27 April 2012

Authentic Experience Oriented + 20 Seconds of Insane Courage = “We Bought a Zoo!”


Maret lalu, saya berkesempatan menonton film Postcard From The Zoo. Film yang kurang lebih berkisah tentang seorang gadis yang menghabiskan hidupnya di kebun binatang lalu tertantang untuk keluar memasuki kehidupan manusia. Bisa jadi karena film itulah kata ‘kebun binatang’ terus menggentayangi pikiran saya.

Singkat cerita, saya pun terdorong untuk menonton satu film lagi yang memasang kata 'kebun binatang' di bagian judulnya. We Bought a Zoo pun menjadi pilihannya. Berbeda dengan Postcard From The Zoo yang alurnya absurd dan susah untuk diinterpretasikan, film We Bought a Zoo ini terasa begitu hangat. Sebuah drama keluarga yang sentimentil.

25 April 2012

Pedagang Pecel Lele pun Desainer.

ditulis untuk Nirmana Award, dimuat di Malesbanget.com April 2012, http://mlsbgt.de/JAwLNF
Gambar ayam jago dengan warna keemasan, lele yang sedang meliukkan tubuhnya, dan seekor bebek. Lalu disekelilingnya terdapat tulisan-tulisan penjelas dari gambar “Pecel Lele, Ayam Goreng, Nasik Uduk dan Tahu Tempe,” Tak jarang juga, nama penjualnya dibubuhi lebih besar sebagai penanda. Jenis hurufnya selalu besar dan warnanya eksentrik, biasanya kemerahan.

Coba visualisasikan kalimat tersebut dalam benak kalian, dan sebut hal apa yang muncul. Pasti gambaran warung tenda dipinggir jalan dengan kursi plastik dan suara gemuruh minyak yang tengah mengepung lele dan ayam yang akan muncul. Ya, itu adalah warung tenda Pecel Lele. 

Entah siapa yang memulai, tapi tata spanduk semua warung tenda pecel lele di seluruh penjuru Indonesia selalu begitu bentuknya. Kalau kita amati, spanduk sederhana itu sudah memuat unsur-unsur dalam desain grafis: tipografi dalam bentuk dan warna huruf-huruf; ilustrasi untuk menggambarkan apa yang dijualnya dan layout alias tata letak unsur-unsur tersebut.  Walau terlihat terlalu ramai dengan penggunaan banyaknya jenis huruf tapi desain spanduk seperti ini sudah tertanam di benak masyarakat sebagai bagian dari brand pecel lele. 

Ini adalah bukti bahwa desain grafis itu tidak melulu dilakukan oleh para pekerja di perusahaan kreatif saja, tetapi juga oleh semua orang termasuk kita. Untuk bisa menemukan karya-karya desain pun kita tidak mesti mencarinya di situs-situs dan majalah yang seni dan desain. Cukup lihat sekeliling, kita akan dengan mudah menemukannya. 

16 April 2012

Oase itu Bernama Prestasi Desainer Indonesia


(ditulis untuk Nirmana Award, April 2012)

Jika kita menyaksikan berita di media massa, rasanya tak henti-hentinya kabar miring tentang negeri ini disiarkan. Entah itu aksi premanisme, perkara korupsi yang tidak berujung, serta kejanggalan-kejanggalan lain yang terjadi pada pemerintah. Tak ayal kalau anggapan negatif tentang negara ini makin pekat dan laten, tidak hanya di mata bangsa lain tetapi juga di mata rakyatnya sendiri. “Ah Indonesia payah, kapan mau majunya,” kira-kira begitulah umpatan yang biasa terdengar

Tapi tunggu dulu, tidak adil rasanya kalau buru-buru men-judge bahwa Indonesia itu payah dengan hanya melihat dari berita-berita negatif yang biasa diumbar media saja. Sayang rasanya jika optimisme kita luntur hanya karena pandangan bencana hasil pantauan sebelah mata saja. Kita  perlu membuka mata untuk melihat Indonesia dari sudut pandang lain. 

Daripada sibuk mencaci pemerintah, lebih baik kita mencari lalu mendukung serta menyemangati orang-orang yang memiliki passion besar di bidangnya dan giat berkarya membawa nama bangsa. Pasalnya, kini banyak pelaku desain asal Indonesia yang diam-diam mengukir prestasi di tingkat internasional. Siap-siap lah untuk terpukau dengan karya-karya berkelas 

06 April 2012

Kucin(g)ta Kau


"Melihara binatang itu melatih kita kita untuk tanggung jawab, Ki" 

Itu adalah ucapan Lodar, salah satu sohib, saat saya berkunjung ke kosnya. Saat itu - 2011 awal - Lodar memelihara kucing muda yang kalau saya nggak salah inget adalah pemberian dari temannya. Ia sengaja meminta kucing itu agar bisa dipelihara.

Mungkin Lodar jadi bicara itu karena melihat saya risih dengan kucingnya yang nggak bisa diam berlari-lari di kamarnya yang sempit dan bertaburan barang di mana-mana. Ya, saya memang sedikit risih kalau ada kucing, bukan berarti nggak suka atau takut, cuma belum bisa terbiasa digigit dan dicakar aja, jadi kadang mendadak panik. Haha.  

Mendengar ucapan itu pun membuat saya mengingat beberapa waktu ke belakang. Pantas Lodar sering kukuh untuk pulang saat di ajak bermalam di kos saya untuk main. Bisa jadi itu karena ia harus mengurus kucingnya tersebut. Walau akhirnya kucing itu memilih untuk bebas, tapi pasti sudah meninggalkan pelajaran tanggung jawab untuk Lodar. 

Akhir-akhir ini, tiba-tiba saya teringat lagi dengan perkataan Lodar itu. Satu alasan besarnya adalah secara tidak langsung saya memelihara kucing. Kenapa secara nggak langsung? karena saya tidak merencanakannya, melainkan kucing itu sendiri yang memilih untuk menetap di halaman rumah sejak (kurang lebih) November tahun lalu. 

05 April 2012

Akademisi Desain untuk Semua


(ditulis untuk Nirmana Award, April 2012)

Jika desain itu dituntut untuk bisa memberikan solusi dan menghadirkan estetika di segala bidang, maka begitu jugalah para akademisinya, bukan hanya berorientasi pada industri semata. 

Satu hingga dua dekade lalu, mengeyam pendidikan desain adalah hal yang tabu. Tak jarang orangtua yang ragu tiap kali ada anaknya yang mengajukan desain sebagai jurusan tempat ia melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Ada yang bilang masa depannya tidak jelas, ada yang mengira perkuliahannya yang lebih mengedepankan praktik daripada teori membuat anaknya turun derajat, tak jarang juga yang khawatir kalau anaknya jadi memiliki pemikiran yang nyeleneh selayaknya seniman.

Tapi sekarang keadaan pun berbalik. Jika pada dekade lalu Indonesia hanya memiliki sekitar lima perguruan tinggi yang menawarkan pendidikan desain. Kini jumlahnya pun berkembang drastis, pendidikan desain seolah menjadi program studi yang wajib dihadirkan seperti halnya Ekonomi, Hukum, Kedokteran atau pun Ilmu Komunikasi. 

01 April 2012

Bandung 100312





Sabtu, 10 Maret lalu saya bersama tim Card to Post menyambangi Warung Imajinasi di Bandung. Kepada para penghuni komunitas dengan markas yang super asri dan bersahaja itu kami bersama-sama menggambar Kartu Pos untuk Presiden. Tidak lebih dari 3 jam kami bermain di situ, tapi keasrian hawanya masih terbawa sampai sekarang.Tertarik untuk melihat dokumentasi acaranya? kunjungi tautan ini


15 Maret 2012

Advertorial: XL Speed Dating

Hai magazine edisi 13 2012

Temukan Klik-Mu Dengan Satu Kali KL1K

Kalian yang senang menjalin pertemenan pasti nyesel nggak ikutan acara XL KL1K Speed Dating. Pasalnya, banyak teman kita yang dapet kenalan atau bahkan gebetan baru sepulang dari acara ini. Gimana nggak, pada ajang yang digelar di Y&Y Restaurant, Grand Indonesia, Minggu (26/02), ini diundang 50 cowok untuk dipertemukan sama 50 cewek cantik dan manis yang asik untuk diajak kenalan.  

Gelaran ini memang didekasikan XL kepada kita semua untuk menjalin pertemanan seluas-luanya. Apalagi, tepat pada 14 Februari kemarin XL merilis produk XL KL1K, kartu perdana yang kian memudahkan kita untuk berkomunikasi di social media. Pokoknya, hanya dengan 1 kali klik kita bisa update status ke banyak social media sekaligus.  

11 Maret 2012

Cara Tintin Belajar Terbang


 
Rasanya karakter Tintin itu sudah tidak asing lagi di benak kita, apalagi belum lama ini dia hadir di bioskop. Saya adalah salah satu orang yang mengenal Tintin dari film gubahan Steven Spielberg itu. Bahkan yang nggak pernah baca atau nonton langsung kisahnya pasti tahu siapakah Tintin itu.

Hmm, tapi nggak ada salahnya saya berbagi persepsi. Tintin, di pikiran saya adalah seorang petualang sekaligus wartawan. Yap, profesi petualangnya lebih pantas disebut di awal mengingat cerita petualangannya lebih dominan dibanding kisahnya menjadikan petualangan serunya sebagai berita. Betul kan? Bahkan kita hanya dibiarkan tahu kalau dia wartawan dari pernyataannya saja. Tanpa itu kita hanya akan mengira ia hanya pemburu harta karun belaka.
 
Tapi, alih-alih terkesan dengan petualangannya, hingga kini justru cerita tentang kewartawanannya yang saya kenang. Ada satu hal yang melekat erat di benak saya sejak menonton Tintin di bioskop Desember lalu, yaitu adegan ketika Tintin berhasil merebut pesawat musuh yang hendak menyerangnya saat ia terdampar di lautan. Setelah semua awak naik ke kapal Kapten Haddock sedikit heran dan bertanya.
 

26 Februari 2012

TERLALU!!!!


Salah memang, terlalu cepat mejadikanmu kacang. Jadinya begini deh, awalnya cuma niat mencicipi, tapi sekarang sulit berhenti.
Salah memang, terlalu cepat menjadikanmu tujuan. Jadinya begini deh, terburu-buru berangkat tanpa peduli cuaca. Akhirnya pulang tanpa sempat datang.



22 Februari 2012

Gambar Selaw: Serius untuk Santai Menggambar




Punya ketertarikan yang serius dengan dunia gambar-menggambar tapi ingin menggelutinya dengan santai? Komunitas Gambar Selaw bisa menjadi jawabannya. Ya, komunitas yang mulai digagas sejak September 2011 ini siap menjadi wadah siapa saja yang tertarik untuk duduk bersama berbagi meja lalu menorehkan sketsa  dengan santai dan penuh canda.      

Ketika Jakarta Pesta Senirupa


Jika dipersonifikasikan, Jakarta itu seperti orang kaya baru, ingin memiliki semua hal yang sebelumnya hanya menjadi mimpi, hal-hal yang menjadi indikasi kota besar mengacu ke negara-negara maju. Puluhan juta kendaraan bermotor didatangkan, ribuan gedung asal di’beli’, ratusan mal dijejalkan diseluruh penjuru kota.

Sebagai ibukota, Jakarta akhirnya berhasil menjadi kota impian bagi masyarakat seluruh Indonesia. Sebagai orang kaya baru pun Jakarta tidak mau sombong dengan menolak tamu. Semua lapisan masyarakat dipersilakan untuk sekedar mampir atau tinggal selamanya.

11 Februari 2012

Telah Terbit: Mixtape Hepi-Hepi terlalurisky




Ini lah dia, kompilasi 15 lagu ini saya beri judul "Mood Booster: Mixtape Hepi-Hepi terlalurisky". Berisi lagu-lagu yang bernuansa ceria, berirama suka cita, dan selalu sukses membuat semangat saya terpompa. Lagu-lagu ini adalah pertolongan pertama ketika mood saya goyah diterpa ketidakpastian rutinitas.

05 Februari 2012

in Public Babies


Sejak dua-tiga bulan lalu, saya mengoleksi bayi, memulungnya di urban-city, memenjarakannya dalam memori dua dimensi.Tiada lain tiada bukan, semua ini saya lakukan atas nama pipi-pipi yang bergelendotan, pandangan mata bulat yang entah kemana, mulut mungil penuh liur yang menggiurkan.

Orangtua luang, mereka pun diajak jalan, dibawa jalan-jalan keliling metropolitan.
Di dalam kereta atau gendongan, mereka bertualang.
Matanya menjelalah, kupingnya menerjemah. 


23 Januari 2012

Kartu Pos Bersuara



Apa sih esensi dari mixtape itu? pamer lagu kesukaan kita ke khalayak banyak sekalian mencitrakan diri lewat jenis musik serta band yang membawakan lagu-lagunya?  terlebih lagi, dari sekian banyak mixtape yang di-share kawan-kawan di blognya, kebanyakan isinya lagu-lagu yang tidak terkenal. Segmented banget. Terlalu personal. Apa sih maunya?

Sekiranya, itu lah hal-hal yang saya terus pertanyakan dulu, sebelum November kemarin. Sebelum saya merasakan sendiri betapa seru dan pentingnya berbagi lagu kesukaan kepada orang lain. Saya mencoba mendengarkan mixtape yang diberikan oleh seorang kawan, dari lagu pertama sampai lagu terakhir saya putar tanpa jeda, pun saya putar berurutan. Hasilnya, saya suka!

02 Januari 2012

Ketika Kiamat Menjadi Hal Yang Menyenangkan!

Ada dua hal yang menjadi ritual kita, masyarakat urban, di akhir Desember tiap tahunnya: mengulas kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama setahun ke belakang  dan mempersiapkan diri dengan sejumlah rencana untuk menghadapi pergantian angka tahun. Nah, dalam mempersiapkan diri untuk tahun 2012, ramalan suku maya yang menyatakan datangnya kiamat sedikit banyak mempengaruhi persepsi dan sikap kita tentang tahun ini. Jika pada awal beredarnya – medio 2009 – isu ramalan datangnya kiamat terdengar sebagai hal yang menyeramkan, kini isu terdengar hanya sebagai sesuatu yang popular, terlebih lagi ketika kita melihat karya-karya ilustrasi komunitas Gambar Selaw (Galaw) dalam pameran Apocalypse 2012 Mixtape, seketika kiamat menjadi hal yang menyenangkan. Haha..  

Pameran yang diadakan pada  29 Desember 2011 – 11 Januari 2011  di Ruangrupa Shop, Tebet, Jakarta ini menampilkan sejumlah karya drawing  (gambar tangan) yang merespon isu datangnya kiamat di tahun 2012. Alih-alih menjadi takut, pemirsanya malah dibuat tertawa terpinggal-pinggal dengan guyonan khas anak muda urban yang diterapkan pada sejumlah karya. Sulaiman Said misalnya, menampilkan gambar seseorang memakai peci, celana digulung dan berbaju koko sedang memegang bendera NU (Nahdatul Ulama), sementara disebelahnya terlihat tangan yang terkapar melepaskan bendera bertuliskan M. Di atas kedua orang itu ada tulisan “Kalo Kiamat yang Muhamadiyah Mati Sehari Lebih Cepet Dari yang N.U”. Haha. Kita pasti sudah sama-sama paham maksud dari humor ini.

16 Desember 2011

Same Street Different Way


Haha. Melihat gambar denah yang saya lampirkan pasti kalian udah bisa nebak saya mau cerita soal apa. Ya, Rabu minggu lalu, 7 November 2011, saya mempunyai sebuah pengalaman yang sedikit absurd.Saya memang sering nyasar dalam menuju ke suatu tempat. Tapi kali ini berbeda rasanya, saya sepenuhnya merasa jalan yang saya lalui benar, tapi tata letak ruang mengecoh saya.

Hari itu sebelum datang ke kantor saya menyempatkan diri untuk mampir ke Harco Manggadua. Tempat servis resmi laptop Dell adalah tujuan utama saya. Karena saya tidak mau menyita banyak waktu, sebelum saya berangkat saya menghapal alamat tempatnya sekenanya dan mencatat nomor telpon tempat tujuan.

Singkat cerita sampailah saya di Harco Mangga Dua. Tanpa basa-basi, saya pun menelpon tempat servis itu. Dan di sini lah semua peristiwa super absurd itu berlangsung.

11 Desember 2011

Parkour: Seni Gerak Yang Kaya Nilai


Far magazine edisi 16, Desember 2011

Berawal dari ikut ayahnya yang seorang pemadam kebakaran latihan melewati halang rintang, David Belle kemudian mengaplikasikan teknik-teknik tersebut di lingkungan sehari-hari di Prancis sana. Dari situ lah, Parkour sebagai seni berpindah tempat yang mengutamakan efisiensi dan efektifitas berkembang. Hingga kini, disiplin ini sudah ditularkan nyaris ke semua negara, termasuk di Indonesia. 
Parkour mulai dikenal Indonesia mulai masuk di tahun 2007. Di tahun pertamanya Malang, Bandung, Yogya, Surabaya dan Jakarta menjadi lima kota pertama yang mulai menggeluti kegiatan Parkour ini. Melalui obrol-obrol lewat forum di dunia maya akhirnya mereka bersatu membentuk Parkour Indonesia. Dari situ lah 17 Juli 2007 pun dimantapkan sebagai hari jadi Parkour Indonesia. Kini, nyaris disetiap kota-kota besar di Indonesia memiliki organisasi parkournya.   

Di Jakarta sendiri, komunitas Parkour-nya dimulai oleh segelintir orang saja. Di antaranya  adalah Fadli dan Daniel. Dari segelintir orang tersebut, kini mereka sudah menarik peminat lebih banyak. Menurut pendataan yang dilakukan pada Mei kemarin, ada sekitar 60 anggota tetap yang tergabung. Kalau dihitung jumlah orang ikut berlatih, Daniel menyatakan jumlahnya bisa lebih dari seribu orang. Menariknya lagi, para anggota ini tidak dibatasi umur dan jenis kelaminnya. Bahkan anak kelas 1 SD pun pernah gabung latihan. 

#Artikel - Ironi Kondisi Pangan di Tanah Surga.

Far Magazine edisi 16, Desember 2011


Di tahun 70-an Koes Plus menciptakan lagu Kolam Susu. Sebuah lagu manis yang bercerita tentang kemakmuran Tanah Air Indonesia. “Orang bilang tanah kita tanah Surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman,” begitulah salah satu bait liriknya. Kini, 30 tahun setelahnya, saya mendengarkan lagu itu. Masih manis terdengar memang, namun, jika bait-bait liriknya  saya hubungkan dengan situasi sekarang kok seperti ada yang mengganjal. Sebutan sebagai negara agraris sepertinya belum lepas dari Indonesia, tapi mengapa isu-isu tentang kelaparan, kekurangan gizi dan kemiskin selalu ramai menjadi berita?

Ketika saya menuliskan ini, belum genap sebulan kita menyudahi bulan Ramadhan. Tak ayal jika nuansa serta memorinya masih lengket hinggap di kesaharian kita. Isu kuliner seolah menjadi selebritis yang kerap dibicarakandi bulan yang katanya penuh berkah itu. Dari mulai makanan sahur, kolak untuk buka puasa, sirup rasa buah, kue lebaran, opor ayam, hingga beras untuk zakat kerap bulak-balik dalam pikiran. Sejumlah ritual makan bersama pun tidak pernah luput mewarnai gaya hidup kita masyarakat perkotaan. Makanan menjadi medium untuk kita berkumpul mengatasnamakan silaturahmi. Buka puasa bersama di restoran mewah, acara sahur on the road, hingga open house  saat lebaran. 

06 Desember 2011

Indonesia Meleleh





The Proses adalah satu dari empat karya Aditya Novali yang tergabung dalam seri Identifiying Indonesia. Karya ini berupa peta Indonesia yang dibentuk dari logam ditampilkan pada sebuah kotak. Awalnya, di sekujur tubuh Indonesia di situ dibalut oleh lilin merah. Para pengunjung tidak akan menerka bahwa karya ini spesial sampai akhirnya lilin merah itu luntur secara perlahan. Ternyata permukaan 'tubuh' Indonesia itu dipanaskan oleh aliran listrik. Tetes demi tetes lilin meleleh. Ya, Indonesia meleleh. Warna merah yang kita anggap sebagai lambang dari keberanian luntur perlahan dari tubuh negeri ini. Keberanian Indonesia meleleh, tidak kuat  menahan sengatan-sengatan elektris persoalan bangsa yang kian memanas. Ah, semoga kita tidak benar-benar menyerah.

01 Desember 2011

dari Juli untuk Desember


:)
© blogrr
Maira Gall