Sunday, February 26

TERLALU!!!!


Salah memang, terlalu cepat mejadikanmu kacang. Jadinya begini deh, awalnya cuma niat mencicipi, tapi sekarang sulit berhenti.
Salah memang, terlalu cepat menjadikanmu tujuan. Jadinya begini deh, terburu-buru berangkat tanpa peduli cuaca. Akhirnya pulang tanpa sempat datang.



Wednesday, February 22

Gambar Selaw: Serius untuk Santai Menggambar




Punya ketertarikan yang serius dengan dunia gambar-menggambar tapi ingin menggelutinya dengan santai? Komunitas Gambar Selaw bisa menjadi jawabannya. Ya, komunitas yang mulai digagas sejak September 2011 ini siap menjadi wadah siapa saja yang tertarik untuk duduk bersama berbagi meja lalu menorehkan sketsa  dengan santai dan penuh canda.      

Ketika Jakarta Pesta Senirupa


Jika dipersonifikasikan, Jakarta itu seperti orang kaya baru, ingin memiliki semua hal yang sebelumnya hanya menjadi mimpi, hal-hal yang menjadi indikasi kota besar mengacu ke negara-negara maju. Puluhan juta kendaraan bermotor didatangkan, ribuan gedung asal di’beli’, ratusan mal dijejalkan diseluruh penjuru kota.

Sebagai ibukota, Jakarta akhirnya berhasil menjadi kota impian bagi masyarakat seluruh Indonesia. Sebagai orang kaya baru pun Jakarta tidak mau sombong dengan menolak tamu. Semua lapisan masyarakat dipersilakan untuk sekedar mampir atau tinggal selamanya.

Saturday, February 11

Telah Terbit: Mixtape Hepi-Hepi terlalurisky




Ini lah dia, kompilasi 15 lagu ini saya beri judul "Mood Booster: Mixtape Hepi-Hepi terlalurisky". Berisi lagu-lagu yang bernuansa ceria, berirama suka cita, dan selalu sukses membuat semangat saya terpompa. Lagu-lagu ini adalah pertolongan pertama ketika mood saya goyah diterpa ketidakpastian rutinitas.

Sunday, February 5

in Public Babies


Sejak dua-tiga bulan lalu, saya mengoleksi bayi, memulungnya di urban-city, memenjarakannya dalam memori dua dimensi.Tiada lain tiada bukan, semua ini saya lakukan atas nama pipi-pipi yang bergelendotan, pandangan mata bulat yang entah kemana, mulut mungil penuh liur yang menggiurkan.

Orangtua luang, mereka pun diajak jalan, dibawa jalan-jalan keliling metropolitan.
Di dalam kereta atau gendongan, mereka bertualang.
Matanya menjelalah, kupingnya menerjemah.