konsumsi, gaya hidup sampai persoalan gender dari bagaimana bayi-bayi bergentayangan di pasar urban, menengah atas dan kekinian itu. Yihii
 

Saturday, June 9

Mimpi mencipta Street Photography Rasa Indonesia.


Saya sepakat dengan apa yang ditulis oleh Arief Adityawan dalam bukunya yang berjudul Tinjauan Desain Grafis. Pada subbab Perkembangan Fotografi ia menyebutkan bahwa setelah di tahun 1888 George Eastman menciptakan kamera Kodak  yang sangat mudah dibawa, masyarakat pun mulai membiasakan diri membawa kameranya kemana mereka pergi. Adityawan menyebutkan bahwa  sejak saat itu pendekatan orang dalam memotret pun setidaknya ada dua yaitu fotografi dokumentasi dan fotografi pictorial – fotografi yang mengedepankan nilai estetika.

Lantas, masih menurut Adityawan, di ranah dokumentasi pun ada beberapa motivasi ketika orang ingin memotret. Pertama, untuk memenuhi rasa ingin tahunya: seperti apakah realita yang ia alaminya jika dipotret. Kedua merekam secara kritis kondisi sosial masyarakat.

Friday, June 8

Bergentayangan di Hellofest






Ada cerita seru dari kunjungan saya ke Hellofest, Februari lalu. Hehe. Festival animasi besar-besaran yang digelar oleh Hellomotion itu ternyata nggak cuma menampilkan lomba animasi aja. Melainkan meluas ke hal-hal lain yang masih dalam satu lingkupunya. Ada ajang Cosplay yang mengajak orang-orang untuk berdandan semirip mungkin dengan tokoh animasi, dan ada juga bazaar.