26 Mei 2010

Kita [MASIH] Manusia




Lebih baik terlihat bodoh ketika bertanya ketimbang bodoh selamanya karena tidak bertanya. “Jangan-jangan kita bukan manusia?” Mari berkaca lagi, lihat sungguh-sungguh diri kita dengan hati. Cek ulang sisi-sisi kemanusiaan kita. Mungkin kita sempat diterpa nafsu yang tak terkontrol. Juga kelalaian kita sebagai manusia. Ditambah lagi keacuhan yang sering kita lalukan sehingga kemuliaan kita sebagai manusia perlu dipertanyakan. 

Karena itu, sudah saatnya kita bangun dari kealpaan kita sebagai manusia. Tidak melulu lewat sesuatu muluk-muluk, cukup dengan hal-hal kecil yang dekat dengan kesaharian kita. Mulai sekarang jangan apatis, dan diam. Mari kita saling mengingatkan bahwa“KITA [MASIH] MANUSIA!”








=========

Yeah, ini adalah campaign yang saya kerjakan bersama seorang kawan bernama Andra. Didedikasikan dalam rangka memperebutkan gelar juara di ajang kreatif periklanan tahun kemarin. Tapi sayang masih banyak kawan-kawan lain yang lebih hebat gerakannya, jadilah kami tidak bisa lolos. Tapi tidak menang itu bukan berarti kalah. Toh kita dapat banyak pengalaman, punya karya-karya baru. :D

Kami lebih tepatnya saya sadar kalo masih banyak kekurangan di dalam PSA di atas. Mungkin dari segi pemikiran, copy yang kurang mengena, visualisasi yang aneh atau apa pun.   

Ini saya posting di blog untuk sekedar mendokumentasikan, menceritakan kepada kalian yang anonim, serta karena emang saya tiba-tiba teringat masa-masa itu, masa-masa pembuatan karya ini. Siapa tahu bisa merangsang saya untuk selalu ingin berkarya lagi. 

25 Mei 2010

Soul Diving



while listening: TOE, The Milo, Antenna To Heaven, and 65daysofstatic.


*jangan dikatain yah, jarang-jarang nih ogut ngegambar. :D

Lupa Bagaimana Menjadi Rizki



Seperti harus segera memuntahkan semua kejenuhan. Melepaskan diri dari rutinitas yang nihil. 

Ada semacam belenggu yang memenjarakan. Semu. Selalu merayu untuk duduk manis mengikuti.

Atas nama waktu senggang. Tidak terikat satu pun institusi. Inilah saatnya untuk mengosongkan diri. 
Berleha-leha, menghindari kerja atau aktivitas apapun yang akan menyita waktu. 
Mencari cara lain untuk bahagia. Menjadi orang malas seutuhnya. Padahal bukan itu, tidak dengan cara itu biasanya kepuasaan digenggam. 

Sial! Jadi lupa bagaiamana menjadi Rizki. Hidup tidak lagi sungguh terlalu, melainkan hanya sekejap berlalu. 


 


19 Mei 2010

First Shot With Ricoh GX1









*MultipleExposure




Kencan pertama dengan Ricoh GX1. Rangefinder yang saya beli beberap minggu lalu. Ternyata asik juga memotret dengan kamera mungil satu ini. Walau viewfinder nya sangat kecil tapi itu bukan masalah yang besar.

Saya rada kaget juga pas ngeliat hasilnya ini. Ternyata gambarnya tajem banget yah, dan karakter warna dari foto nya sungguh khas. Warna-warna prematur ini tertanam indah dalam film Kodak Supercolour Asa 100.
Bukaan diafragma terbesar ialah 2,8. Dan itu cukup menghasilkan ketajaman yang ciamik, ditambah bonus bokeh yang asik. Tapi harus didukung dengan fokusing yang tepat juga.

Nah, ngomongin masalah focusing, Ricoh GX 1 cukup susah juga. Ada satu lingkaran kecil berwarna kuning didalam viewfinder, nah hanya melalui situ lah kita mengukur fokus tidaknya objek.

Jangan mikir kalau semua matering disitu adalah benar, walau lightmeternya masih berfungsi tetap aja yang dipake adalah GueesOmeter, alias ngira-ngira. Kadang-kadang disesuaikan dengan lightmeter DSLR. hehe.

So far, saya baru menghabiskan 2 roll dengan Ricoh ini. Tapi saya cukup ngerasa nyaman menggunakannya.

So, kalian yang tertarik, mari kita Yuk Aah

16 Mei 2010

Akan terus bernyanyi

"Seperti halnya ketika dilarang menyanyikan lagu yang kita suka, maka kita tetap menyanyikanya dalam hati"

08 Mei 2010

Betapa saya harus mengaku, tapi kepada siapa

betapa saya merasa "oh jahat sekali saya" ketika setelah sebulan bahkan mungkin dua bulan pertemuan singkat itu terjadi. Adalah seorang tua yang astagfirullah saya lupa namanya, tiba-tiba menghampiri saya, seorang muda yang terlihat nyentrik dengan motret-motret di dalam masjid sesaat setelah solat Jumat dinyatakan selesai oleh imam.

Setelah terlihat menahan ragu beberapa lama akhirnya beliau bersuara juga. Minta tolong difotoin katanya, untuk kenang-kenangan katanya, semacam pertanda kalau dia pernah berkunjung ke Masjid termewah seIndonesia. Singkat kami berbicara, beliau adalah seorang pengurus masjid di suatu daerah di Ciamis. Beliau datang ke Jakarta untuk mengurus sesuatu di Dept. Agama.  Sambil numpang nginep di rumah temannya, tidur di garasi katanya. betapa oh betapa. kenapa engkau membuat saya miris.

Dia kira saya tukang foto keliling. Tapi nggak apa-apa, walau saya bukan tukang foto keliling saya siap motoin si bapak itu.  Berpose lah dia di dalam masjid setelah mengajak beberapa orang disekitarnya untuk berpose bareng biar terlihat ramai mungkin. klik klik selesai..

lalu dia menanyakan ongkos nya, saya bilang tidak usah, karena saya juga mau beramal, mendapat doa dari bapak yang sepertinya soleh itu. Saya minta doa biar kaki saya yang saat itu masih sakit cepat disembuhkan oleh Allah. Lalu dia memberi alamat nya di Ciamis. Lalu saya catat di handphone, di save di draft message. dan untuk jaga-jaga saya kirim juga ke hapenya si Allan yang saat itu berada di deket saya.

Saat itu saya bertekad untuk langsung mencetak foto dan langsung mengirimnya ke si Bapak. tapi hingga kini, setelah beberapa bulan, saya berniat untuk mengirimkannya, eh ternyata alamat si bapak itu HILANG terhapus saat saya lagi butuh memori lebih untuk menerima sms masuk. begitu juga si Allan, dia udah menghapusnya juga. Dia kira saya udah menjaganya baik-baik. padahal dia tau saya orangnya skip-skipan.


Tolong! saya harus begimana. Siapa yang harus saya salahkan di sini. Nggak ada kan..Mungkin kalo ada dari kalian yang tau, atau pernah diminta fotoin juga sama bapak ini, tolog beri tahu saya. Sumpah, saya ngerasa berdosa membuat dia, bapak-bapak yang soleh nan tulus itu, jadi menunggu-nunggu dan berharap. Duh euy, saya telah menghambur-hambur kan pahala. Padahal siapa tau dia adalah jelmaan malaikat yang mau nolong saya. hwaaa :(




ini dia foto si Bapak. dia adalah orang yang berdiri di tengah.. Orang-orang di sampingnya adalah orang-orang yang lagi sedang tidak berbuat apa-apa lalu diminta tolong untuk berfoto bersama.

Wahai bapak, semoga engkau bahagia selalu.
.

04 Mei 2010

Saddest Song


hal yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah ketika melihat orangtua 
saya sedih namun saya tidak bisa berbuat apa-apa.
.

In The Mall


"Holidays are on their way, these decorations have so much to say
Loses meaning, going west, don't get facetious or you don't get the best" Weezer

...
..

03 Mei 2010

tabu tanya

di zaman Google dan Wikipedia 
ini bertanya kepada orang 
menjadi hal yang tabu.

?        ?        ?
[@_____@]
\____/
0   0

Jeprat-Jepret dibonceng Ojek

naik Ojek istimewa ku duduk dibonceng.
.

02 Mei 2010

Sebuah Tribut Untuk My Self





Nggak perlu jadi orang lain untuk bisa nikmatin hidup, menjadi seorang Rizki adalah berkah terbesar dari hidup ini. Mari kita bersyukur dan terus berusaha berkarya untuk hidup ini.


hidup ini sungguh terlalu kawan, jangan hidup sekedar berlalu.

Ketika Pikiran Sama Dengan Lensa Manual


Yeah, dalam rangka memperingati beberapa hari ini yang berlalu begitu saja, tanpa kejelasan dalam perbuatan.

Pikiran sudah berselingkuh dengan banyak hal, tidak lagi sejalan dengan perbuatan.

Susah rasanya menghentikan pikiran ini untuk tidak bersuara dan mendengarkan apa maunya badan.

Hasilnya, sederatan rencana jadi sukses berantakan.

"Itu namanya skipppp kii, cocok untuk lu, jadi nya Riskip Ramadan!"
.

30 April 2010

Menghadiahkan Diri Sendiri


Misi kawan, saya numpang seneng yah. Ini saya baru aja beli kamera baru, demi menghadiahkan diri di hari lahir saya sendiri, 28 April kemarin. Adalah kamera Rangefinder yang memang udah saya inginkan sedari beberapa bulan kemarin. Ini semua karena memang saya lagi suka snapshot. Ternyata menikmati keajabain dan keterkejutan dengan apa yang terekam di film negatif membawa kepuasan tersendiri. betapa oh betapa..

Tak peduli ini merk apa, yang penting ini bisa dipake moto.  Tapi untuk sekedar  info, ini kamera merk Ricoh GX 1, saya beli di Bandung dengan uang hasil ngejual barang dulu. Tapi nggak perlu saya beritahukan kalau harga barang ini 300rb? Ya emang sepertinya nggak perlu.

Nah, nggak lengkap kalo ngomongin kamera tanpa ngomongin hasil jepretannya. Yap, tunggu saja, saya lagi sedang telah membeli satu roll film untuk menjajal kamera ini.

......


Semoga saya tidak menjadi sombong dengan menceritakan kesenangan saya ini.
Semoga Tuhan menjadikan saya tidak menyia-nyiakan alat ini. Semoga amin

.

27 April 2010

Semua Ini Gara-Gara Pertemuan Saya Dengan "Diana"

ini lensa Fisheye Diana nya
ini converter alias adaptor nya.
Tadi saja iseng main ke Lomo Store di Jalan Bumi. Ternyata benda yang saya kira cuma ada di Internet bisa ada di sana. Yap, di sana saya melihat converter lensa Lomo Diana untuk ke kamera Nikon, artinya dengan alat itu kita bisa memakai lensanya Lomo Diana di kamera konfesional (baca: SLR)

Setelah diliat, harga converternya adalah 185.000. kabar baiknya, ternyata Diana juga punya lensa Fisheye yang dijual terpisah, harganya 500.0000. Itu artinya kita bisa moto dengan efek fisheye di kamera SLR dengan harga 685.000. Padahal kalau kita beli lensa fisheye untuk SLR bisa sampe 4 jutaan.. Hmmm, jadi tertarik.


Apalagi baru saja saya menghabiskan satu roll bersama tante Diana ini, juga dengan lensa fisheye nya. Hasilnya sangat puas, walau gagal sih.hahaha. Jadi semakin penasaran untuk menerapkannya  di kamera SLR. toloongggggg!!!!


ini hasil terbaik dari kamera Diananya yang pake lensa fisheye:

26 April 2010

"Yang Ditonton Mah Udah Kemana-mana, Kita Mah masih Disini!"

Waktu senggang emang paling asik kalo kita abisinn untuk nonton tv sambil selonjoran dan bermalas-malasan. Apalagi untuk anak kecil yang masih belum punya banyak pikiran, nonton TV bisa sangat menyenangkan. Sambil pelan-pelan melupakan kalau besok ada PR.

Tapi hal seperti itu nggak pernah akan dibiarkan oleh seorang ibu. Bermalas-malasan adalah hal yang harus dibuang jauh-jauh. Nah, hampir semua orangtua selalu mengatakan hal yang sama ketika nyuruh anaknya berhenti nonton TV.

Begitu juga dengan ibu saya, dia selalu berkata seperti ini "Ngapain nonton TV mulu, nggak maju-maju, yang ditonton mah udah kemana, kita masih di sini, males-malesan. Udah sana belajar!"

Tapi setelah barusan saya pikir-pikir, ada benarnya juga yah perkataan itu. Coba deh, orang yang kita tonton itu pasti dapet honor banyak untuk tampil di Tv, sementara kita yang nonton nggak dapet apa-apa kecuali hiburan serta waktu yang terbuang. 

Kita sibuk mengamati perkembangan hidup para selebriti di acara infotainment, sementara mereka tau kita aja nggak kan. Padahal kita udah perhatian sama mereka.


ya, ini hanya sedikit pemikiran, nggak mesti diadopsi semuanya. Intinya mah, jangan keseringan nonton Tv dan ayo bergerak!


.

25 April 2010

Daily Snapshot on Car Free Day - April

18 April 2010

Di Selipan Dompet, Tempat Secuil Memori Perkuliahan Itu Tersimpan, Usang.

Bagaimana kalau bangun tidur di bukan malam ini saya jadikan saja garis mulai untuk melakukan reformasi pikiran.
Mencari lalu memungut kembali secuil memori tentang perkuliahan yang sempat saya simpan diselipan dompet. Sayangnya, keadaannya sudah cukup usang dan sulit untuk dibuat menjadi jernih lagi.

Bukan lagi tulisan-tulisan dalam majalah yang dilahap mulai saat ini, juga bukan lagi anak-anak SMA yang bakal dijumpai beberapa saat ini. Melainkan tulisan-tulisan yang membentuk sindikat perteorian bermarkas dalam buku. kita sama-sama tau kalo rasanya  yang pait membuatnya susah ditelan mata dan dicerna pikiran. Juga, kawan-kawan di kampus sana beserta orang-orang pintar yang ingin dipanggil sebagai dosen.

Kali ini pun saya membuka New File pada Microsoft Words, tapi bukan tanpa spasi seperti tiga bulan ini. Melainkan sengaja merenggang jarak dua spasi. Jadi terlihat panjang, tidak seperti artikel-artikel dua halaman yang bisa dikerjakan tiap minggunya.


tak ada bis yang biasa lewat sebelum memulai pekerjaan selain Bismillah, maka saya beri dia jalur.

16 April 2010

Short Vacation

"....."

"....."

"....."

"....."

"....."

"....."

11 April 2010

Semua Bermula Dari Cewek BBB.

Sedikit gua mau berbagi, di paruh kedua PKL gua di Hai gua pindah divisi ke majalah cetak (sebelumnya di Hai-Online). Nggak pake lama, segambreng kerjaan langsung diberi ke gua. Saat itu adalah fenomena cewek BBB yang menjadi topik lepas di Hai.

Alih-alih mau ngetes kemampuan gua menulis, sang redaktur pun menugaskan gua untuk menulis laporan utama beserta profil tiga cewek BBB. Dengan kata lain ini adalah pengalaman pertama gua bikin artikel panjang untuk di Hai. Gua yang bisa nulis karena hobi aja tanpa ilmu jurnalistik pun langsung minder plus jiper dibuatnya. Tapi itu nggak berarti gua nggak coba, sebisa mungkin gua coba untuk bikin artikel tersebut.

berbekal wawancara dan observasi langsung ke beberapa anak SMA akhirnya setelah  sekian hari  tulisan yang gua cicil-cicil itu pun beres juga.


Kalimat "Lumayan bagus juga ki tulisan lo" dari bapak redaktur yang nggak perlu dikasih tau lagi namanya itu sangat jadi penghargaan bagi gua. Terima kasih Hai untuk kesempatannya..  hehe..


nih kalo mau liat buktinya..

© blogrr
Maira Gall