26 Februari 2010

Lepas sebentar dari hingar bingar.



Mari kita ke sasar..
lepas sebentar dari hingar bingar

Menuju tempat yang belum ada ku pijak. 
biar diri tambah bijak.

satu jam setengah terbang dari Jakarta,
menyembunyikan liburan disela-sela kerja. 
ya, mari kita ber-akhir pekan.
menikmati malam di kota Medan.
cukup berjalan nggak usah berlari, 
saya di sini sepuluh hari.

Bersenang-senang melucuti waktu,  
bersusah-susah menahan rindu.

07 Februari 2010

Cerita Seru PKL Season 1 (biar kaya film2 korea)

Dari semua hal yang gua alamin di sini gua cuma mau bilang kalau kerjaan ini gua suka dan ini seru.


       Terhitung dari tanggal 18 Januari berarti Sudah ganjil 5 hari gua PKL. Di suasananya yang bebas dan terlihat banyak waktu luang di kantor tapi entah mengapa gua merasa hari-hari kemarin padet banget. Sampai baru sekarang gua bisa buka blog dan klik New Post.

 “Wah, lu Pedagang Kaki Lima ki? Emang hidup jadi pedagang itu susah, enjoy aja.. jadi PKL dimana emang lu?

SAYA LAGI SEDANG TELAH AKAN melaksanakan Pelatihan Kerja Lapangan.  Iya sih seharusnya namanya PKK, Pelatihan Kerja Kantoran.  Yah, tapi begitulah namanya. Gua PKL di redaksi majalah Hai, tempat kerja  yang udah gua idam-idamkan sedari dulu. Huff, untuk itu gua bersyukur banget sama Allah yang udah denger harapan gua, padahal gua cuma berbisik.

Lebih tepatnya gua ditempatkan di Hai-Online, majalah Hai versi web. Tapi itu bukan masalah besar. Gua memilih untuk PKL ditempat ini selama tiga bulan. Yap gua memilih, memang kalau ketentuan dari kampus, PKL cukup hanya sebulan saja, namun ternyata di Gramedia Majalah ga nerima kalau magang Cuma se-sebentar itu, “ilmunya ga dapet.” Kalau kata orang HRDnya. So, gua pilih periode yang terlama. Biar gua puas, masa iya gua yang udah berharap banget bisa jadi bagian di Majalah Hai tapi cuma PKL sebentar.

Walau job desk gua di sini ga begitu sesuai dengan kuliah, tapi gua sangat menikmati, yah karena memang gua udah suka pekerjaan ini.

emang lu jadi diposisiin dimana ki.?

29 Januari 2010

"City Paint"

Lets paint this city of pain.

17 Januari 2010

Finding Helvetica...


Setelah nonton film dokumenter Helvetica, jadi tertarik untuk mengamati font-font yang ada di jalanan.. Di film dokumenter tersebut di katakan bahwa "helvetica is everywhere."but...

15 Januari 2010

...

13 Januari 2010

Question and Answer


Q: apa kenyataan ttg hidup yang paling sulit lo terima? by indradanarief via formspring.me

A:
  • Bahwa menjadi orang baik itu tidak gampang.
  • Bahwa kebaikan justru menjadi suatu yang tidak trendy.
  • Bahwa  kita merasa harus melakukan hal yang sama dengan teman-teman sepermainan.
  • Bahwa mencoba hidup positif akan dibilang Sok-sok an.
  • Bahwa banyak orang yang menyia-nyiakan hidup ini.
  • Bahwa banyak orang yang memiliki kesempatan tapi tidak menggunakan.
  • Bahwa banyak orang yang menganggap dirinya paling benar.
  • Bahwa banyak cewe-cewe yang menyalahkan pria saat diperkosa, padahal mereka yang menggoda.
  • Bahwa banyak anak muda hanya memikirkan senang-senang.
  • Bahwa semua orang ingin ke Jakarta.
  • Bahwa banyak konspirasi-konspirasi yang tersimpan dibalik setiap sudut hidup.
  • Bahwa televisi Indonesia sangat payah.
  • Bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang mudah diperdaya media.
  • Bahwa banyak terdengar berita-berita criminal yang memuakkan di berita.
  • Bahwa film-film di Indonesia banyak yang ga bermutu.
  • Bahwa hampir semua band yang di Ekspose media menyanyikan lagu cinta. BANGSAT… gua ga pengen Indonesia jadi melankolis.
  • Bahwa sekarang anak-anak kecil pun menyanyikan lagu cinta.
  • Bahwa televisi tidak berani menampilkan band-band Indie karena takut ga ada yang nonton.
  • bahwa tidak selamanya orang bisa menyukai apa yang ada di diri kita.
  • bahwa gua ga punya kemampuan berkarya yang maksimal, belajar gambar itu susah banget mulainya.. hehe.
  • Bahwa gua tau kalau gua melakukan dosa tapi membiarkan.
  • Bahwa gua ga pernah tau seperti apakah gua di Mata Tuhan.
  • Bahwa gua masih  seorang loser, tidak tegas.
  • Bahwa gua ga terlalu akrab dengan bokap dan adik-kakak gua
  • Bahwa gua sekarang jarang olahraga dan badan jadi letoy.
  • Bahwa bermain plesetan itu sudah tidak jaman
  • bahwa semua orang nganggep gua jayus (i really hate this one.)

11 Januari 2010

Classic Weezer in Raditude..



Memang rada telat baru mereview ini sekarang, secara album ini keluar sudah sedari Akhir tahun 2009. Pada bulan November Weezer mengeluarkan album yang ke tujuhnya dengan nama Raditude. Kali pertama saya mendengarkan single pertamanya, If You Wondering If You Want to, saya serasa dibawa ke era-era 2000 awal. Suasana yang sama ketika saya mendengarkan Green Album. Kalian yang rindu dengan Dont Let Go, El Scorcho, atau Buddy holly akan terobati di Album ini. Inilah weezer yang saya suka. berkali-kali saya memutar ulang video klip nya tidak pernah bosan. Beat-beat yang renyah serta lirik yang santai membuat hati bergoyang pelan-pelan.  Saya menyimpulkan Lirik-lirik di Album ini tidak jauh dari masalah cinta, anak muda dan loser life.. :D

08 Januari 2010

..

mengalun, melantur, merasakan kesendirian. 
melamun, tidur, menghayati irama-irama kesepian.
menggali, mendalami, meresapi asa dan cerita.

kamu dan segenap asa kemenangan
fatamorgana
ilusi optik7
ilusi optik4
ilusi optik _800533

07 Januari 2010

Orgasme Kehidupan.

 


saya  bersyukur kepada Allah, hidup ini akhirnya mencapai orgasme, banyak mimpi serta harapan yang terpendam muncrat keluar menjadi kenyataan..
Seperti kembang api yang meletup-letup di langit malam, membawa kebahagian dan kemeriahan.


  Saya masih inget benar, awal tahun baru kemarin yang saya tuliskan adalah  keputus asaan, menyalahkan asa, merasa hidup sia-sia, dan hampa. Tapi ternyata perasaan bersalah itu justru memompa semangat  untuk bangkit menyelesaikan semua harapan yang menggantung. Saat itu saya merasa, memang menyalahkan diri itu ada baiknya, tapi kita tidak boleh terlalu larut didalamnya, melankolia bisa meracuni hidup. Saya pun sadar bahwa sebenarnya saya hanya malas memulai malas bergerak dari keadaan yang sudah terlanjur nyaman ini.

Dimulai dengan menjabarkan life plan and thing to do before i die. Lalu saya mulai mendoktrin diri saya bahwa saya tidak mungkin saya tidak punya banyak waktu untuk hidup pun kita tidak tahu kapan kita akan "diangkat" oleh Allah. Saya mulai meyakinkan diri, saya percaya hidup ini sungguh terlalu, terlalu indah, terlalu misterius, terlalu singkat, terlalu sayang kalau dibiarkan sekedar berlalu.

Kabinet Fotokopi Jilid Kawat

Kala itu adalah barusan, tidak lebih dari setengah jam.
“ki, mau kemana?”
“ke tukang fotokopi!, mau ngejilid”
“oh berarti ke tukang jilid yah..”

3 t4 fotokopi saya singgahi,:
“bisa jilid ring kawat ga mas?
“…”si mas geleng-geleng, mungkin dia lagi tahlilan dalam hati

“bisa jilid ring kawat ga mas?”
”mesinnya sih punya, tapi blum biasa.”
“yaudah deh jangan.”

“bisa jilid ring kawat ga mas?”
“harga mesinnya kebeli motor seken mas, mending cari ke tempat lain, ke deket kampus.”

Lalu saya putuskan untuk singgah ditempat terakhir.:
“bisa jilid ring kawat ga mas?”
“bisanya spiral mas.”

05 Januari 2010

NORA.


           

Akhirnya rasa penasaran saya dengan Novel ini terpenuhi. Setelah berbulan-bulan nunda untuk membeli, akhirnya saya beli juga, kebetulan Gramedia lagi discount 30%, kebetulan juga bukunya dibeliin sama Ortu.
             First Impression buku itu di hati saya ialah covernya itu, gambar seorang perempuan yang dibalut dengan warna-warna pop sehingga berkesan simple. Apalagi ternyata penerbitnya ialah Kompas, dijamin buku ini bagus.
            NORA, begitulah judulnya. Ini adalah perkenalan pertama saya dengan novel Putu Wijaya, yang ternyata dia seorang seniman besar. Sudah banyak menyutradarai film, menulis buku dan cerpen juga menggeluti drama. NORA merupakan buku pertama dari tetralogi dangdutnya. Menceritakan tentang kehidupan sepasang suami istri yang memiliki kehidupan yang sungguh tidak tertebak. Awalnya sih saya mengira Nora ialah tokoh utama sesuai judulnya, tapi setelah dibaca, porsi cerita tokoh Mala, suami Nora, lebih banyak.
           Nora ialah seorang gadis kampong nan lugu yang tinggal persis disebelah tempat Mala mengontrak. Mala ialah seorang pimpinan redaksi suatu majalah berita terkemuka. Mala ialah seorang pemuda yang berilmu tinggi, logika berpikirnya berjalan seperti air mengalir, ia selalu membela kebenaran dan mencari keadilan, ia bermimpi untuk bisa menjadi Pemimpin dunia.
          Tanpa penyebab yang jelas Orangtua Nora meminta Mala untuk menikahi Nora, dengan mengaku bahwa Nora telah dihamili, padahal jelas-jelas Mala dan Nora hampir tidak pernah berinteraksi. Singkat kata pernikahan controversial itupun jadi juga.
          Keabsurdan cerita terus berlanjut, Mala seolah menjadi penopang penuh keluarga Nora, keluarga besar lebih tepatnya, Mala merasa diperdaya oleh keluarga Nora. Nora dijadikan boneka juga sebagai umpan. Suatu ketika, Nora disuruh kawin lagi dengan orang lain, dengan alasan untuk mendapat uang. namun Mala mengiyakan, Mala mencoba masa bodo dengan kelakuan keluarga Nora. Walau begitu, diam-diam Mala menyimpan cinta yang besar kepada Nora.

03 Januari 2010

Kenapa kita harus balas budi.?

"wah si R baik banget yah dia mau ngawinin anak kucing yg terlantar itu."
"iya, keluarganya mesti balas budi tuh suatu saat."

Jadi salah apakah budi sampai dia yg terkena balasanya?.. Kasihan Budi. Dia tidak salah apa.apa.

Padahal Budi ialah anak yang baik. Selalu menjadi panutan dan bunutan anak-anak yang sedang belajar membaca. Budi selalu mengantar Ibunya ke Pasar. Budi selalu pergi ke sekolah. Ayah Budi pun gemar membaca koran.

Jadi, ada apa dengan Budi. apa karena dia "budek sedikit"?, apa karena dia sekarang menjadi merk anduk.? saya rasa tidak.

Budi, Budi. semoga temanmu Andi datang menolong..

28 Desember 2009

Cukup Hujan


"cukup hujan, jangan badai.
cukup marah, jangan darah bertumpah"

27 Desember 2009

Curicullum Vitae punya sayae

       bersama dengan postingan ini, maka saya Rizki Ramadan, mahasiswa Universitas Ungpad, yang insya Allah semester 9 lulus ingin mencoba memperlihatkan apa yang menjadi syarat daripada apa yang disebut dengan melamar kerja.

       Saya bertekad untuk mendapatkan kesempatan Job Training di instansi majalah berbasis anak muda kreatip. Sudah menjadi rencana hidup bahwa pekerjaan yang saya inginkan ialah bekerja di majalah (jadi Reporter), di Agensi Iklan as a copywriter pastinja, dan menjadi seorang wartawan foto.

      Walau saya belum memiliki pengalaman bekerja di kangtoran. tapi karena ketertarikan saya dengan dunia kreatif media maka saya akan memaksimalkeun potensi yang saya miliki. Saya juga sadar jika nanti selama minggu-minggu awal saya pasti bengong ga tau mau ngapain, tapi saya siap. Saya juga tau, suatu saat bapak suruh saya melakukan sesuatu tapi saya ga bisa bapak akan kecewa. Tapi saya juga siap, saya punya amunisi, amunisi itu ialah ambisi. saya yakin dengan ambisi semua akan mungkin terlaksana.

      untuk iseng-iseng aja saya juga melampirkan Curicullum vitae dan portfolio saya..
  
      nah ini dia yang dari tadi saya pengen kasih liat..

Bismillahirahmanirahim, semoga saya tidak jadi sombong dengan memamerkan ini..

 
 

CV ini sudah saya persembahkan untuk tiga perusahaan yang jadi Inceran saya sejak lama, yaitu:
Majalah HAI, Provoke! Magazine, Juara Idea Agency.
Tapi sampai sekarang belum juga ada yang memanggil, bolehkah saya sedih, sepertinya lebih baik terus berusaha yah.
Bolehkah saya minta doa dan bantuan kawan-kawan jika ada lowongan yang tepat untuk saya tolong diberitahu ya. hehe. Terima tengkyu.

23 Desember 2009

MALU dan Pencapaian Hidup


Im a magazine boy…

Hati saya selalu terenyuh setiap kali bisa menyelesaikan MALU. Rasanya ada satu harapan yang terbebas setiap kali gua bisa nerbitin majalah kecil ini.

Yah sepertinya kalian udah tahu bahwa MALU ialah majalah fotografi yang saya buat bersama Allan, kawan se atap kosan. Awal kami menerbitkan MALU ialah agar bisa mengekspose karya-karya fotografi sendiri, namun kami melihat bahwa kawan-kawan megiat fotografi juga butuh wadah, maka di edisi terbaru ini MALU sudah benar-benar menjadi majalah yang menampilkan beberapa karya fotografer muda.

Mudah-mudahan kalian tahu, dan jika kalian belum tahu berarti saya ingin kalian menjadi tahu, (menjadi temannya tempe,) bahwa untuk bisa menerbitkan majalah sendiri ialah salah satu harapan besar yang mulai saya kukuhkan sejak menginjak kuliah. Berawal dari ketertarikan dengan majalah-majalah indiependen, sejak SMA saya selalu mengumpulkan, hingga sekarang jumlahnya hampir memenuhi lemari. Saya sangat kagum dengan pemikiran, idealism, serta semangat para pembuatnya. Terasa benar ruh nya di dalam tiap eksemplar. Lalu pelan-pelan saya memelihara mimpi untuk bisa menjadi bekerja di suatu majalah lalu menerbitkan majalah sendiri.

Parade Penutupan Hellarfest 2009

Pada tanggal 13 nya Desember rangkain acara Hellarfest ditutup dengan sangat meriah. Ada parade komunitas-komunitas kreatif Bandung, dengan berbusana nyentrik dan fantastis mereka berarak-arak dari Jalan Tirtayasa hingga Jalan Cikapundung.

Selain karnaval tersebut ada juga acara Braga Bike Fest. Para Biker Broterhood menyabotase jalan Braga, memajang motor-motor mereka yang super keren. Motor-motor tua sih kebanyakan.


DSC_7764_1024679_800530
DSC_7776_1024679_800530
DSC_7772_1024679_800530

Perayaan Hari Hak Asasi Manusia, FH Unpad




saya sangat suka dengan dekorasi origami bangau ini, perlambang harapan bagi orang-orang jepang..




Angsa dan Serigala.. irama musiknya sangat menarik, dipadu dengan efek gitar yang khas, diisi oleh banyak instrumen...


© blogrr
Maira Gall