06 Mei 2011

Gowes Go Shot - Kumpulan Foto-Foto Diatas Sepeda

     Tanpa disangka-sangka, seperti anak muda urban kebanyakan, saya pun terjangkit sindrom bersepeda.  Pagi di minggu pertama bulan April saya pun memutuskan untuk bersepeda. Niatnya sih cuma mau dari rumah (Ciledug) ke Kebayoran aja, nyuci film di ko Fafie (Istimewa Foto). Tapi di tengah perjalanan saya melihat banyak muda-mudi yang sama-sama bersepeda ke arah selatan Jakarta. Tenyata minggu itu Car Free Day sedang digelar. Alih-alih nyuci film ke Fafie, saya malah lanjut gowes sampai Bunderan HI. Sendiri. Wohooo. Emang dasar sebenarnya saya juga mau ke Car Free Day, tapi gengsi, masa ke CFD sendirian. haha..
     Kamera saku yang sudah saya siapkan sedari rumah pun mulai saya keluarkan, dan terus saya genggam. Sambil terus menggowes ritual motret snapshot pun dimulai. 24 frame kodak Gold pun saya habiskan untuk merekam hal-hal yang menurut saya menarik selama perjalanan. Sepeda-sepeda yang unik, baju-baju yang berbicara, orang-orang berolahraga, dan suasana jalanan yang saya tempuh dari Sudirman-rumah. Sungguh mengendarai sepeda yang tidak terawat itu tidak enak.   haha. Semoga bisa dinikmati.

click to Enlarge!




     



                   




cam: fuji MDL
film: Kodak Gold

25 April 2011

240411


memories, makes me wont to back there.

17 April 2011

Istiqlal 0311








click to enlarge


film: Era 100
cam: nikon f90 
dev: ilford id11

15 April 2011

Personal Quote

“Butuh banyak baca untuk bisa menulis, butuh banyak mendengar untuk bisa bersuara, butuh banyak melihat untuk bisa merupa, butuh banyak mencoba untuk bisa berkarya, butuh membuang sedikit malu untuk bisa maju.”

10 April 2011

Trophy atau Partner

Beberapa waktu ini saya lagi sering mendengar selentingan tentang pencapaian seorang kawan pria mengenai calon pasangan atau pun pasangannya. Mereka yang belum memiliki pasangan menyebutkan  sederetan kriteria yang harus dimiliki oleh pasangannya nanti.  “Duh, coba gua punya cewek krudungan dan pake behel” atau “Cewek gua nanti harus cantik!” Yang sudah memiliki pasangan pun begitu, menceritakan betapa pasangannya itu sangat sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. “Nggak apa-apa lah gua begini, yang penting cewe gua cantik, iya nggak?!”

Nah, yang bikin saya bertanya ialah mengapa kriteria kita dalam melihat seseorang itu sama, yaitu urusan penampilan.  Pun kriteria penampilan itu sudah ditetapkan  sebelumnya, cantik, berkerudung, kurus tinggi,  berbehel, rambut lurus. Sebuah idealisasi hasil konstruksi sosial. Memang udah nggak bisa dipungkiri lagi sih penampilan memang menjadi daya tarik tersendiri, tapi kenapa harus penampilan yang menjadi hal yang disebutkan pertama ketika membicarakan kriteria pasangan?! Dari mata turun ke hati? ah menurut saya itu adalah pembenaran universal kita saja. Lalu mengapa penampilan ideal yang seperti itu yang harus dijadikan kriteria. Padahal manusia itu adalah makhluk yang aktif mampu membentuk pemaknaannya sendiri mengenai realita. Tapi mengapa kita terjebak dalam streotipe dalam memandang lawan jenis?!

09 April 2011

Personal Quote

"Walau statusnya invisible tapi Tuhan selalu online". Maka aku yakin diriNya kan selalu me-reply   doa-doa virtualku. :)

22 Maret 2011

Airport, Jakarta, 220311


16 Maret 2011

#Artikel - Desain sebagai Motor Gerakan Sosial


(ditulis untuk Nirmana Award, dimuat di Market Plus Magz)

Penggunaan desain dalam komunikasi  ditandai dengan munculnya mesin cetak Guttenberg pada pertengahan abad 15. Setelah itu,  revolusi industri pun membuat perkembangan teknik cetak dan duplikasi semakin genjar. Alhasil, media komunikasi non-verbal seperti poster dan selebaran  digandrungi. Dari situlah kebutuhan akan desain grafis pun kian dirasakan guna menciptakan bentuk komunikasi visual yang efektif dan tepat sasaran. 

Hingga pada awal abad 19 Perang Dunia pecah menjadi muara konflik kepentingan masyarakat dari revolusi industri. Di situasi Perang Dunia ini lah desain grafis mulai banyak digunakan untuk oleh para penguasa untuk menyebarkan doktrin-doktrin kepada masyarakatnya. Ya, selain senapan dan dinamit, desain pun menjadi senjata. Peluru yang dilontarkannya berupa poster-poster propaganda yang menyerang serta memanipulasi ruang pikiran rakyat luas.  

Salah satu poster propaganda yang terkenal di era itu adalah poster karya James Montgomery Flagg. Poster tersebut bergambar diri James tengah menunjuk ke arah depan. Ia  memakai pakaian khas Presiden Abraham Lincoln serta memakai topi bercorak bendera Amerika Serikat. Headline pada poster itu adalah “I Want You For U.S Army”. Isi poster itu adalah seruan kepada pemuda-pemuda Amerika Serikat untuk bergabung di pasukan militer. Dari poster itu pun akhirnya banyak pemuda yang mendaftarkan diri untuk gabung di militer. 

09 Maret 2011

Ode Buat Kota by Bangkutaman - Pujian Satire Untuk Jakarta

09032011913_800_600
Jakarta, ibukota yang hiruk-pikuk dan lagi norak-noraknya berkembang ini memang selalu meninggalkan kesan tersendiri bagi setiap warganya, tak terkecuali bagi Bangkutaman, yang baru saja datang kembali ke Jakarta setelah lama tinggal di kota seasri Jogja.

Melalui album Ode Buat Kota ini, Bangkutaman menumpahkan segala perasaan serta pemikirannya tentang Jakarta. Jika dilihat dari arti kamusnya, ode itu berarti sebuah pujian. Namun coba dengarkan dulu album ini atau minimal lagu hitsnya saja, Ode Buat Kota, kita akan tahu kalau maksud pujian itu ialah pujian atas kehebatan tiap elemen kota untuk bertahan di tengah Jakarta yang penuh dengan polemik. Sebuah pujian yang satire.

Bahasan lagu-lagu di album ini datang dari kehidupan sehari-hari yang di alami para personil. Mulai dari perjalanan pulang menggunakan kereta api, situasi politik, keadaan lingkungan Jakarta, para pekerja malam, sampai tentang acara-acara di televisi. Dan Saya tertarik dengan potongan lirik dari lagu tentang televisi itu, judulnya Penat: "Terus dan terus otak digerus berita palsu Jejal mataku Jenuhkanku Pusingkanku Maya dan nyata tiada berbeda (…) cela dan dosa dibungkus tawa."

07 Maret 2011

Car Junkyard, Jakarta, 260211

click to enlarge
                     


. Some cars junkyard located in TB Simatupang, Jakarta. Thanks to my friend, Kindi (showed in the last photo) to bring me there. And you know what? this is my first shot with DSLR after about 2 month.

06 Maret 2011

Bandung 1702

Bandung 0211

 
click to enlarge!

05 Maret 2011

.




.

01 Maret 2011

_

27 Februari 2011

Personal Quote

"Saya percaya bahwa dalam hidup ini, tidak ada yang namanya kebenaran sejati, 
yang ada hanyalah kepercayaan dan keyakinan, 
sementara kebenaran sejati hanyalah Tuhan yang memiliki dan mengetahuinya"

22 Februari 2011

.

click to enlarge!


20 Februari 2011

© blogrr
Maira Gall