Saturday, July 20

Menyelematkan Diri



Banyak orang bermimpi ingin memiliki mobil, misalnya, tetapi apa yang terjadi kalau tanpa disangka-sangka perlombaan yang mereka ikuti berhasil dimenangkan dan mobil menjadi hadiahnya, padahal mereka belum pandai nyetir, belum punya garasi di rumah dan tak tahu harus bayar pajak hadiahnya bagaimana. Nyatanya, cita-cita tak hanya bisa sekedar dimenangkan, kita perlu juga bisa menjalankan serta mempertahankannya. Itulah mengapa kadang saya merasa tak siap jika tiba-tiba saya diberi kesempatan untuk menyentuh cita-cita. Ya... sebutlah itu pesimis. 

Wednesday, July 17

Kesendirian


Kesendirian itu lucu.
Kadang ia juga minta ditemani.

Bertemu Ali Topan di Blok M, Akhirnya


Tiap kali mengunjungi toko buku loak di mana pun dan kapan pun, satu judul yang selalu tanyakan  keberadaannya adalah buku Ali Topan karangan Teguh Esha. Pelacakan sudah saya lakukan sejak lama. Sejak saya rampung membaca dua novelnya saat SMA--delapan tahun lalu-- saya selalu berharap suatu kali ingin memiliki bukunya (walau sekarang ini juga sebenarnya saya punya versi PDFnya Hehehe). Saat itu buku yang saya baca adalah milik kawan, Kindi namanya. Hingga akhirnya, Sabtu kemarin, ketika menemani pacar ke tempat buku-buku bekas di lantai dasar Blok M Square saya bertemu Ali Topan. 

Saya tak percaya ketika si Abang penjaja mengiyakan pertanyaan. "Ali Topan? ada. Tunggu sebentar yah barangnya nggak di sini," ujar si Abang enteng. Pikir saya, ah paling dia salah mengerti dan buku yang akan diambilnya itu bukan Ali Topan. Maklum, tiap kali saya datang ke toko buku loak, para penjajanya selalu hanya bisa mengira-ngira keberadaannya. "Oh, itu mah adanya di toko ini, De", "Sebentarnya kayaknya saya pernah punya" dan jawaban-jawaban lainnya yang intinya mah dia nggak punya. 

Selang beberapa menit si Abang kembali ke kiosnya, dan menyerahkan sebuah buku berukuran kantong berbalut plastik yang warna kertasnya terlihat sudah kian mencokelat. Itu benar-benar buku Ali Topan. Ada sosok cowok berrambut gondrong, mengenakan jaket jins dan celana cutbray sedang berdiri nyender, gulungan koran diselipkan di celananya. Itu adalah Ali Topan. Judul yang tertera adalah Ali Topan Detektip Partikelir. Setahu saya judul itu adalah novelnya yang versi awal. Dua judul yang saya baca saat SMA sudah berjudul Ali Topan Anak Jalanan dan Ali Topan Wartawan Jalanan. Nah, si Ali Topan Detektip Partikelir adalah versi terdahulunya dari Ali Topan Wartawan Jalanan.