08 Agustus 2010

Ragunan - 0710

03 Agustus 2010

I Saw You Seeing Your Sight



31 Juli 2010

Behel, Belah Tengah, dan BlackBerry: Antara Kebutuhan dan Tren.


 ========================================================================


Behel, Belah Tengah, dan BlackBerry: Antara Kebutuhan dan Tren. 





Gaya cewek-cewek jaman sekarang emang lagi sering banget jadi omongan. Dari mulai di situs-situs jejaring sosial sampe forum-forum sering banget ngebahas tentang fenemonea ini. Emang kayak apa sih sebenernya gaya mereka?.

Dalam bahasannya di forum, mereka menyebut cewek-cewek zaman sekarang dengan istilah BBB. Tapi jangan salah mikir dulu, BBB disini bukan nama dari grup vokalnya Raffi Achmad cs. BBB yang ini kependekan dari belah tengah, behel dan BlackBerry. Ya, menurut obrolan di forum ketiga hal itu seolah menjadi syarat wajib bagi para cewek untuk meningkatkan penampilannya.        

“Belah tengah hip lagi, gan! Liat deh anak-anak gaul Jakarte rambutnya belah tengah semua,” begitulah tulis seorang dengan Id Ibupejabat di salah satu forum terbesar di Indonesia. Kalau kita liat ke belakang emang sih ada perubahan pandangan tentang gaya penampilan. Kalau dulu gaya rambut panjang dan belah tengah  itu terkesan old sch ool sekarang malah nge-hip.

Begitu juga dengan memakai kawat behel di gigi. Tau dong dengan tokoh Betty yang terkenal lewat film serial Ugly Betty? Nah cewek yang berbehel itu identik dengan imej nerd dan pendiam. Tapi sekarang memakai behel malah jadi trend yang bisa mendongkrak penampilan.

Satu lagi yang nggak pernah lepas, BlackBerry (BB). Handphone satu ini emang lagi booming banget di seluruh dunia. Bukan hanya karena bentuknya yang asik tetapi juga fitur yang ditawarkan sangat menarik. Kita bisa chatting dan browsing dengan mudahnya. Tapi untuk ngedapetin barang ini perlu merogoh kocek yang banyak, juga untuk biaya komunikasi  tiap bulannya.

Nggak cuma datang dari forum, para cowok-cowok juga sepakat dengan fenomena ini “Yang pertama ada dipikiran gua kalau denger cewek gaul adalah BlackBerry, berambut belah tengah, dan pake behel,” ujar Reza dari SMA 16.

Kompak semua orang yang ngebahas tentang fenomena ini menyebut para cewek-cewek BBB itu adalah Ababil alias ABG labil. Disebut labil karena ya mereka dianggap nggak punya jati diri. “Cewek-cewek zaman sekarang tuh terlalu ngikutin arus,” masih dari Reza.

“Kalau di sekolah gua sih hampir setengah dari cewek-ceweknya bergaya kayak gitu, dan biasanya cewek-cewek yang gaul gitu,” ujar Budi dari SMA 112.

            Selain labil, cewek BBB juga kerap dikaitkan dengan hal-hal negatif.  Nggak cuma dari masalah penampilan yang terlalu ngikutin arus tapi juga masalah kelakuan yang ngebuat para cowok mikir dua kali untuk ngedeketin.





Sekedar Gaya-gayaan?

Emang udah menjadi hal yang dimaklumi kalau kaum hawa itu selalu ingin terlihat menarik dan up to date alias nggak mau ketinggalan zaman di pergaulannya. Tapi apa yang terjadi kalau ternyata gaya BBB itu tidak sesuai dengan karakter dirinya.

“Nah itu dia, menurut gua sih sah-sah aja cewek bergaya seperti itu, asal cocok dan pantes. Tapi yang gua liat sekarang sih banyak yang rada maksa,” Hafidz dari SMA Al Azhar  mengatakan.

Gaya cewek-cewek jaman sekarang emang lagi sering banget jadi omongan. Dari mulai di situs-situs jejaring sosial sampe forum-forum sering banget ngebahas tentang fenemonea ini. Emang kayak apa sih sebenernya gaya mereka?.

Dalam bahasannya di forum, mereka menyebut cewek-cewek zaman sekarang dengan istilah BBB. Tapi jangan salah mikir dulu, BBB disini bukan nama dari grup vokalnya Raffi Achmad cs. BBB yang ini kependekan dari belah tengah, behel dan BlackBerry. Ya, menurut obrolan di forum ketiga hal itu seolah menjadi syarat wajib bagi para cewek untuk meningkatkan penampilannya.

“Belah tengah hip lagi, gan! Liat deh anak-anak gaul Jakarte rambutnya belah tengah semua,” begitulah tulis seorang dengan Id Ibupejabat di salah satu forum terbesar di Indonesia. Kalau kita liat ke belakang emang sih ada perubahan pandangan tentang gaya penampilan. Kalau dulu gaya rambut panjang dan belah tengah  itu terkesan old sch ool sekarang malah nge-hip.

Begitu juga dengan memakai kawat behel di gigi. Tau dong dengan tokoh Betty yang terkenal lewat film serial Ugly Betty? Nah cewek yang berbehel itu identik dengan imej nerd dan pendiam. Tapi sekarang memakai behel malah jadi trend yang bisa mendongkrak penampilan.

Satu lagi yang nggak pernah lepas, BlackBerry (BB). Handphone satu ini emang lagi booming banget di seluruh dunia. Bukan hanya karena bentuknya yang asik tetapi juga fitur yang ditawarkan sangat menarik. Kita bisa chatting dan browsing dengan mudahnya. Tapi untuk ngedapetin barang ini perlu merogoh kocek yang banyak, juga untuk biaya komunikasi  tiap bulannya.

Nggak cuma datang dari forum, para cowok-cowok juga sepakat dengan fenomena ini “Yang pertama ada dipikiran gua kalau denger cewek gaul adalah BlackBerry, berambut belah tengah, dan pake behel,” ujar Reza dari SMA 16.

Kompak semua orang yang ngebahas tentang fenomena ini menyebut para cewek-cewek BBB itu adalah Ababil alias ABG labil. Disebut labil karena ya mereka dianggap nggak punya jati diri. “Cewek-cewek zaman sekarang tuh terlalu ngikutin arus,” masih dari Reza.

            “Kalau di sekolah gua sih hampir setengah dari cewek-ceweknya bergaya kayak gitu, dan biasanya cewek-cewek yang gaul gitu,” ujar Budi dari SMA 112.

            Selain labil, cewek BBB juga kerap dikaitkan dengan hal-hal negatif.  Nggak cuma dari masalah penampilan yang terlalu ngikutin arus tapi juga masalah kelakuan yang ngebuat para cowok mikir dua kali untuk ngedeketin.

Ternyata pendapat Hafidz dibenarkan lho sama salah seorang cewek BBB “emang bener sih, aku juga ada tuh temen yang rambutnya dipaksain biar bisa belah tengah, duh pliss deh, nggak gitu caranya,” ungkap Atiya dari SMA 46.

Obrolan di forum-forum pun sering mengatakan kalau cewek-cewek itu sebenernya cuma gaya-gayaan aja. “Pake behel bukan lagi kebutuhan buat ngebenerin gigi yang menyon-menyon, Tapi malah jadi tanda kalo mereka cute, dan nerdy gitu,” tulis salah seorang anggota forum dunia maya.



Faktanya gimana sih?

Menurut penuturan salah satu cewek BBB bernama Shella dari SMA 70, nggak semua cewek yang make behel itu sekedar untuk mendongkrak penampilan semata, kadang emang ada yang benar-benar pengen ngerapihin gigi.

“Aku juga setuju kalau banyak cewek yang sebenernya nggak butuh pake behel, tapi untuk lucu-lucuan aja dia jadi make,” ungkap Ninda dari SMA 70. 

Kalau untuk masalah penggunaan BlackBerry para cewek juga punya alasan tersendiri jack! “Kalau BB tuh nggak cuma cewek-cewek aja kali yang pake, cowok-cowok juga banyak tuh. Lagian kalau BB tuh emang fungsinya yang kita ambil, kalau BB sebagai trend ya emang karena semua orang butuh,” beber Ninda lagi.



Highclass = High maintenance

Wajar aja kalau sebagian cowok nganggep cewek BBB itu adalah cewek yang highclass alias butuh banyak modal untuk bisa ngedeketin. Kalau diitung-itung untuk bisa tampil seperti itu ngabisin banyak uang, jack! “Kesan pertama gua ngeliat cewek BBB pasti cewek itu hedon, secara untuk punya BlackBerry dan pasang behel kan butuh banyak uang,” ungkap Reza serius.

Servis yang mewah patut diberikan kepada cewek seperti ini. Sementara banyak cowok  nyari cewek yang bisa diajak susah. “Ah cewek kayak gitu sih mending dijauhin aja, pasti pada matre semua,” ujar Reza.

            Dari investigasi kecil-kecilan Hai, ternyata cewek-cewek BBB emang paling doyan ke tempat-tempat hangout yang highclass juga, kayak mall besar, café, dan lounge. Tapi tenang kalau masalah nyari cowok pendamping mereka nggak nuntut banyak hal kok.  “Kalau aku sih nyari cowok yang penting baik nggak mesti dari kalangan tertentu,” beber Diandra dari SMA Labschool. 

            “Tapi kalau ngajak jalan harus naik mobil. Soalnya aku takut dan nggak dibolehin naik motor” tambahnya.

Yah itu berarti butuh modal dong untuk deketin kamu. Hehe.

Atiya dari SMA 46 yang sehari-harinya naik mobil mengaku dia nggak mau disebut sebagai cewek highclass “Aku sih makan di warteg juga nggak masalah,” ujar Atiya. 

So, ternyata nggak selamanya cewek BBB itu identik dengan hal yang negatif, intinya mah jangan ngeliat cewek dari penampilannya doang, bos! Coba kenali mereka lebih dalam, dan kalau ibarat lagu sih  “Sentuh dia tepat di hatinya.” hehe


*****
*Ini adalah salah satu tulisan kebangaan gua sewaktu PKL di majalah Hai. Kenapa spesial? karena tulisan ini adalah artikel terpanjang pertama gua yang dimuat. Ini versi yang belum dieditnya. hehe. Terima kasih untuk mas Yorgi dan kawan-kawan HAI lainnya untuk kesempatannya.. :D  Semoga bisa dinikmati.

24 Juli 2010

Ayam Goreng Skripsi

Itu adalah skripsi, hal yang lagi sering-seringnya mampir bertamu ke pikiran gua. Sialnya, dia selalu datang serabutan, tidak pernah terencana. Mungkin dia lompat dari pikiran teman-teman di kampus. Karena skripsi selalu menjadi bahan basa-basi yang ampuh setiap orang yang bertemu.

Ah, kenapa segitunya sih ki, santai aja sih. Lagian skripsi kan sebenernya enak, ayam goreng skripsi.

Nah itu dia, gua juga bingung. Padahal awalnya gua udah berencana untuk selalu mambawa santai urusan skripsi. Tapi sekarang justru sebaliknya, skripsi menjadi seperti monster yang selalu memanggil-manggil minta ditemani main. Gua menawarinya bermain petak umpet, biar gua bisa ngumpet dan mencari celah untuk kabur maksudnya. Tapi sehebat apa pun gua bersembunyi dia bakal nemuin juga.

Haha, dasar mahasiswa tingkat akhir. Ibarat di game, skripsi itu raja terakhir ki. Dan setelah lu ngalahin dia, lu bakal ngeliat video ending-nya. Nanggung lho kalo nggak ditamatin. Keburu ketinggalan ama temen-temen lu yang namatin pake game shark. Dan skripsi itu terlihat serem kalau dipikirin doang. Anggep aja nulis skripsi tuh sama kayak nulis artikel tapi pake metode dan dengan sistem ilmiah. Gampang kan.

Wah, bener juga lu. Keren juga metaforanya. Haha. Oke deh, trus sekarang apa yang harus gua lakuin. Mencari topik yah? Tapi topik nya lagi maen sama hidayat, katanya dia mau ikut kejuaraan bulutangkis

Salah, lu harus ngumpulin niat dulu.

Niat Daniatit boleh nggak, sama Niat Ramadanit. Eh tapi kayaknya nggak perlu niat deh, langsung hajar aja. Nggak usah kebanyak mikir. Iya nggak?

Hmmm. Bener deh, seperti kata lu, give ure life some surprises. Lakukan hentakan di hidup lu. Btw, lu mau skripsi tentang apa ki?

Pertanyaan bagus, gua kepikiran ngebahas tentang media, terutama majalah. Tapi bingung ngebahas apanya yah. Hmm. Suka sih suka dengan isu konstruksi atau representasi realitas yang dibangun oleh media gitu. Tapi masih dipikir-pikir dulu lah.

Gua punya usulan isu untuk lu, gimana kalau isu basah aja ki. Lumayan bisa untuk cebok lho. Hehe..

Jiah, mending Isu Kyan aja sekalian, kalao lagi bingung tinggal merem sambil ngetok-ngetok. (Ikyu San). Serius dong!.

Serius: seribu seratus.. haha. Kalau masalah representasi gitu gua ada ide. Bahas aja tuh tentang representasi diri mahasiswa dalam skripsinya. Haha, keren kan. Skripsi bisa jadi menjadi sebuah penyampai identitas si penyusunnya.

Boleh boleh.. Ide Bagus Jayantara lah.. Cukup lah ngobrolin skripsinya. Cape juga, cape recorder.

Eh tapi entar jangan sampe salah ki, entar lu nulis nama lu jadi Skripski Ramadan lagi gara-gara mikirn skripsi mulu. Hahaha,

Haha, jangan sampe lah, walau pun gua skip mulu orangnya tapi yang itu nggak bakal kejadian.

17 Juli 2010

Stasiun Tanjung Priok 110710












"Dikagetkan oleh sepi ditempat yang ramai"

Stasiun Tanjung Priok
Minggu, 110710

(3 Foto terakhir diambil dengan Rangefinder+Tri-X 400 persembahan dari pendekar hongkong, nuhun om)

14 Juli 2010

.

Kenapa harus terlalu lama dipikirkan, 
padahal untuk mengucap terima kasih/maaf/tolong itu 
tidak lebih dari satu detik. 

13 Juli 2010

Hidup ini penuh warna?







Ternyata Teori Cuci Film Lebih Susah Daripada Praktiknya.

.

.

.

.


Cam: Fujica M1
Film: Lucky SHD 100
dan saya mencuci filmnya sendiri, hihihi. ternyata hanya ribet di teorinya, praktiknya mah gampil pisan, segampang masak omelet.
Terima kasih kawan-kawan di FN, Flickr, dan Kaskus atas sharingnya.

Dan tunggu sharing dari saya  di memangterlalu.blogspot.com

28 Juni 2010

The Sun Did a Two Way Monologue


Coba liat, itu ada dua "matahari" sedang sibuk-sibuknya menyinari aktivitas pagi. Saya yang sedang penasaran-penasarannya dengan yang namanya "no flash corner" jadi tertarik untuk mencari spotnya. Ini adalah di jalan Sudirman, tepat di depannya Ex.

Ternyata menarik juga yah, bayangan objek yang dijatuhi kedua sinar itu jadi ada dua. Nggak peduli deh ini NFC atau bukan, yang jelas saya sangat terpukau. hehe, Thx God.





26 Juni 2010

Polos bukan berarti tanpa rasa.






kadang saya masih menganggap bahwa saya ialah seorang anak kecil berusia 22 tahun. 
Polos, tapi bukan berarti tanpa rasa. 

24 Juni 2010

Senin 210610









me, my camera, and Lucky versus people

16 Juni 2010

Sabtu yang sungguh terlalu












Ini adalah foto-foto yang saya ambil saat Sabtu lalu. Mungkin tidak ada yang begitu istimewa hasil foto saya. Tapi yang bagi saya yang istimewa adalah orang-orang yang hunting bersama saya. Adalah mereka-mereka sesama pecinta, penikmat serta pegiat street photography yang saya kenal melalui forum-forum fotografi itu.

Ada Om Affandi Agoes, pegiat street photography yang saya kagumi. Beliau sedang pulang dari Hongkong katanya. Ada juga Mbak Santi alias Fransisca Ria Susanti, yang juga datang dari Hongkong. Dan juga beberapa orang lainnya yang sedang ada di Jakarta seperti Om Ben, Mas Pakih, Victor, Krishna, Yoyok, Andi, Rian.


Senayan, Pasar Baru, serta Monas menjadi tempat kami berjalan sambil terus berwacana. Rasanya kamera tidak pernah bisa lepas dari tangan walau pun mati gaya mau motret apa. ahahah

Pokoknya terima tengkyu kawan-kawan, khususnya untuk Om Fandi dan Mbak Santi atas jamuannya. Juga untuk amunisi Tri-X 400 nya, sungguh menggunakannya harus diperhitungkan matang-matang terlebih dulu.  Kalian membuat Sabtu ku menjadi sungguh terlalu.

Semoga kalian bisa bertanggung jawab atas rasa penasaran saya dengan kawan-kawan lainnya yang biasa jumpa hanya di dunia maya.


yang ini Fotonya Om Ben. 


yang ini fotonya Krishna, pinjem ya gua. 

08 Juni 2010

Bagai Ojeg Merindukan Bulan

Hahaha. Entah kenapa saya jadi inget humor satu ini. Humor yang cerdas dilontarkan oleh tukang ojeg kepada seorang calon penumpangnya. Adalah kawan saya bernama Kindi yang beruntung bisa mendengar siaran langsung nya tersebut. Dan untungnya, dia adalah pencerita yang baik dan memang dia senang bercerita. Jadilah saya juga tahu. Kira-kira begini percakapannya:

Ibu-ibu calon penumpang: "Bang ojeg bang ke komplek situ"
abang Ojeg: "Oh ayo"
Ibu-ibu calon penumpang: "3000 ribu yah bang" (saya nggak inget pasti berapa nominalnya)
abang ojeg: "wah, masa segitu bu, 5000 biasanya"
ibu-ibu: "ye itu deket bang, dari sini keliatan"
Abang ojeg: "Ya bu, BULAN juga keliatan bu dari sini" Kali ini tukang ojeg berkata dengan intonasi tinggi sambil menunjuk bulan.


Hahahaha. Saya yakin si Ibu langsung nunduk malu lalu naik ke boncengan si abang dan rela dibawa kemana pun si abang pergi, termasuk ke bulan.

Betapa saya salut dengan spontanitas nan cerdas dari tukang ojeg itu. Betapa saya memang senang mengamati, mendengar kan orang-orang berbicara dan mengambil hal-hal yang unik dari sana.
Lalu kita juga bisa mengambil pelajaran dari dialog itu, tapi nggak usah lah, tar jadi terkesan serius, kan ini niatnya pengen becanda.

01 Juni 2010

Dashboard Confessional: Siapa Bilang Cuma Tiga-Lima Lagu


Band asal Florida ini  memanjakan para penggemarnya dengan hits-hits dari album lawas hingga album terbaru. Lengkap dengan bulan purnama sebagai lightingnya.
Yap, gosip kalau Dashboard Confessional cuma aji mumpung doang mampir ke Indonesia ditepis dengan performance semalam, Sabtu (29/05).  Belasan lagu digeber Chris Caraba dkk dengan sangat memukau. Nggak mau membuat para fansnya menunngu sekitar pukul 21.30 DC membuka aksinya dengan lagu Don’t Wait.
Pada awalnya saya mengira konser ini akan didominasi dengan lagu-lagu dari album terbarunya, Alter The Ending. Tapi ternyata hits-hits dari album awal seperti A Place That You Have Come To  Fear The Most, Again I Go Unoticed, Saint and Sailor,  Screaming Infidilities, hingga Swiss Army Romance pun dimainkan dengan baiknya.  

Mungkin karena konser ini nggak butuh banyak uang untuk tiket masuknya, jadi banyak orang yang kurang tahu tentang DC pun ikut nonton. Alhasil dibanyak lagu tidak terdengar banyak anak yang ikut bernyanyi. Dari awal sampai akhir konser yang mereka nantikan cuma Hands Down saja. Berbeda dengan saya dan Ajeng yang terlihat nyentrik nyanyi dengan intonasi tinggi.  Nggak peduli deh mau dibilang anak emo kek, nyang penting gua nonton nih band. :D
Tenyata Chris Caraba sang vokalis nggak cuma terlihat charming mukanya saja, Chris selalu melemparkan sapaan hangat kepada para penonton. Tak jarang ucapan terimakasih dan pujian juga diucapkan.   Selain Chris Caraba, John, sang gitaris juga terlihat terintaktif dengan para penonton.
Di sela-sela lagu Chris bercerita tentang seorang teman yang merekomendasikannya untuk datang ke Jakarta, dan untuk itu ia menyanyikan lagu yang didedikasikan untuk temannya tersebut, El Scorcho, lagu milik Weezer. Yeah, saya yang memang doyan lagu tersebut pun nggak mau ketinggalan satu bait pun untuk dinyanyikan bareng DC.  Para Weezerian lain pun mengacungkan kedua tangannya membentuk lambang Weezer.

Sepertinya, DC doyan dipanggil-panggil sama penggemarnya. Buktinya, mereka turun panggunng menutup acara sampai dua kali. Kontan teriakan We Want More bergema disana. Beda lagi dengan seorang cewek bernama Ajeng yang malah berterikan “Cu Ran Mor, Cu Ran Mor!” Tak mau kalah, saya pun membalasnya “Man Dy Moore, Man Dy Moore!”
Yap, seperti yang semua penonton tebak, lagu Hands Downs didaulat menjadi penutup konser malam itu.

© blogrr
Maira Gall