Saturday, December 29

Aturan main dan Peserta 30 Hari Bercerita

Halo teman-teman, 

Senang rasanya melihat banyak banget yang antusias untuk menggalakkan diri rutin bercerita. Hehe. Apa saja nih yang sudah kalian lakukan untuk mempersiapkan diri, mendadani blog, membeli notes untuk coret-coret ide, atau malah sudah mulai mendaftar topik cerita yang akan dipublish nanti?  

Karena tanggal 1 Januari, waktu dimulainya 30 Hari Bercerita akan segera datang, mari kita bicarakan lebih lanjut tentang ini-itunya nanti. Di bawah ini sudah saya rancang beberapa poin aturan mainnya nanti. Jika ada masukan atau usul untuk koreksi jangan ragu untuk disampaikan yah. 

ini dia aturannya: 

Saturday, December 15

Ajakan 30 HARI BERCERITA



"Seseru apa pun pekerjaan menulismu, sempatkanlah menulis untuk dirimu sendiri,"



Desember tahun lalu, saya menuliskan kalimat tersebut pada sebuah kartu pos yang saya kirimkan ke teman yang bekerja sebagai wartawan. Ungkapan itu dirumuskan bukan sebagai nasihat satu arah, melainkan sekaligus sebagai pesan yang ditujukan untuk siapa pun, termasuk diri saya sendiri. 


Bagi saya, kalimat itu adalah pengingat. Agar ketika saya hanyut dalam aktivitas menulis karena tuntutan kerja, saya tetap ingat dan semangat untuk menuliskan cerita dan gagasan personal. Alasannya, sudah pasti karena menulis untuk diri sendiri membuat kita bisa lebih mengeksplorasi diri. Selain itu, selalu ada kepuasan dan sensasi tersendiri ketika kita berhasil menyelesaikan tulisan tanpa tuntutan dari luar. Apalagi, ketika tulisan di-upload  ke dunia maya ada satu nilai lagi yang bertambah, yaitu berbagi cerita. 

Tuesday, December 4

‘Ini Hidup Apa Film’ sebuah mixtape



INI HIDUP APA FILM
 sebuah mixtape menghidupkan (lagu) film untuk memfilmkan hidup

Mana yang lebih dulu hadir, film drama atau drama kehidupan? Kalau dirunut secara logis, drama kehidupan lah yang pertama muncul. Karena, film drama itu mesti terinspirasi dari realita. Tapi coba lihat apa yang terjadi, tiap kali mengalami sebuah peristiwa yang sentimentil nan dramatis, pasti, di antara kesedihan, kepanikan dan atau penyesalan yang menjalar mendominasi perasaan, ada satu suara yang bergumam dalam diri kita “Duh, ini hidup atau film sih, dramatis banget.”

Drama kehidupan terasa seperti di film, begitu dramatis.

Saturday, November 17

Advertorial Indosat: Saatnya Lupakan BBM Pending

HAI magazine edisi 46, November 2012 


Saatnya Lupakan BBM Pending
Lewat paket Blackberry Premium nggak ada lagi cerita BBM pending atau browsing lemot. Semua lancar!

Setuju dong kalau koneksi internet pada ponsel Blackberry kita itu adalah yang penting? Apalagi sekarang ini, seluruh informasi dan komunikasi didapat dari media sosial yang butuh koneksi internet. Sudah pasti, koneksi yang lemot bisa jadi bencana. 

Coba bayangkan deh, tim sepak bola kesayanganmu sedang bermain, sementara kamu jauh dari televisi, satu-satunya akses untuk update skor pertandingan adalah Twitter. Nah, nggak enak kan rasanya kalau tiba-tiba koneksi Blackberry kamu lemah, kamu jadi nggak bisa mengikuti pertandingan deh. Itu masih mending, kalau kita sedang janjian sama pacar lalu pesan BBM kita pending, pasti bisa membawa masalah besar, tuh. Sang pacar bisa ngambek seharian. 

Sunday, November 11

Berita Kehilangan



menempa profesionalisme
menyelami perusahaan 
menjelajah lapangan 
mencari pekerjaan 
mengejar 
kar-
ie-

Sunday, October 21

Film Director: The God Of Movie



Hai Magazine edisi 44, 2012


Memengaruhi perasaan dan pemikiran penonton, menuangkan idealisme dan mimpi, serta menegakkan passion. Nggak heran kalau sutradara disebut sebagai dewanya film.

Siapa yang sudah nonton Perahu Kertas 2? Ngaku deh, pasti ada dari kalian yang perasaannya berubah drastis setelah film usai. Sebelum masuk studio kita bisa ketawa-ketiwi sama pacar,  eh saat layar bioskop padam, kita malah termenung di kursi, galau karena merasa cerita Kugy dan Keenan yang ada di film begitu menyentuh. Atau malah ada yang merasa konflik pada film mirip dengan kejadian yang pernah kita alami. 

Nah, perubahan emosi dan pemikiran itulah efek dari kepiawaan seorang sutradara meracik film. Karena, dari mulai alur cerita, angle pengambilan gambar, akting para pemeran, urutan adegan, sampai penyatuan musik latar yang sesuai dengan mood menjadi tanggung jawab seorang sutradara. 
“Seorang yang bertanggung jawab di bidang kreatif film. Memvisualkan teks-teks skenario menjadi gambar. Pokoknya, sutradara bertanggung jawab penuh terhadap gambar. Sutradara harus bisa bercerita banyak dari rangkaian plot,” begitulah definisi sutradara dari seorang Hanung Bramantyo, Sutradara dari dua film Perahu Kertas (2012). 

Saturday, September 29

Workshop Fotografi Jakarta 32c: Lupakan Kamera Sejenak, Mari Kita Berwacana

*menulis laporan Workshop Fotografi Jakarta 32 c atas nama Ruangrupa untuk Whiteboard Journal. Diterjemahkan ke bahasa inggris oleh Dwiputri Pertiwi dan dipublish di Whiteboardjournal.com pada 21 September 2012


Apa jadinya kalau sebuah workshop fotografi tidak menghadirkan kamera sama sekali di tiap pertemuannya. Hal itulah yang terjadi di Workshop Fotografi Jakarta 32c garapan Ruangrupa. Workshop yang mengambil tempat di markas Ruangrupa, Tebet, Jakarta ini justru mengesampingkan mentah-mentah urusan teknis fotografi dan fokus ke hal penting lainnya yang terjadi dari kegiatan fotografi: menciptakan citra visual atas sebuah isu, membingkai realita menjadi sebuah wacana.

Saturday, September 15

Sepenggal 'Kartu Pos' dari dan untuk Wamena




"Saya sedang ikut jadi tim sukses di Wamena untuk pemilihan tahun depan. Kalau menang, saya janji, adik berdua saya terbangkan ke sini. Berlibur kita," 

Ada sebuah quote yang cukup ikonik di film Into The Wild, yaitu  "happiness only real when shared". Ya, kebahagian baru terasa kalau kita bagi ke orang lain. Tidak dinikmati sendiri. Lantas, bagaimana jika saat   berbahagia - saat mengunjungi tempat wisata yang kita suka misalnya - kita pergi sendirian? kalau pertanyaan itu diajukan ke Pak Steve, maka bisa jadi ia akan menjawabnya dengan mengajakmu berkenalan, jalan bersama sambil kemudian bercerita. Ia tetap merasa harus membagi kebahagiannya itu walau di lingkungan yang asing baginya. Dan sekiranya itulah yang kami, saya dan seorang teman, alami. Seseorang yang awalnya kami  curigai mengajak bersalaman, mengenalkan dirinya sebagai Steve dan menceritakan kebahagiannya bisa berkunjung ke Kebun Raya Bogor di sela-sela jadwal Diklat dari kantornya. 

Friday, August 24

Pariwisata ke Pulau Pari (bagian 2)

Bagian kedua dari seri Pariwisita ke Pulau Pari ini bakal diisi oleh parade foto dari benih film seluloid. Karena akan terasa hambar kalau dicampur dengan rangkaian foto digital - nuansa warnanya berbeda - maka foto-foto ini pun dipisahkan. hehe. Selamat dinikmati. :D


Pariwisata Ke Pulau Pari




Jika kota diibaratkan sebagai rumah, maka ia mesti membutuhkan taman belakang yang terpisah dari ruang kerja, bahkan ruang keluarga,  sebagai tempat para penghuninya mencicipi udara segar dan meretas kebosanan dengan pemandangan alam. Beruntungnya, Jakarta termasuk kategori rumah yang ideal. Jauh di utaranya, rumah Jakarta dianugerahi ‘taman belakang’ yang super indah oleh Sang Arsitek. Tak cuma hijau tanaman yang bisa kita cicipi, sebentang luas laut biru nan jernih, pantai berpasir putih lembut dan udara segar hembusan angin sepoy siap  jadi sepaket wahana rekreasi di gugusan taman Kepulauan Seribu. Pulau Pari adalah salah satu petak tamannya yang saya kunjungi kemarin, Rabu-Kamis, 22-23 Agustus 2012.   

Lewat pintu utara Jakarta yang berlabel Muara Angke, kita bisa menumpang kapal-kapal kayu dengan ongkos Rp 26-30 ribu. Tak butuh waktu lama, cukup dengan satu jam setengah kita sudah bisa mendaratkan langkah pertama di surga dunia seluas 94,57 hektar yang menjadi bagian dari kecamatan Kepulauan Seribu Selatan itu.

Wednesday, August 1

Alien Alien asal Clark Kent: Cerita Pengalaman Dikenalkan dengan Alien

 “Dulu sekali di Mesir, saya pernah hilang. Inilah hasilnya. Jangan tanya berapa lama saya hilang karena saya tidak tahu (…) Saya ditemukan pingsan di gurun, beberapa meter dari reruntuhan kuil dekat Luxor, telanjang bulat dengan gambar-gambar ini”

Itu adalah kutipan penjelasan awal yang diberikan oleh Kell mengenai tato 617 simbol yang terukir di sekujur tubuhnya. Berbeda dengan biasa, tato pada tubuh Kell disebutkan memang terukir sangat presisi. Bahkan, pekat hitam warnanya pun seperti diglasir sehingga tampak  sangat berkilat.

Sekumpulan orang yang menyimak pun jelas terkesima. Selain bertanya-tanya apakah makna dari 617 simbol itu, satu tanda tanya besar lainnya adalah kenapa Kell bisa menghilang?

“it was alien,” dengan singkat Kell pun menjawab. Kali ini, Dee Lestari dalam seri kedua Supernova, Akar, tidak begitu menggambarkan persis seperti apakah ekspresi Kell saat menjawabnya. Tanpa ada penjelasan lebih lanjut apakah Kell berbohong atau tidak.

Mendengarnya pun, para pemirsa di ruangan itu nggak ada yang menimpalinya dengan rentetan pertanyaan lagi. Alien seolah menjadi sebuah jawaban yang nggak usah diragukan lagi kengacoannya. Kira-kira seperti itulah apa yang ada dibenak setiap orang yang menyaksikan ceramah Kell saat itu. Termasuk Bodhi, si tokoh utama dalam novel.

Lalu, kalau kalian menjadi salah satu orang yang mendengar pernyataan Kell tadi, apakah kalian percaya?

Friday, July 13

Blok M Rasa Takoyaki



Blok M, Minggu 30 Juni 2012.


Di sini, sulit rasanya untuk mengalihkan perhatian dari sepaket bola-bola tepung yang mengepung seonggok gurita kecil di dalamnya. Apalagi bukan cuma satu-dua kios saja yang menawarkan wangi khasnya, di antara jajaan kuliner lainnya yang ada di festival kebudayaan Jepang bertajuk Little Tokyo Ennichisai ini bisa jadi kios takoyaki adalah yang paling sering berulang ditemui mata.

Wednesday, July 11

Kesan Yang Terbungkus dari tur ke kantor Kaskus



Saat itu adalah tanggal 29, hari-hari terakhir milik bulan Juni. Dan entah apa yang membuat saya begitu antusias mendekati norak, sampai-sampai ingin betul memamerkan dokumentasi kunjungan saya ke kantor Kaskus hari itu. Bisa jadi karena tata interiornya yang sungguh menakjubkan. Tapi bisa jadi juga karena tur keliling kantor forum yang katanya paling largest se jagad Indonesia itu bisa saya dapat tanpa sengaja. 

Saturday, June 23

Getting Far For Another Reason (+bonus Mixtape)


Peribahasa berkata bahwa terkadang gajah yang ada di pelupuk mata bisa tak terlihat, sementara semut yang di seberang lautan bisa tampak.  Saya nggak begitu tertarik dengan arti yang ditawarkan oleh buku-buku pelajaran yang mengaitkan peribahasa ini dengan kemunafikan kita dalam melihat mana kebenaran dan kesalahan. Apalagi kalau mengingat gajah yang dipilih menjadi metafora dari kesalahan. Padahal kan gajah itu binatang yang – kalau menurut film kartun -  adalah binatang baik dan lucu. Haha.

Ketika saya tiba-tiba mengingat peribahasa ini pun justru saya nggak ingat dengan apa makna umumnya itu. Perspektif yang dipandang oleh renungan saya justru tertuju pada konsep jauh dan dekat. Lucu yah, bisa-bisanya  gajah yang besar dan dekat tapi nggak terasa keberadaannya. Sementara semut yang mini dan nyaris nihil nan jauh di sana justru bisa begitu intim dengan pandangan mata kita yang terbatas. Saya pun jadi bertanya, apa benar dekat bisa membuat kita menjadi intim dan menjauh bisa membuat kita lupa?

Monday, June 18

Brightspot Babies

Biasanya alasan saya ingin memotret bayi-bayi adalah karena ekspresinya yang lucu dan lugu. Tapi, saat berkunjung ke Brightspot kemarin saya menemukan hal seru lainnya, yaitu relasi antara bayi dan orangtua mereka yang masih muda yang asik berburu barang pemenuh hasrat gaya hidup dan fashion di sebuah bazar yang erat dengan citra urban, kekinian, dan keren.

 a curated market of all things cool. Begitulah bunyi slogan dari bazar periodik yang sudah memasuki gelaran kedelapannya ini. Rasanya, bukan cuma barang konsumsinya saja yang dikurasi disini, tetapi juga para pengunjungnya.

Seru deh pokoknya. Jadi bisa membaca pola konsumsi, gaya hidup sampai persoalan gender dari bagaimana bayi-bayi bergentayangan di pasar urban, menengah atas dan kekinian itu. Yihii
 

Saturday, June 9

Mimpi mencipta Street Photography Rasa Indonesia.


Saya sepakat dengan apa yang ditulis oleh Arief Adityawan dalam bukunya yang berjudul Tinjauan Desain Grafis. Pada subbab Perkembangan Fotografi ia menyebutkan bahwa setelah di tahun 1888 George Eastman menciptakan kamera Kodak  yang sangat mudah dibawa, masyarakat pun mulai membiasakan diri membawa kameranya kemana mereka pergi. Adityawan menyebutkan bahwa  sejak saat itu pendekatan orang dalam memotret pun setidaknya ada dua yaitu fotografi dokumentasi dan fotografi pictorial – fotografi yang mengedepankan nilai estetika.

Lantas, masih menurut Adityawan, di ranah dokumentasi pun ada beberapa motivasi ketika orang ingin memotret. Pertama, untuk memenuhi rasa ingin tahunya: seperti apakah realita yang ia alaminya jika dipotret. Kedua merekam secara kritis kondisi sosial masyarakat.

Friday, June 8

Bergentayangan di Hellofest






Ada cerita seru dari kunjungan saya ke Hellofest, Februari lalu. Hehe. Festival animasi besar-besaran yang digelar oleh Hellomotion itu ternyata nggak cuma menampilkan lomba animasi aja. Melainkan meluas ke hal-hal lain yang masih dalam satu lingkupunya. Ada ajang Cosplay yang mengajak orang-orang untuk berdandan semirip mungkin dengan tokoh animasi, dan ada juga bazaar.

Thursday, May 17

Antara Nikah dan Jual-Beli


Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar kata akad? saya yakin kumpulan orang yang memakai baju adat, penghulu, dan pengantin menjadi gambaran yang muncul. Begitu pula lah saya. Tapi lagi-lagi, selalu ada kemungkinan lain yang terjadi. Lain di pikiran lain di kenyataan. Saya, mungkin juga kita, sudah terlalu dimanja oleh pemaknaan kata berdasarkan konstruksi sosialnya, bukan berdasar arti aslinya. Haha

Sebenarnya ini adalah cerita lama banget. Karena seorang kawan tiba-tiba mengungkitnya lagi, saya merasa jadi kepingin betul untuk mendokumentasikannya di blog. Satu alasan besarnya adalah ternyata bukan saya saja yang pernah terkecoh mentah-mentah dengan kata 'akad'. Hira, kawan saya yang sebenernya nggak perlu disebut namanya itu, juga pernah mengalami hal serupa. Haha.

Kira-kira beginilah ceritanya:

Saturday, May 5

Tak Kenal maka Ta' Sayang



Dalam sebuah obrolan, seorang kawan menceritakan ide untuk cerita pendeknya, yaitu tentang seseorang yang suka mengirimkan surat secara acak ke alamat-alamat yang dicatatnya dari Infomedia, buku penyedia alamat dan nomor telpon.

Tanpa mengingat hal serupa (tapi tak sama) yang pernah saya lakukan, saya mengira bahwa itu adalah ide yang gila sekaligus nyeleneh. Sepertinya, tak mungkin ada yang sampai segitu terobsesi untuk berkenalan dengan strangers.

Hmm. Tapi tunggu dulu, cerita kawan saya itu bikin saya berpikir dan mengingat-ingat. Rasa-rasanya kisah berkirim surat kepada orang yang dikenal dari infomedia itu pernah ada. Ahaa! Cerita itu ada di film Mary and Max. Tak lama setelahnya, saya pun mengunduh film dan melahapnya lagi, kali ini saya menguyahnya secara perlahan.

Monday, April 30

kunci jawaban Kartu Pos Teka-Teki


Minggu lalu saya mengirim 13 kartu pos yang isinya teka-teki silang. Bhaha. Sadar karena isi pertanyaan dan jawabannya nggak melulu relevan dan masuk akal, maka saya menyediakan kunci jawabannya. Toh memang saya nggak mengharapkan kalian bisa menjawab semuanya sendiri. Esensi yang saya maksud dari kartu pos teka-teki ini adalah diperuntukkan untuk hiburan dan sapaan. Syukur-syukur sih bisa meninggalkan kesan positif. Yihaa..

 Ini semua adalah karena saya sayang kalian semua dan nggak mau membiarkan kalian bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang dan atau membiarkan waktu yang menjawab. Waktu tidak bisa mengisi TTS, ia hanya bisa mengisi detik demi detik dalam putaran jam.

Sunday, April 29

Segera diwisuda: Buku Kumpulan Foto terlalurisky !!




Hari ini, 29 April, tahun lalu, saya sukses melewati sidang skripsi. Momen itu pun sekaligus menandakan bahwa skripsi menjadi buku pertama saya. Nah, di tanggal yang sama tahun ini, saya tertantang untuk mengulang kebahagian yang sama itu. Saya ingin menghadiahi diri saya. Saya mau nekat menerbitkan lagi sebuah buku.

Tidak Sengaja Tapi Terrencana adalah kumpulan foto-foto yang saya karyakan. Isinya ya adalah foto-foto dokumentasi keseharian. Dari keseharian yang penuh dengan ketidaksengajaan ini saya merencanakan sebuah cerita, bisa jadi berupa drama, humor, atau sekedar permainan-permainan estetika yang tersaji.

Dari Warteg 24 jam jadi mixtape 2 x 12=24: Sebuah ucapan Selamat






Bagi sebuah warteg, membuka layanan selama 24 jam adalah sebuah dedikasi. Pasti, selain pertimbangan mencari keuntungan sang pemilik juga bermaksud untuk memfasilitasi para manusia yang aktif di malam hari. Ia begitu sadar, bahwa warteg adalah penyedia kebutuhan utama manusia, yaitu makanan. 

Bisa jadi dari terjemahan bebas tentang warteg 24 jam itulah Sundea - sohib saya - membuat mixtape 2 x 12 ini. Lewat 12 lagu yang ditanamnya dalam mixtape Dea memberi pesan kepada kita untuk selalu tulus berdikasi  berkarya dan bekerja untuk kehidupan sekitar kita semaksimal mungkin walau dengan kesederhanaan.

Saturday, April 28

Metal Gothic: Kegelapan yang Elegan

(dimuat di Hai edisi 17, edisi khusus metal, April 2012)


Pertama kali mendengar kata gothic pasti yang terbayang di benak kita adalah situasi yang gelap, dan menyeramkan. Nah ketika kata itu disandingkan dengan metal, hasilnya adalah musik keras, berdistorsi dengan nuansa kelam dan muram. 

“Ya, gothic itu kan berasal dari kata goth yang kurang lebih artinya kepercayaan tentang kegelapan,” jelas Bowo, Gitaris band Dreamer, salah satu punggawa musik metal gothic di Indonesia. 

Nah, menurut Yani, sang frontman sekaligus gitaris Dreamer, suasana kelam dan gelap itu dibangun dengan musik-musik yang lebih mengedepankan simfoni, “Metal gothic bisa dengan mudah dicirikan dari musiknya yang sering menggunakan gitar melodi, piano atau kibor dengan nada-nada simfoni yang panjang serta suara vokal cewek yang soprano,”. Itulah mengapa dibalik kegelapannya, musik metal gothic ini punya citra yang elegan. 

Friday, April 27

Authentic Experience Oriented + 20 Seconds of Insane Courage = “We Bought a Zoo!”


Maret lalu, saya berkesempatan menonton film Postcard From The Zoo. Film yang kurang lebih berkisah tentang seorang gadis yang menghabiskan hidupnya di kebun binatang lalu tertantang untuk keluar memasuki kehidupan manusia. Bisa jadi karena film itulah kata ‘kebun binatang’ terus menggentayangi pikiran saya.

Singkat cerita, saya pun terdorong untuk menonton satu film lagi yang memasang kata 'kebun binatang' di bagian judulnya. We Bought a Zoo pun menjadi pilihannya. Berbeda dengan Postcard From The Zoo yang alurnya absurd dan susah untuk diinterpretasikan, film We Bought a Zoo ini terasa begitu hangat. Sebuah drama keluarga yang sentimentil.

Wednesday, April 25

Pedagang Pecel Lele pun Desainer.

ditulis untuk Nirmana Award, dimuat di Malesbanget.com April 2012, http://mlsbgt.de/JAwLNF
Gambar ayam jago dengan warna keemasan, lele yang sedang meliukkan tubuhnya, dan seekor bebek. Lalu disekelilingnya terdapat tulisan-tulisan penjelas dari gambar “Pecel Lele, Ayam Goreng, Nasik Uduk dan Tahu Tempe,” Tak jarang juga, nama penjualnya dibubuhi lebih besar sebagai penanda. Jenis hurufnya selalu besar dan warnanya eksentrik, biasanya kemerahan.

Coba visualisasikan kalimat tersebut dalam benak kalian, dan sebut hal apa yang muncul. Pasti gambaran warung tenda dipinggir jalan dengan kursi plastik dan suara gemuruh minyak yang tengah mengepung lele dan ayam yang akan muncul. Ya, itu adalah warung tenda Pecel Lele. 

Entah siapa yang memulai, tapi tata spanduk semua warung tenda pecel lele di seluruh penjuru Indonesia selalu begitu bentuknya. Kalau kita amati, spanduk sederhana itu sudah memuat unsur-unsur dalam desain grafis: tipografi dalam bentuk dan warna huruf-huruf; ilustrasi untuk menggambarkan apa yang dijualnya dan layout alias tata letak unsur-unsur tersebut.  Walau terlihat terlalu ramai dengan penggunaan banyaknya jenis huruf tapi desain spanduk seperti ini sudah tertanam di benak masyarakat sebagai bagian dari brand pecel lele. 

Ini adalah bukti bahwa desain grafis itu tidak melulu dilakukan oleh para pekerja di perusahaan kreatif saja, tetapi juga oleh semua orang termasuk kita. Untuk bisa menemukan karya-karya desain pun kita tidak mesti mencarinya di situs-situs dan majalah yang seni dan desain. Cukup lihat sekeliling, kita akan dengan mudah menemukannya. 

Monday, April 16

Oase itu Bernama Prestasi Desainer Indonesia


(ditulis untuk Nirmana Award, April 2012)

Jika kita menyaksikan berita di media massa, rasanya tak henti-hentinya kabar miring tentang negeri ini disiarkan. Entah itu aksi premanisme, perkara korupsi yang tidak berujung, serta kejanggalan-kejanggalan lain yang terjadi pada pemerintah. Tak ayal kalau anggapan negatif tentang negara ini makin pekat dan laten, tidak hanya di mata bangsa lain tetapi juga di mata rakyatnya sendiri. “Ah Indonesia payah, kapan mau majunya,” kira-kira begitulah umpatan yang biasa terdengar

Tapi tunggu dulu, tidak adil rasanya kalau buru-buru men-judge bahwa Indonesia itu payah dengan hanya melihat dari berita-berita negatif yang biasa diumbar media saja. Sayang rasanya jika optimisme kita luntur hanya karena pandangan bencana hasil pantauan sebelah mata saja. Kita  perlu membuka mata untuk melihat Indonesia dari sudut pandang lain. 

Daripada sibuk mencaci pemerintah, lebih baik kita mencari lalu mendukung serta menyemangati orang-orang yang memiliki passion besar di bidangnya dan giat berkarya membawa nama bangsa. Pasalnya, kini banyak pelaku desain asal Indonesia yang diam-diam mengukir prestasi di tingkat internasional. Siap-siap lah untuk terpukau dengan karya-karya berkelas 

Friday, April 6

Kucin(g)ta Kau


"Melihara binatang itu melatih kita kita untuk tanggung jawab, Ki" 

Itu adalah ucapan Lodar, salah satu sohib, saat saya berkunjung ke kosnya. Saat itu - 2011 awal - Lodar memelihara kucing muda yang kalau saya nggak salah inget adalah pemberian dari temannya. Ia sengaja meminta kucing itu agar bisa dipelihara.

Mungkin Lodar jadi bicara itu karena melihat saya risih dengan kucingnya yang nggak bisa diam berlari-lari di kamarnya yang sempit dan bertaburan barang di mana-mana. Ya, saya memang sedikit risih kalau ada kucing, bukan berarti nggak suka atau takut, cuma belum bisa terbiasa digigit dan dicakar aja, jadi kadang mendadak panik. Haha.  

Mendengar ucapan itu pun membuat saya mengingat beberapa waktu ke belakang. Pantas Lodar sering kukuh untuk pulang saat di ajak bermalam di kos saya untuk main. Bisa jadi itu karena ia harus mengurus kucingnya tersebut. Walau akhirnya kucing itu memilih untuk bebas, tapi pasti sudah meninggalkan pelajaran tanggung jawab untuk Lodar. 

Akhir-akhir ini, tiba-tiba saya teringat lagi dengan perkataan Lodar itu. Satu alasan besarnya adalah secara tidak langsung saya memelihara kucing. Kenapa secara nggak langsung? karena saya tidak merencanakannya, melainkan kucing itu sendiri yang memilih untuk menetap di halaman rumah sejak (kurang lebih) November tahun lalu. 

Thursday, April 5

Akademisi Desain untuk Semua


(ditulis untuk Nirmana Award, April 2012)

Jika desain itu dituntut untuk bisa memberikan solusi dan menghadirkan estetika di segala bidang, maka begitu jugalah para akademisinya, bukan hanya berorientasi pada industri semata. 

Satu hingga dua dekade lalu, mengeyam pendidikan desain adalah hal yang tabu. Tak jarang orangtua yang ragu tiap kali ada anaknya yang mengajukan desain sebagai jurusan tempat ia melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Ada yang bilang masa depannya tidak jelas, ada yang mengira perkuliahannya yang lebih mengedepankan praktik daripada teori membuat anaknya turun derajat, tak jarang juga yang khawatir kalau anaknya jadi memiliki pemikiran yang nyeleneh selayaknya seniman.

Tapi sekarang keadaan pun berbalik. Jika pada dekade lalu Indonesia hanya memiliki sekitar lima perguruan tinggi yang menawarkan pendidikan desain. Kini jumlahnya pun berkembang drastis, pendidikan desain seolah menjadi program studi yang wajib dihadirkan seperti halnya Ekonomi, Hukum, Kedokteran atau pun Ilmu Komunikasi. 

Sunday, April 1

Bandung 100312





Sabtu, 10 Maret lalu saya bersama tim Card to Post menyambangi Warung Imajinasi di Bandung. Kepada para penghuni komunitas dengan markas yang super asri dan bersahaja itu kami bersama-sama menggambar Kartu Pos untuk Presiden. Tidak lebih dari 3 jam kami bermain di situ, tapi keasrian hawanya masih terbawa sampai sekarang.Tertarik untuk melihat dokumentasi acaranya? kunjungi tautan ini


Thursday, March 15

Advertorial: XL Speed Dating

Hai magazine edisi 13 2012

Temukan Klik-Mu Dengan Satu Kali KL1K

Kalian yang senang menjalin pertemenan pasti nyesel nggak ikutan acara XL KL1K Speed Dating. Pasalnya, banyak teman kita yang dapet kenalan atau bahkan gebetan baru sepulang dari acara ini. Gimana nggak, pada ajang yang digelar di Y&Y Restaurant, Grand Indonesia, Minggu (26/02), ini diundang 50 cowok untuk dipertemukan sama 50 cewek cantik dan manis yang asik untuk diajak kenalan.  

Gelaran ini memang didekasikan XL kepada kita semua untuk menjalin pertemanan seluas-luanya. Apalagi, tepat pada 14 Februari kemarin XL merilis produk XL KL1K, kartu perdana yang kian memudahkan kita untuk berkomunikasi di social media. Pokoknya, hanya dengan 1 kali klik kita bisa update status ke banyak social media sekaligus.  

Sunday, March 11

Cara Tintin Belajar Terbang


 
Rasanya karakter Tintin itu sudah tidak asing lagi di benak kita, apalagi belum lama ini dia hadir di bioskop. Saya adalah salah satu orang yang mengenal Tintin dari film gubahan Steven Spielberg itu. Bahkan yang nggak pernah baca atau nonton langsung kisahnya pasti tahu siapakah Tintin itu.

Hmm, tapi nggak ada salahnya saya berbagi persepsi. Tintin, di pikiran saya adalah seorang petualang sekaligus wartawan. Yap, profesi petualangnya lebih pantas disebut di awal mengingat cerita petualangannya lebih dominan dibanding kisahnya menjadikan petualangan serunya sebagai berita. Betul kan? Bahkan kita hanya dibiarkan tahu kalau dia wartawan dari pernyataannya saja. Tanpa itu kita hanya akan mengira ia hanya pemburu harta karun belaka.
 
Tapi, alih-alih terkesan dengan petualangannya, hingga kini justru cerita tentang kewartawanannya yang saya kenang. Ada satu hal yang melekat erat di benak saya sejak menonton Tintin di bioskop Desember lalu, yaitu adegan ketika Tintin berhasil merebut pesawat musuh yang hendak menyerangnya saat ia terdampar di lautan. Setelah semua awak naik ke kapal Kapten Haddock sedikit heran dan bertanya.
 

Sunday, February 26

TERLALU!!!!


Salah memang, terlalu cepat mejadikanmu kacang. Jadinya begini deh, awalnya cuma niat mencicipi, tapi sekarang sulit berhenti.
Salah memang, terlalu cepat menjadikanmu tujuan. Jadinya begini deh, terburu-buru berangkat tanpa peduli cuaca. Akhirnya pulang tanpa sempat datang.



Wednesday, February 22

Gambar Selaw: Serius untuk Santai Menggambar




Punya ketertarikan yang serius dengan dunia gambar-menggambar tapi ingin menggelutinya dengan santai? Komunitas Gambar Selaw bisa menjadi jawabannya. Ya, komunitas yang mulai digagas sejak September 2011 ini siap menjadi wadah siapa saja yang tertarik untuk duduk bersama berbagi meja lalu menorehkan sketsa  dengan santai dan penuh canda.      

Ketika Jakarta Pesta Senirupa


Jika dipersonifikasikan, Jakarta itu seperti orang kaya baru, ingin memiliki semua hal yang sebelumnya hanya menjadi mimpi, hal-hal yang menjadi indikasi kota besar mengacu ke negara-negara maju. Puluhan juta kendaraan bermotor didatangkan, ribuan gedung asal di’beli’, ratusan mal dijejalkan diseluruh penjuru kota.

Sebagai ibukota, Jakarta akhirnya berhasil menjadi kota impian bagi masyarakat seluruh Indonesia. Sebagai orang kaya baru pun Jakarta tidak mau sombong dengan menolak tamu. Semua lapisan masyarakat dipersilakan untuk sekedar mampir atau tinggal selamanya.

Saturday, February 11

Telah Terbit: Mixtape Hepi-Hepi terlalurisky




Ini lah dia, kompilasi 15 lagu ini saya beri judul "Mood Booster: Mixtape Hepi-Hepi terlalurisky". Berisi lagu-lagu yang bernuansa ceria, berirama suka cita, dan selalu sukses membuat semangat saya terpompa. Lagu-lagu ini adalah pertolongan pertama ketika mood saya goyah diterpa ketidakpastian rutinitas.

Sunday, February 5

in Public Babies


Sejak dua-tiga bulan lalu, saya mengoleksi bayi, memulungnya di urban-city, memenjarakannya dalam memori dua dimensi.Tiada lain tiada bukan, semua ini saya lakukan atas nama pipi-pipi yang bergelendotan, pandangan mata bulat yang entah kemana, mulut mungil penuh liur yang menggiurkan.

Orangtua luang, mereka pun diajak jalan, dibawa jalan-jalan keliling metropolitan.
Di dalam kereta atau gendongan, mereka bertualang.
Matanya menjelalah, kupingnya menerjemah. 


Monday, January 23

Kartu Pos Bersuara



Apa sih esensi dari mixtape itu? pamer lagu kesukaan kita ke khalayak banyak sekalian mencitrakan diri lewat jenis musik serta band yang membawakan lagu-lagunya?  terlebih lagi, dari sekian banyak mixtape yang di-share kawan-kawan di blognya, kebanyakan isinya lagu-lagu yang tidak terkenal. Segmented banget. Terlalu personal. Apa sih maunya?

Sekiranya, itu lah hal-hal yang saya terus pertanyakan dulu, sebelum November kemarin. Sebelum saya merasakan sendiri betapa seru dan pentingnya berbagi lagu kesukaan kepada orang lain. Saya mencoba mendengarkan mixtape yang diberikan oleh seorang kawan, dari lagu pertama sampai lagu terakhir saya putar tanpa jeda, pun saya putar berurutan. Hasilnya, saya suka!

Monday, January 2

Ketika Kiamat Menjadi Hal Yang Menyenangkan!

Ada dua hal yang menjadi ritual kita, masyarakat urban, di akhir Desember tiap tahunnya: mengulas kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama setahun ke belakang  dan mempersiapkan diri dengan sejumlah rencana untuk menghadapi pergantian angka tahun. Nah, dalam mempersiapkan diri untuk tahun 2012, ramalan suku maya yang menyatakan datangnya kiamat sedikit banyak mempengaruhi persepsi dan sikap kita tentang tahun ini. Jika pada awal beredarnya – medio 2009 – isu ramalan datangnya kiamat terdengar sebagai hal yang menyeramkan, kini isu terdengar hanya sebagai sesuatu yang popular, terlebih lagi ketika kita melihat karya-karya ilustrasi komunitas Gambar Selaw (Galaw) dalam pameran Apocalypse 2012 Mixtape, seketika kiamat menjadi hal yang menyenangkan. Haha..  

Pameran yang diadakan pada  29 Desember 2011 – 11 Januari 2011  di Ruangrupa Shop, Tebet, Jakarta ini menampilkan sejumlah karya drawing  (gambar tangan) yang merespon isu datangnya kiamat di tahun 2012. Alih-alih menjadi takut, pemirsanya malah dibuat tertawa terpinggal-pinggal dengan guyonan khas anak muda urban yang diterapkan pada sejumlah karya. Sulaiman Said misalnya, menampilkan gambar seseorang memakai peci, celana digulung dan berbaju koko sedang memegang bendera NU (Nahdatul Ulama), sementara disebelahnya terlihat tangan yang terkapar melepaskan bendera bertuliskan M. Di atas kedua orang itu ada tulisan “Kalo Kiamat yang Muhamadiyah Mati Sehari Lebih Cepet Dari yang N.U”. Haha. Kita pasti sudah sama-sama paham maksud dari humor ini.