08 Juni 2010

Bagai Ojeg Merindukan Bulan

Hahaha. Entah kenapa saya jadi inget humor satu ini. Humor yang cerdas dilontarkan oleh tukang ojeg kepada seorang calon penumpangnya. Adalah kawan saya bernama Kindi yang beruntung bisa mendengar siaran langsung nya tersebut. Dan untungnya, dia adalah pencerita yang baik dan memang dia senang bercerita. Jadilah saya juga tahu. Kira-kira begini percakapannya:

Ibu-ibu calon penumpang: "Bang ojeg bang ke komplek situ"
abang Ojeg: "Oh ayo"
Ibu-ibu calon penumpang: "3000 ribu yah bang" (saya nggak inget pasti berapa nominalnya)
abang ojeg: "wah, masa segitu bu, 5000 biasanya"
ibu-ibu: "ye itu deket bang, dari sini keliatan"
Abang ojeg: "Ya bu, BULAN juga keliatan bu dari sini" Kali ini tukang ojeg berkata dengan intonasi tinggi sambil menunjuk bulan.


Hahahaha. Saya yakin si Ibu langsung nunduk malu lalu naik ke boncengan si abang dan rela dibawa kemana pun si abang pergi, termasuk ke bulan.

Betapa saya salut dengan spontanitas nan cerdas dari tukang ojeg itu. Betapa saya memang senang mengamati, mendengar kan orang-orang berbicara dan mengambil hal-hal yang unik dari sana.
Lalu kita juga bisa mengambil pelajaran dari dialog itu, tapi nggak usah lah, tar jadi terkesan serius, kan ini niatnya pengen becanda.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© blogrr
Maira Gall