Ternyata Teori Cuci Film Lebih Susah Daripada Praktiknya.
Cam: Fujica M1
Film: Lucky SHD 100
dan saya mencuci filmnya sendiri, hihihi. ternyata hanya ribet di teorinya, praktiknya mah gampil pisan, segampang masak omelet.
Terima kasih kawan-kawan di FN, Flickr, dan Kaskus atas sharingnya.
Dan tunggu sharing dari saya di memangterlalu.blogspot.com
28 Juni 2010
The Sun Did a Two Way Monologue
Coba liat, itu ada dua "matahari" sedang sibuk-sibuknya menyinari aktivitas pagi. Saya yang sedang penasaran-penasarannya dengan yang namanya "no flash corner" jadi tertarik untuk mencari spotnya. Ini adalah di jalan Sudirman, tepat di depannya Ex.
Ternyata menarik juga yah, bayangan objek yang dijatuhi kedua sinar itu jadi ada dua. Nggak peduli deh ini NFC atau bukan, yang jelas saya sangat terpukau. hehe, Thx God.
26 Juni 2010
Polos bukan berarti tanpa rasa.
kadang saya masih menganggap bahwa saya ialah seorang anak kecil berusia 22 tahun.
Polos, tapi bukan berarti tanpa rasa.
16 Juni 2010
Sabtu yang sungguh terlalu
Ini adalah foto-foto yang saya ambil saat Sabtu lalu. Mungkin tidak ada yang begitu istimewa hasil foto saya. Tapi yang bagi saya yang istimewa adalah orang-orang yang hunting bersama saya. Adalah mereka-mereka sesama pecinta, penikmat serta pegiat street photography yang saya kenal melalui forum-forum fotografi itu.
Ada Om Affandi Agoes, pegiat street photography yang saya kagumi. Beliau sedang pulang dari Hongkong katanya. Ada juga Mbak Santi alias Fransisca Ria Susanti, yang juga datang dari Hongkong. Dan juga beberapa orang lainnya yang sedang ada di Jakarta seperti Om Ben, Mas Pakih, Victor, Krishna, Yoyok, Andi, Rian.
Senayan, Pasar Baru, serta Monas menjadi tempat kami berjalan sambil terus berwacana. Rasanya kamera tidak pernah bisa lepas dari tangan walau pun mati gaya mau motret apa. ahahah
Pokoknya terima tengkyu kawan-kawan, khususnya untuk Om Fandi dan Mbak Santi atas jamuannya. Juga untuk amunisi Tri-X 400 nya, sungguh menggunakannya harus diperhitungkan matang-matang terlebih dulu. Kalian membuat Sabtu ku menjadi sungguh terlalu.
Semoga kalian bisa bertanggung jawab atas rasa penasaran saya dengan kawan-kawan lainnya yang biasa jumpa hanya di dunia maya.
yang ini Fotonya Om Ben.
yang ini fotonya Krishna, pinjem ya gua.
08 Juni 2010
Bagai Ojeg Merindukan Bulan
Hahaha. Entah kenapa saya jadi inget humor satu ini. Humor yang cerdas dilontarkan oleh tukang ojeg kepada seorang calon penumpangnya. Adalah kawan saya bernama Kindi yang beruntung bisa mendengar siaran langsung nya tersebut. Dan untungnya, dia adalah pencerita yang baik dan memang dia senang bercerita. Jadilah saya juga tahu. Kira-kira begini percakapannya:
Ibu-ibu calon penumpang: "Bang ojeg bang ke komplek situ"
abang Ojeg: "Oh ayo"
Ibu-ibu calon penumpang: "3000 ribu yah bang" (saya nggak inget pasti berapa nominalnya)
abang ojeg: "wah, masa segitu bu, 5000 biasanya"
ibu-ibu: "ye itu deket bang, dari sini keliatan"
Abang ojeg: "Ya bu, BULAN juga keliatan bu dari sini" Kali ini tukang ojeg berkata dengan intonasi tinggi sambil menunjuk bulan.
Hahahaha. Saya yakin si Ibu langsung nunduk malu lalu naik ke boncengan si abang dan rela dibawa kemana pun si abang pergi, termasuk ke bulan.
Betapa saya salut dengan spontanitas nan cerdas dari tukang ojeg itu. Betapa saya memang senang mengamati, mendengar kan orang-orang berbicara dan mengambil hal-hal yang unik dari sana.
Lalu kita juga bisa mengambil pelajaran dari dialog itu, tapi nggak usah lah, tar jadi terkesan serius, kan ini niatnya pengen becanda.
Ibu-ibu calon penumpang: "Bang ojeg bang ke komplek situ"
abang Ojeg: "Oh ayo"
Ibu-ibu calon penumpang: "3000 ribu yah bang" (saya nggak inget pasti berapa nominalnya)
abang ojeg: "wah, masa segitu bu, 5000 biasanya"
ibu-ibu: "ye itu deket bang, dari sini keliatan"
Abang ojeg: "Ya bu, BULAN juga keliatan bu dari sini" Kali ini tukang ojeg berkata dengan intonasi tinggi sambil menunjuk bulan.
Hahahaha. Saya yakin si Ibu langsung nunduk malu lalu naik ke boncengan si abang dan rela dibawa kemana pun si abang pergi, termasuk ke bulan.
Betapa saya salut dengan spontanitas nan cerdas dari tukang ojeg itu. Betapa saya memang senang mengamati, mendengar kan orang-orang berbicara dan mengambil hal-hal yang unik dari sana.
Lalu kita juga bisa mengambil pelajaran dari dialog itu, tapi nggak usah lah, tar jadi terkesan serius, kan ini niatnya pengen becanda.
01 Juni 2010
Dashboard Confessional: Siapa Bilang Cuma Tiga-Lima Lagu
Band asal Florida ini memanjakan para penggemarnya dengan hits-hits dari album lawas hingga album terbaru. Lengkap dengan bulan purnama sebagai lightingnya.
Yap, gosip kalau Dashboard Confessional cuma aji mumpung doang mampir ke Indonesia ditepis dengan performance semalam, Sabtu (29/05). Belasan lagu digeber Chris Caraba dkk dengan sangat memukau. Nggak mau membuat para fansnya menunngu sekitar pukul 21.30 DC membuka aksinya dengan lagu Don’t Wait.
Pada awalnya saya mengira konser ini akan didominasi dengan lagu-lagu dari album terbarunya, Alter The Ending. Tapi ternyata hits-hits dari album awal seperti A Place That You Have Come To Fear The Most, Again I Go Unoticed, Saint and Sailor, Screaming Infidilities, hingga Swiss Army Romance pun dimainkan dengan baiknya.
Mungkin karena konser ini nggak butuh banyak uang untuk tiket masuknya, jadi banyak orang yang kurang tahu tentang DC pun ikut nonton. Alhasil dibanyak lagu tidak terdengar banyak anak yang ikut bernyanyi. Dari awal sampai akhir konser yang mereka nantikan cuma Hands Down saja. Berbeda dengan saya dan Ajeng yang terlihat nyentrik nyanyi dengan intonasi tinggi. Nggak peduli deh mau dibilang anak emo kek, nyang penting gua nonton nih band. :D
Tenyata Chris Caraba sang vokalis nggak cuma terlihat charming mukanya saja, Chris selalu melemparkan sapaan hangat kepada para penonton. Tak jarang ucapan terimakasih dan pujian juga diucapkan. Selain Chris Caraba, John, sang gitaris juga terlihat terintaktif dengan para penonton.
Di sela-sela lagu Chris bercerita tentang seorang teman yang merekomendasikannya untuk datang ke Jakarta, dan untuk itu ia menyanyikan lagu yang didedikasikan untuk temannya tersebut, El Scorcho, lagu milik Weezer. Yeah, saya yang memang doyan lagu tersebut pun nggak mau ketinggalan satu bait pun untuk dinyanyikan bareng DC. Para Weezerian lain pun mengacungkan kedua tangannya membentuk lambang Weezer.
Sepertinya, DC doyan dipanggil-panggil sama penggemarnya. Buktinya, mereka turun panggunng menutup acara sampai dua kali. Kontan teriakan We Want More bergema disana. Beda lagi dengan seorang cewek bernama Ajeng yang malah berterikan “Cu Ran Mor, Cu Ran Mor!” Tak mau kalah, saya pun membalasnya “Man Dy Moore, Man Dy Moore!”
Yap, seperti yang semua penonton tebak, lagu Hands Downs didaulat menjadi penutup konser malam itu.
31 Mei 2010
Percuma
Seindah-indahnya bunga, percuma kalau selalu layu.
Semewah-mewahnya rumah, percuma kalau selalu sendu.
:(
:(
26 Mei 2010
Kita [MASIH] Manusia
Lebih baik terlihat bodoh ketika bertanya ketimbang bodoh selamanya karena tidak bertanya. “Jangan-jangan kita bukan manusia?” Mari berkaca lagi, lihat sungguh-sungguh diri kita dengan hati. Cek ulang sisi-sisi kemanusiaan kita. Mungkin kita sempat diterpa nafsu yang tak terkontrol. Juga kelalaian kita sebagai manusia. Ditambah lagi keacuhan yang sering kita lalukan sehingga kemuliaan kita sebagai manusia perlu dipertanyakan.
Karena itu, sudah saatnya kita bangun dari kealpaan kita sebagai manusia. Tidak melulu lewat sesuatu muluk-muluk, cukup dengan hal-hal kecil yang dekat dengan kesaharian kita. Mulai sekarang jangan apatis, dan diam. Mari kita saling mengingatkan bahwa“KITA [MASIH] MANUSIA!”
=========
Yeah, ini adalah campaign yang saya kerjakan bersama seorang kawan bernama Andra. Didedikasikan dalam rangka memperebutkan gelar juara di ajang kreatif periklanan tahun kemarin. Tapi sayang masih banyak kawan-kawan lain yang lebih hebat gerakannya, jadilah kami tidak bisa lolos. Tapi tidak menang itu bukan berarti kalah. Toh kita dapat banyak pengalaman, punya karya-karya baru. :D
Kami lebih tepatnya saya sadar kalo masih banyak kekurangan di dalam PSA di atas. Mungkin dari segi pemikiran, copy yang kurang mengena, visualisasi yang aneh atau apa pun.
Ini saya posting di blog untuk sekedar mendokumentasikan, menceritakan kepada kalian yang anonim, serta karena emang saya tiba-tiba teringat masa-masa itu, masa-masa pembuatan karya ini. Siapa tahu bisa merangsang saya untuk selalu ingin berkarya lagi.
25 Mei 2010
Soul Diving
while listening: TOE, The Milo, Antenna To Heaven, and 65daysofstatic.
*jangan dikatain yah, jarang-jarang nih ogut ngegambar. :D
Lupa Bagaimana Menjadi Rizki
Seperti harus segera memuntahkan semua kejenuhan. Melepaskan diri dari rutinitas yang nihil.
Ada semacam belenggu yang memenjarakan. Semu. Selalu merayu untuk duduk manis mengikuti.
Atas nama waktu senggang. Tidak terikat satu pun institusi. Inilah saatnya untuk mengosongkan diri.
Berleha-leha, menghindari kerja atau aktivitas apapun yang akan menyita waktu.
Mencari cara lain untuk bahagia. Menjadi orang malas seutuhnya. Padahal bukan itu, tidak dengan cara itu biasanya kepuasaan digenggam.
Sial! Jadi lupa bagaiamana menjadi Rizki. Hidup tidak lagi sungguh terlalu, melainkan hanya sekejap berlalu.
19 Mei 2010
First Shot With Ricoh GX1
*MultipleExposure
Kencan pertama dengan Ricoh GX1. Rangefinder yang saya beli beberap minggu lalu. Ternyata asik juga memotret dengan kamera mungil satu ini. Walau viewfinder nya sangat kecil tapi itu bukan masalah yang besar.
Saya rada kaget juga pas ngeliat hasilnya ini. Ternyata gambarnya tajem banget yah, dan karakter warna dari foto nya sungguh khas. Warna-warna prematur ini tertanam indah dalam film Kodak Supercolour Asa 100.
Bukaan diafragma terbesar ialah 2,8. Dan itu cukup menghasilkan ketajaman yang ciamik, ditambah bonus bokeh yang asik. Tapi harus didukung dengan fokusing yang tepat juga.
Nah, ngomongin masalah focusing, Ricoh GX 1 cukup susah juga. Ada satu lingkaran kecil berwarna kuning didalam viewfinder, nah hanya melalui situ lah kita mengukur fokus tidaknya objek.
Jangan mikir kalau semua matering disitu adalah benar, walau lightmeternya masih berfungsi tetap aja yang dipake adalah GueesOmeter, alias ngira-ngira. Kadang-kadang disesuaikan dengan lightmeter DSLR. hehe.
So far, saya baru menghabiskan 2 roll dengan Ricoh ini. Tapi saya cukup ngerasa nyaman menggunakannya.
So, kalian yang tertarik, mari kita Yuk Aah
16 Mei 2010
Akan terus bernyanyi
"Seperti halnya ketika dilarang menyanyikan lagu yang kita suka, maka kita tetap menyanyikanya dalam hati"
08 Mei 2010
Betapa saya harus mengaku, tapi kepada siapa
betapa saya merasa "oh jahat sekali saya" ketika setelah sebulan bahkan mungkin dua bulan pertemuan singkat itu terjadi. Adalah seorang tua yang astagfirullah saya lupa namanya, tiba-tiba menghampiri saya, seorang muda yang terlihat nyentrik dengan motret-motret di dalam masjid sesaat setelah solat Jumat dinyatakan selesai oleh imam.
Setelah terlihat menahan ragu beberapa lama akhirnya beliau bersuara juga. Minta tolong difotoin katanya, untuk kenang-kenangan katanya, semacam pertanda kalau dia pernah berkunjung ke Masjid termewah seIndonesia. Singkat kami berbicara, beliau adalah seorang pengurus masjid di suatu daerah di Ciamis. Beliau datang ke Jakarta untuk mengurus sesuatu di Dept. Agama. Sambil numpang nginep di rumah temannya, tidur di garasi katanya. betapa oh betapa. kenapa engkau membuat saya miris.
Dia kira saya tukang foto keliling. Tapi nggak apa-apa, walau saya bukan tukang foto keliling saya siap motoin si bapak itu. Berpose lah dia di dalam masjid setelah mengajak beberapa orang disekitarnya untuk berpose bareng biar terlihat ramai mungkin. klik klik selesai..
lalu dia menanyakan ongkos nya, saya bilang tidak usah, karena saya juga mau beramal, mendapat doa dari bapak yang sepertinya soleh itu. Saya minta doa biar kaki saya yang saat itu masih sakit cepat disembuhkan oleh Allah. Lalu dia memberi alamat nya di Ciamis. Lalu saya catat di handphone, di save di draft message. dan untuk jaga-jaga saya kirim juga ke hapenya si Allan yang saat itu berada di deket saya.
Saat itu saya bertekad untuk langsung mencetak foto dan langsung mengirimnya ke si Bapak. tapi hingga kini, setelah beberapa bulan, saya berniat untuk mengirimkannya, eh ternyata alamat si bapak itu HILANG terhapus saat saya lagi butuh memori lebih untuk menerima sms masuk. begitu juga si Allan, dia udah menghapusnya juga. Dia kira saya udah menjaganya baik-baik. padahal dia tau saya orangnya skip-skipan.
Tolong! saya harus begimana. Siapa yang harus saya salahkan di sini. Nggak ada kan..Mungkin kalo ada dari kalian yang tau, atau pernah diminta fotoin juga sama bapak ini, tolog beri tahu saya. Sumpah, saya ngerasa berdosa membuat dia, bapak-bapak yang soleh nan tulus itu, jadi menunggu-nunggu dan berharap. Duh euy, saya telah menghambur-hambur kan pahala. Padahal siapa tau dia adalah jelmaan malaikat yang mau nolong saya. hwaaa :(
ini dia foto si Bapak. dia adalah orang yang berdiri di tengah.. Orang-orang di sampingnya adalah orang-orang yang lagi sedang tidak berbuat apa-apa lalu diminta tolong untuk berfoto bersama.
Wahai bapak, semoga engkau bahagia selalu.
.
Setelah terlihat menahan ragu beberapa lama akhirnya beliau bersuara juga. Minta tolong difotoin katanya, untuk kenang-kenangan katanya, semacam pertanda kalau dia pernah berkunjung ke Masjid termewah seIndonesia. Singkat kami berbicara, beliau adalah seorang pengurus masjid di suatu daerah di Ciamis. Beliau datang ke Jakarta untuk mengurus sesuatu di Dept. Agama. Sambil numpang nginep di rumah temannya, tidur di garasi katanya. betapa oh betapa. kenapa engkau membuat saya miris.
Dia kira saya tukang foto keliling. Tapi nggak apa-apa, walau saya bukan tukang foto keliling saya siap motoin si bapak itu. Berpose lah dia di dalam masjid setelah mengajak beberapa orang disekitarnya untuk berpose bareng biar terlihat ramai mungkin. klik klik selesai..
lalu dia menanyakan ongkos nya, saya bilang tidak usah, karena saya juga mau beramal, mendapat doa dari bapak yang sepertinya soleh itu. Saya minta doa biar kaki saya yang saat itu masih sakit cepat disembuhkan oleh Allah. Lalu dia memberi alamat nya di Ciamis. Lalu saya catat di handphone, di save di draft message. dan untuk jaga-jaga saya kirim juga ke hapenya si Allan yang saat itu berada di deket saya.
Saat itu saya bertekad untuk langsung mencetak foto dan langsung mengirimnya ke si Bapak. tapi hingga kini, setelah beberapa bulan, saya berniat untuk mengirimkannya, eh ternyata alamat si bapak itu HILANG terhapus saat saya lagi butuh memori lebih untuk menerima sms masuk. begitu juga si Allan, dia udah menghapusnya juga. Dia kira saya udah menjaganya baik-baik. padahal dia tau saya orangnya skip-skipan.
Tolong! saya harus begimana. Siapa yang harus saya salahkan di sini. Nggak ada kan..Mungkin kalo ada dari kalian yang tau, atau pernah diminta fotoin juga sama bapak ini, tolog beri tahu saya. Sumpah, saya ngerasa berdosa membuat dia, bapak-bapak yang soleh nan tulus itu, jadi menunggu-nunggu dan berharap. Duh euy, saya telah menghambur-hambur kan pahala. Padahal siapa tau dia adalah jelmaan malaikat yang mau nolong saya. hwaaa :(
ini dia foto si Bapak. dia adalah orang yang berdiri di tengah.. Orang-orang di sampingnya adalah orang-orang yang lagi sedang tidak berbuat apa-apa lalu diminta tolong untuk berfoto bersama.
Wahai bapak, semoga engkau bahagia selalu.
.
Langganan:
Postingan (Atom)
































