(ditulis untuk Nirmana Award, April 2012)
Jika desain itu dituntut untuk bisa memberikan solusi dan menghadirkan estetika di segala bidang, maka begitu jugalah para akademisinya, bukan hanya berorientasi pada industri semata.
Satu hingga dua dekade lalu, mengeyam pendidikan desain adalah hal yang tabu. Tak jarang orangtua yang ragu tiap kali ada anaknya yang mengajukan desain sebagai jurusan tempat ia melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Ada yang bilang masa depannya tidak jelas, ada yang mengira perkuliahannya yang lebih mengedepankan praktik daripada teori membuat anaknya turun derajat, tak jarang juga yang khawatir kalau anaknya jadi memiliki pemikiran yang nyeleneh selayaknya seniman.
Tapi sekarang keadaan pun berbalik. Jika pada dekade lalu Indonesia hanya memiliki sekitar lima perguruan tinggi yang menawarkan pendidikan desain. Kini jumlahnya pun berkembang drastis, pendidikan desain seolah menjadi program studi yang wajib dihadirkan seperti halnya Ekonomi, Hukum, Kedokteran atau pun Ilmu Komunikasi.













