Fertina
Tampilkan postingan dengan label Fertina. Tampilkan semua postingan

29 Mei 2015

Kumpulan Doa


Semesta yang memberi 
Pernah kuamini setiap hari
Kini mesti kusimpan di lemari
Kubuat bersembunyi.




22 Januari 2015

Target Yang Melampaui Hasil

Lernen hat nicht immer ein Ziel, Aber immer ein Ergebnis
Ini adalah kartu pos yang dikirimkan Fertina. Saya terima minggu lalu. Munchner Volkschochschule adalah nama tempat Fertina kursus bahasa di Munchen sana.

Intinya, pepatah itu bilang kalau belajar itu bukan soal target, melainkan hasil.

Sesaat setelah menerima kartu pos ini saya kirim pesan ke Fertina, "quote di kartu posnya menohok!"

Kenapa menohok?

Ya karena bikin saya tersindir. Dalam proses belajar yang saya sedang jalani ini, saya belum menghasilkan sesuatu yang berarti. Paper tugas pun akhirnya cuma jadi tugas, saya nggak membuatnya jadi layak untuk dipublis. Masa iya, akhirnya, nanti, hasil kuliah yang saya bangga untuk dipublis hanyalah foto wisudaan? nggak mau!

Mari kita lihat. Akankah, mulai sekarang seorang Rizki akan jadi giat?

"SEMANGAT!"


29 Desember 2014

Menyelamatkan Ikan Yang Tenggelam di Lautan


...hanya karena kita khawatir ikan lupa caranya berenang

































...
Dinukil dari momen-momen saat ke Pulau Pari, Mei 2014 lalu, bersama kawan-kawan kantor. 

17 Oktober 2014

Satu Waktu



...Terpaksa menunggu hingga satu waktu kita bertemu...
Kan ku ceritakan semuanya padamu gelisah itu...

Pulih nanti... Pulih nanti...


Belum lama lalu, saya menonton lagi film Janji Joni. Suka banget dengan seluruh isi film ini: ceritanya yang ringan dan ajaib; para cameo dan pemain utama; dan tentunya soundtracks-nya. Seluruh lagu-lagu band indie di film ini hip di masa akhir saya SMA. Saya termasuk pendengarnya. Selain lagu Sajama Cut yang Less Afraid, lagu Satu Waktu di atas adalah lagu yang paling berkesan. Semacem nancep di hati. Seolah diciptakan untuk mengerti saya yang emang sedang  menunggu 'satu waktu' sambil dirubung gelisah. Haha. 

Menurut penelusuran lagu yang di film dinyanyikan oleh band-nya Rachel Maryam, Fedi Nuril, Imam Fatah, dan Henry Foundation itu ternyata aslinya dibawakan oleh Rebecca Theodora, yang pada masa film itu dibuat dikenal sebagai vokalisnya Goodnight Electric dan The Upstairs. 

Selamat menikmati 

15 September 2014

15 September 2014



Jerman menang. Jokowi unggul
Sekarang kamu terbang. Nanti aku nyusul. (Amiiiin)





Doa dan cinta selalu menyertaimu
Be strong and Viël gluck, F. :D

04 September 2014

Yang Buru-Buru Datang


Kamu Belum Pergi 
Tapi 
Rindu Sudah Datang 

07 Juli 2014

Basah Yang Menjalar. Halte Yang Gempar


Pada selembar daun mereka meriung. Dalam keheningan yang canggung itu mereka sayup-sayup membahas awan mendung.

Petir senyap menyambar, Begitu sopan ia memecah. Air  tumpah. Tanah basah. Yang satu marah. Yang satu lagi pasrah.

Mendung kian menghitam, awan belum kunjung menurunkan hujan.

"Harapan yang sudah dekat malah bertolak."
"Aksi payah kalah didebat lalu ditinggal beranjak."

Mereka sama-sama luruh dalam pusaran nasib yang sedang tidak asyik. Keduanya sulit berkutik.

Lusa pemilu, hati mereka malah pilu.
Masa tenang diisi perang.
Sedih bukan kepalang.

Tapi, aku merasa, dalam pisah yang diucap, ada kasih yang saling dilekat, takkan lenyap.

26 Desember 2013

Kata Tarot Tentang Saya

Sekarang saya pacaran sama seorang tarot reader. Hahaha. Jangan salah mengerti dulu, saya nggak berganti pacar. Pacar saya tetap dan akan selalu yang itu tuh. Cuma saja, sekarang si pacar saya itu bertambah kemampuannya, sejak mengikuti sebuah workshop tarot secara gratis, Fertina pun jadi senang mengasah kemampuannya membaca kartu tarot. Kini, ia juga ikut serta tiap kali komunitas tarot buka lapak di sebuah acara.

Sebelumnya, saya tak pernah menjajal dibacakan tarot. Tapi, sejak Fertina bisa baca tarot maka saya pun jadi makin penasaran pengin nyobain juga. Akhirnya, ketika Fertina main ke rumah. Dia pun mengeluarkan kartu tarot kesayangannya, lalu memberikannya ke saya untuk dikocok.

Tara! tiga kartu yang saya pilih dari hasil kocokan saya itu bener-bener sesuai dengan apa yang terjadi pada semesta kehidupan saya. Nggak nyangka bisa sebegitu akuratnya. Inilah tiga kartu yang saya pilih.


15 Oktober 2013

viel Glück, F



Besok, Fertina sidang skripsi. Saya ikut deg-degan. Ada haru dan cemas. Tapi dua hal itu cuma pembungkus kado yang isinya rasa seneng yang gede banget.

09 Februari 2013

Hari ke-29 Fertina: 12 Tahun dan Seterusnya di 'Hogwarts'


Sudah sejak kelas 5 SD cewek yang kini berusia 23 tahun ini mulai mengikuti cerita karangan JK Rowling: Membaca dengan seksama setiap novelnya, menonton filmnya, sesekali mengikuti kegiatan di komunitas fans, mengoleksi segala hal yang berhubungan dengan Harry Potter. 

“Harry Potter sebagai buku dan kisah itu adalah saksi perkembangan hidup gue!” ujar Muggle pemilik nama Fertina ini. 

Saya pun takjub. Ternyata seru banget yah hidupnya orang yang punya hasrat dan adiksi besar terhadap cerita fiksi. Semenjak kenal dengan Fertina, saya banyak dilibatkan dengan cerita-cerita serunya tentang Harry Potter. Sejak 12 tahun lalu litulah, Fertina mengumpulkan material-material dari dunia rekaan JK Rowling dan membangun Hogwart-nya sendiri di kesehariannya. Tak hanya kamarnya yang penuh dengan poster bertema Harry Potter, sudah banyak ruang dalam diri dan kehidupannya yang dilekati Harry Potter dan dunianya.

Untuk itulah, di posting kali ini saya mengundang langsung orangnya untuk ngobrol-ngobrol santai dan bersahaja. Biar nggak saya doang yang ketularan. Hahaha. Mari kita, yuk ah! 

Ceritain dong, gimana sih awalnya lo kenal sama Harpot. Apa yang membuatlo tertarik untuk membacanya? Padahal saat mulai membacanya lo masih kelas 5 SD. Anak 5 SD kan nggak suka baca buku tebel-tebel, apalagi saat itu lo masih gendut. :p  

Selamat siang ya, mas Rizki, masnya lancang sekali bawa-bawa masa lalu saya! Justru karena gendut itu, salah satu pengaruh Harpot yang membekas di gue. Jadi dari awal itu gue nggak bisa banyak main di luar rumah, karena rumah gue dulu di pinggir jalan raya dan jauh dari rumah teman-teman. Jadi, deh, larinya ke baca. Masih baca buku-buku fantasi juga sih kebanyakan. 
© blogrr
Maira Gall