13 Januari 2013

hari ke-12: Kekuatan Pak Pos

Halo Pak Pos,
kali ini kekuatanmu akan diuji.

 Pada selembar kartu pos, 
kutitipkan rindu yang begitu besar. 

Semoga tidak keberatan.


:)

12 Januari 2013

Hari ke11: Sebuah Kafe dan Tujuh Romansa Birunya



Saya belum tahu bagaimana awalnya, tapi di antara minuman keseharian lainnya, kopi seperti punya posisi tersendiri dalam budaya kita. Nilainya seolah ditinggikan. Coba pikir saja, kayaknya nggak banyak ragam minuman yang secara spesifisik dikedepankan nilainya seperti kopi. Bahkan saking bersahabatnya kita dengan kopi beserta nilai dan filosofinya, akhirnya banyak dibangun kedai-kedai kopi yang besar. Istilah yang digunakan adalah kafé. Walau menu makanan dan minuman juga disajikan pada daftar menu, namun nilai dan filosofi kopi lah yang dijadikan tema besarnya. Setelah itu pun, kafé tumbuh berkembang menciptakan nilai-nilai serta tradisi baru. 
Lalu, kenapa tiba-tiba saya membahas kopi dan kafe?  

11 Januari 2013

Hari ke-10: Secuil Liburan di Kalimantan. Episode Banrjarmasin




Kalender saya bulan November 2012 kemaren cukup penuh dengan catatan-catatan yang menyenangkan. Sejumlah momen penting dan seru terjadi di sana. Selain bisa ikut merayakan ulangtahun pacar dan  ulangtahun Card to Post, saat itu saya juga mendapatkan hadiah besar, yaitu kesempatan untuk menapaki pulau Kalimantan. Walau tujuan utamanya adalah urusan liputan, tapi bukan berarti saya nggak bisa meluangkan waktu untuk berkeliling, berkenalan dengan Pulau Borneo itu, kan. 

Karena saya adalah pembaca baru novel serial Supernova, maka ketika akan tiba di Kalimantan yang saya ingat adalah tokoh Zarah di novel Partikel dan petualangan spontannya bertahun-tahun di hutan Kalimantan. Jadi, saya seolah dirasuki Zarah. Selalu ingin mencari petualangan – walau pun kecil – menjelajah Kalimantan. 

10 Januari 2013

Hari ke-9: Po Box yang Sepi dan Kartu Pos Tahun Baru


i send therefore i receive

Begitulah Postcrossing.com memberikan motto untuk gerakan berkirim/bertukar kartu pos yang diusungnya. Kalimatnya sangat simpel, tapi tepat sasaran. Pasalnya, ketika mendengar kegiatan berkirim kartu pos, nyaris seluruh orang bakal meresponnya dengan ungkapan yang sama: “Mau dong dikirimin kartu pos”. Kita memang curang, ingin dikirimi tanpa mengirim terlebih dahulu. 

Tim Postcrossing.com pasti sadar, kalau pola pikir seperti itu adalah salah satu kendala nggak suksesnya proses bertukar kartu pos. Pasti sering kejadian, seseorang yang sudah menerima kartu pos enggan mengirim balik.  Untuk itulah, mereka membangun sebuah sistem yang menjanjikan alamat anggota yang sudah mengirimkan kartu pos akan diberikan ke orang yang berniat untuk mengirim.  

Ya, menerima kartu pos itu menyenangkan. Kita nggak butuh usaha banyak untuk merasakan kesenangannya. 

08 Januari 2013

Hari Ke-8: The Red: The Raid versi Komedi



Mendengar judul film The Raid, pasti yang kebayang adalah adegan-adegan action yang keras dan sadis. Nggak heran deh kalau ada dari kita yang lebih milih nggak nonton karena ketakutan. Eits, jangan buru-buru urung untuk nonton, karena sekarang ada juga The Raid yang anti adegan sadis, bahkan The Raid yang ini bisa bikin ketawa terpingkal-pingal. 

Ya, di awal bulan Juni lalu, situs Youtube kedatangan sebuah film yang mengejutkan.Film dengan judul The Red itu dengan gamblang menyebutkan kalau film itu merupakan versi parodi dari The Raid.

Sekilas, nuansa dan adegannya memang mirip banget sama film The Raid, tapi ada banyak hal janggal dan konyol yang terjadi. Contohnya aja, rombongan polisi yang menggunakan angkutan umum untuk menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara), dan pisang yang digunakan sebagai senjata. Pokoknya, untuk yang udah nonton The Raid, film ini bakal jadi penuh kejutan-kejutan konyol. 

Penasaran siapa yang ada dibalik proyek film ini? jangan kaget yah, mereka yang menggarap adalah teman-teman kita dari SMAN 29, Jakarta Selatan. Inspirasi untuk membuat film ini muncul selepas 20 cowok dari satu angkatan menonton The Raid bersama demi menyegarkan diri sebelum Ujian Akhir Nasional dimulai.  

 Disutradarai oleh Ratta Bill Abaggi, film ini dibuat lebih ringkas dari The Raid, yaitu hanya 49 menit. Hebatnya lagi, film yang dibuat sebagai proyek hiburan setelah menghadapi ujian nasional ini dibuat tanpa ada pengalaman bikin film sebelumnya. 

Beruntung, saya pun berkesempatan untuk kenal dengan Ratta. Nah, sambil menyimak filmnya, simak hasil obrolan saya dengan Ratta Bill tentang penggarapan film pertamanya yang melibatkan 30 orang ini. 

Hari ke-7: Antara Buddy Holly dan Google Doodle



Besok saya bakal menyaksikan konser band idola saya, Weezer. Hal itu membuat saya beberapa hari ke belakang ini memutar terus lagu-lagunya. Nah, entah gimana proses berpikirnya, saat mendengar lagu Buddy Holly saya jadi teringat Google Doodle. Hehehe. bisa jadi karena susunan kedua katanya itu mirip polanya. Oleh karena itulah, di posting hari ke-7 30 Hari Bercerita ini saya mau menampilkan cerita tentang Google Doodle yang saya tulis untuk majalah berinisial tiga huruf. H.A dan I. Kenapa tiba-tiba saya ingin menulis ini? bisa jadi, tak hanya karena excited besok akan nonton Weezer tetapi juga karena lagi kepikiran majalah itu. :)

Seni dan Teknologi dibalik Google Doodle 
Dari sekedar coretan iseng, hingga lukisan berkelas dan aplikasi canggih menghiasi halaman depan Google. Ini dia cerita di balik layarnya


Menelusuri informasi dan data di dunia maya dengan menggunakan search engine itu terkadang membosankan. Apalagi kalau data yang kita butuhkan susah banget dilacak. Tapi, permasalahan itu nggak terasa lagi saat kita memulai penelusurannya di Google. Saat pertama kali sampai di home page-nya saja, kita sudah dihibur dengan Google Doodle, kreasi pada logo Google yang selalu tampil beda hampir di setiap harinya. 

07 Januari 2013

Hari ke-6: HAI yang Selalu Menyapa Pria untuk Merayakan Masa Mudanya


Dalam serial cerita Lupus terbitan 1995 yang berjudul Interview Duran-Duran, dikisahkan, Lupus SMA yang jadi kontributor Majalah HAI, diberi tawaran untuk hengkang ke Hongkong menyaksikan konser band idolanya, Duran Duran. Tawaran itu diberikan oleh mas Iwan, Wakil Pemred majalah Hai saat itu, karena ia tahu Lupus sudah paham betul seluk-beluk band tersebut. Maklum, majalah Hai dapet kesempatan eksklusif untuk mewawancara band yang cukup nge-hip di era 90-an itu, jadi Lupus bakal jadi garda depan majalah Hai untuk memburu cerita langsung dari para personilnya.

Sontak Lupus pun girang. Tanpa babibu, ia menerima tawaran itu. Walau mas Iwan nggak menggratiskan ongkos pesawat, Lupus nggak patah arang, bersikeras ia berusaha untuk cari tambahan uang untuk beli tiket pesawat, yang saat itu, menurut bukunya, seharga USD 600. Bantuin Maminya bikin kue bahkan sampai ikut kerja di bengkel abangnya Boim.  Tak lama, berangkatlah Lupus bersama dua orang awak Hai, Denny, wartawan Hai yang merasa minder untuk wawancara Duran Duran dan Sute sang fotografer.

06 Januari 2013

Hari ke-5: Pada Sebuah Kediaman


Diam adalah ambulans 
yang selalu dipanggil ketika kita berdua ternyata tidak bisa saling mengobati. 

Diam adalah brankas 
yang selalu diambil ketika kita berdua ternyata tidak bisa saling percaya menjaga cerita masing-masing.

Diam adalah penerjemah
Yang selalu dipakai ketika kita berdua ternyata tidak bisa saling memahami bahasa masing-masing

Diam adalah hakim 
yang selalu ditunjuk ketika kita berdua ternyata tidak bisa saling memutuskan. 

05 Januari 2013

Hari ke-4: Menyaksikan Pentas Mini Teater Boneka.



Pernah mendengar nama Papermoon Puppet? Pasti pernah. Pasalnya, nama teater boneka asal Yogykarta ini sudah santer banget terdengar. Apalagi, 17-19 Desember 2012 lalu, mereka jadi penyelenggara sebuah ajang keren, Pesta Boneka #3 di Yogyakarta. Walau cukup kesal karena saya nggak bisa berkunjung ke sana, tetapi saya beruntung, tetap berkesempatan menyaksikan pertunjukkan mini mereka.

03 Januari 2013

Hari ke-3: Meneguk Seni dan Merasakan Intimasi di Sekeliling Kopi



Meneguk Seni dan Merasakan Intimasi di Sekeliling Kopi
Semacam ulasan hasil kunjungan ke Kopi Keliling: Volume 6 

Pada suatu pagi di awal Desember lalu, saya ngobrol ngalor-ngidul dengan Dea lewat sambungan SLJJ yang difasilitasi pesawat Whatsapp. Kami membicarakan beberapa gerakan dan komunitas yang sedang berkembang saat ini. Dari sekian banyak nama yang kami sebut, Kopi Keliling adalah yang paling santer kami bahas. Saya dan Dea sangat tertarik dengan gerakan para seniman muda ini. Bahkan sudah sejak awal dimulainya, Dea ikut berkontribusi di snaa. Cukup panjang sekaligus panas obrolan kami saat itu.  Menariknya, kami nggak menyindir sedikit pun tentang gelaran Kopling Vol 6 yang pada 16 Desembernya. Walau saya yakin, Dea pun tahu banget tentang jadwal penyelenggaraannya itu.  
                            
Hingga pada Minggu, 16 Desember 2012, sore, selepas rapat di kantor, saya meluncur ke daerah Gandaria, menuju 1/15 Coffee, tempat Kopling Vol 6 digelar. Gelaran ketiga Kopling yang saya kunjungi

02 Januari 2013

#harike2 Wahai Wanita, Simaklah Ajaran "Yuki'' Untuk Melawan Pelecehan Seksual




Ada salah satu karya yang cukup berkesan dari pameran Jakarta 32 C-nya ruangrupa  yang dihelat Oktober lalu, yaitu sebuah film pendek berjudul Yuki garapan salah satu mahasiswa Jurusan Film Binus Universtity bernama Citra Melati. 

Bagi saya, daya tarik utama film tersebut adalah karena pada sesi film karya-karya film pendek, nama kampus Binus University mendominasi, seinget saya, ada tiga dudul. Dan dua di antaranya adalah milik Citra Melati. Selain Yuki, Citra Melati juga punya  Mama, Anak Perempuanmu Bertato. Keduanya kental berisi isu tentang wanita. Kalau pada film kedua kita bisa dengan mudah menebak isi filmnya dengan melihat judul, pada Yuki  pasti kita tak punya asumsi apa-apa sebelum film dimulai.

01 Januari 2013

Hari ke1: Hidup Itu Riskan Tapi Menyenangkan.



Hidup Itu Riskan Tapi Menyenangkan: Secuil catatan di pergantian tahun 

Waktu adalah sesuatu yang terus bergulir, tanpa pernah berhenti, itulah mengapa akhirnya manusia membuatkan satuannya. Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Selain untuk menandakan perjalanan kita, satuan itu juga kita gunakan untuk mengelompokkan perjalanan waktu. Coba bayangkan, ketika satuan waktu itu tidak dibuat. Bisa jadi kita menyebutkan waktu berdasarkan situasi alam belaka. Mengukur letak matahari, pergantian warna langit atau bahkan menghitung kemunculan bulan purnama. Sungguh menyulitkan. Dan satuan tahun, menjadi salah satu satuan yang besar. Ketika waktu sudah berlalu selama 365 hari  dalam 12 bulan, kita butuh menyegarkannya, mengganti angkanya, dan mengulang lagi hitungan bulannya. Jadi, tak ayal kita, manusia modern, dibiasakan untuk merayakan pergantian tahun. Pergantian tahun adalah checkpoint. Titik untuk kita memeriksa apa-apa saja yang sudah kita lakukan di tahun yang akan ditinggalkan dan merencanakan serta bergegas untuk menghadapi kehidupan di tahun yang akan datang. 

Lalu, apa nih hasil pemeriksaan di pergantian tahunmu ini, Rizki?  


29 Desember 2012

Aturan main dan Peserta 30 Hari Bercerita

Halo teman-teman, 

Senang rasanya melihat banyak banget yang antusias untuk menggalakkan diri rutin bercerita. Hehe. Apa saja nih yang sudah kalian lakukan untuk mempersiapkan diri, mendadani blog, membeli notes untuk coret-coret ide, atau malah sudah mulai mendaftar topik cerita yang akan dipublish nanti?  

Karena tanggal 1 Januari, waktu dimulainya 30 Hari Bercerita akan segera datang, mari kita bicarakan lebih lanjut tentang ini-itunya nanti. Di bawah ini sudah saya rancang beberapa poin aturan mainnya nanti. Jika ada masukan atau usul untuk koreksi jangan ragu untuk disampaikan yah. 

ini dia aturannya: 

15 Desember 2012

Ajakan 30 HARI BERCERITA



"Seseru apa pun pekerjaan menulismu, sempatkanlah menulis untuk dirimu sendiri,"



Desember tahun lalu, saya menuliskan kalimat tersebut pada sebuah kartu pos yang saya kirimkan ke teman yang bekerja sebagai wartawan. Ungkapan itu dirumuskan bukan sebagai nasihat satu arah, melainkan sekaligus sebagai pesan yang ditujukan untuk siapa pun, termasuk diri saya sendiri. 


Bagi saya, kalimat itu adalah pengingat. Agar ketika saya hanyut dalam aktivitas menulis karena tuntutan kerja, saya tetap ingat dan semangat untuk menuliskan cerita dan gagasan personal. Alasannya, sudah pasti karena menulis untuk diri sendiri membuat kita bisa lebih mengeksplorasi diri. Selain itu, selalu ada kepuasan dan sensasi tersendiri ketika kita berhasil menyelesaikan tulisan tanpa tuntutan dari luar. Apalagi, ketika tulisan di-upload  ke dunia maya ada satu nilai lagi yang bertambah, yaitu berbagi cerita. 

04 Desember 2012

‘Ini Hidup Apa Film’ sebuah mixtape



INI HIDUP APA FILM
 sebuah mixtape menghidupkan (lagu) film untuk memfilmkan hidup

Mana yang lebih dulu hadir, film drama atau drama kehidupan? Kalau dirunut secara logis, drama kehidupan lah yang pertama muncul. Karena, film drama itu mesti terinspirasi dari realita. Tapi coba lihat apa yang terjadi, tiap kali mengalami sebuah peristiwa yang sentimentil nan dramatis, pasti, di antara kesedihan, kepanikan dan atau penyesalan yang menjalar mendominasi perasaan, ada satu suara yang bergumam dalam diri kita “Duh, ini hidup atau film sih, dramatis banget.”

Drama kehidupan terasa seperti di film, begitu dramatis.

17 November 2012

#Advertorial - Indosat: Saatnya Lupakan BBM Pending

HAI magazine edisi 46, November 2012 


Saatnya Lupakan BBM Pending
Lewat paket Blackberry Premium nggak ada lagi cerita BBM pending atau browsing lemot. Semua lancar!

Setuju dong kalau koneksi internet pada ponsel Blackberry kita itu adalah yang penting? Apalagi sekarang ini, seluruh informasi dan komunikasi didapat dari media sosial yang butuh koneksi internet. Sudah pasti, koneksi yang lemot bisa jadi bencana. 

Coba bayangkan deh, tim sepak bola kesayanganmu sedang bermain, sementara kamu jauh dari televisi, satu-satunya akses untuk update skor pertandingan adalah Twitter. Nah, nggak enak kan rasanya kalau tiba-tiba koneksi Blackberry kamu lemah, kamu jadi nggak bisa mengikuti pertandingan deh. Itu masih mending, kalau kita sedang janjian sama pacar lalu pesan BBM kita pending, pasti bisa membawa masalah besar, tuh. Sang pacar bisa ngambek seharian. 

11 November 2012

Berita Kehilangan



menempa profesionalisme
menyelami perusahaan 
menjelajah lapangan 
mencari pekerjaan 
mengejar 
kar-
ie-
r 

21 Oktober 2012

#Artikel - Film Director: The God Of Movie



Hai Magazine edisi 44, 2012


Memengaruhi perasaan dan pemikiran penonton, menuangkan idealisme dan mimpi, serta menegakkan passion. Nggak heran kalau sutradara disebut sebagai dewanya film.

Siapa yang sudah nonton Perahu Kertas 2? Ngaku deh, pasti ada dari kalian yang perasaannya berubah drastis setelah film usai. Sebelum masuk studio kita bisa ketawa-ketiwi sama pacar,  eh saat layar bioskop padam, kita malah termenung di kursi, galau karena merasa cerita Kugy dan Keenan yang ada di film begitu menyentuh. Atau malah ada yang merasa konflik pada film mirip dengan kejadian yang pernah kita alami. 

Nah, perubahan emosi dan pemikiran itulah efek dari kepiawaan seorang sutradara meracik film. Karena, dari mulai alur cerita, angle pengambilan gambar, akting para pemeran, urutan adegan, sampai penyatuan musik latar yang sesuai dengan mood menjadi tanggung jawab seorang sutradara. 
“Seorang yang bertanggung jawab di bidang kreatif film. Memvisualkan teks-teks skenario menjadi gambar. Pokoknya, sutradara bertanggung jawab penuh terhadap gambar. Sutradara harus bisa bercerita banyak dari rangkaian plot,” begitulah definisi sutradara dari seorang Hanung Bramantyo, Sutradara dari dua film Perahu Kertas (2012). 

29 September 2012

Workshop Fotografi Jakarta 32c: Lupakan Kamera Sejenak, Mari Kita Berwacana

*menulis laporan Workshop Fotografi Jakarta 32 c atas nama Ruangrupa untuk Whiteboard Journal. Diterjemahkan ke bahasa inggris oleh Dwiputri Pertiwi dan dipublish di Whiteboardjournal.com pada 21 September 2012


Apa jadinya kalau sebuah workshop fotografi tidak menghadirkan kamera sama sekali di tiap pertemuannya. Hal itulah yang terjadi di Workshop Fotografi Jakarta 32c garapan Ruangrupa. Workshop yang mengambil tempat di markas Ruangrupa, Tebet, Jakarta ini justru mengesampingkan mentah-mentah urusan teknis fotografi dan fokus ke hal penting lainnya yang terjadi dari kegiatan fotografi: menciptakan citra visual atas sebuah isu, membingkai realita menjadi sebuah wacana.

15 September 2012

Sepenggal 'Kartu Pos' dari dan untuk Wamena




"Saya sedang ikut jadi tim sukses di Wamena untuk pemilihan tahun depan. Kalau menang, saya janji, adik berdua saya terbangkan ke sini. Berlibur kita," 

Ada sebuah quote yang cukup ikonik di film Into The Wild, yaitu  "happiness only real when shared". Ya, kebahagian baru terasa kalau kita bagi ke orang lain. Tidak dinikmati sendiri. Lantas, bagaimana jika saat   berbahagia - saat mengunjungi tempat wisata yang kita suka misalnya - kita pergi sendirian? kalau pertanyaan itu diajukan ke Pak Steve, maka bisa jadi ia akan menjawabnya dengan mengajakmu berkenalan, jalan bersama sambil kemudian bercerita. Ia tetap merasa harus membagi kebahagiannya itu walau di lingkungan yang asing baginya. Dan sekiranya itulah yang kami, saya dan seorang teman, alami. Seseorang yang awalnya kami  curigai mengajak bersalaman, mengenalkan dirinya sebagai Steve dan menceritakan kebahagiannya bisa berkunjung ke Kebun Raya Bogor di sela-sela jadwal Diklat dari kantornya. 
© blogrr
Maira Gall